Berita

  • Home
  • Berita
  • PENGELOLAAN BALKONDES BOROBUDUR, PATRA JASA SELENGGARAKAN TRAINING UNTUK WARGA DESA DI BOROBUDUR

PENGELOLAAN BALKONDES BOROBUDUR, PATRA JASA SELENGGARAKAN TRAINING UNTUK WARGA DESA DI BOROBUDUR

  • adminkowani
  • 9 May 2018
News Image

Magelang, 9 Mei 2018 Presiden International Council of Woman (ICW) – Jungsook Kim, berkunjung ke Balkondes – Borobudur untuk memastikan kesiapan Balkondes menampung 200 delegasi dari 70 Negara yang akan hadir dalam Rangkaian acara ICW-CIF General Assembly Meeting pada bulan September 2018. Rangkaian acara ICW-CIF General Assembly Meeting akan ditutup dengan menginap Bersama di homestay Balkondes-Borobudur yang tersebar di 20 Desa, untuk kemudian melihat langsung pemberdayaan masyarakat Desa yang sudah dilakukan oleh BUMN melalui pembangunan Balkondes ini.

 

“Saya sangat mengapresiasi persiapan yang sudah dilakukan oleh BUMN dan sangat senang sudah diterima dengan begitu ramah. Semoga General Assembly Meeting di bulan September nanti dapat berjalan dengan baik dan Dunia juga bisa melihat, bagaimana Pemerintah Indonesia sudah berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa, khususnya wanita melalui pembinaan ekonomi desa yang baik seperti di Balkondes ini.” ujar Jung-Sook Kim dalam kunjungannya.

 

ICW-CIF General Assembly Meeting adalah acara tiga tahunan ICW untuk merumuskan kebijakan terkait pemberdayaan perempuan dan masyarakat. ICW-CIF General Assembly Meeting yang akan dilaksanakan pada sepetember mendatang merupakan rangkaian acara 130 tahun ICW dalam mempromosikan kemajuan kaum perempuan. Saat ini, ICW melanjutkan program CSW62 dari United Nations untuk meningkatkan perekonomian kaum perempuan dan anak di Pedesaan. Pada penyelenggaraan tahun 2018 ini, Indonesia melalui KOWANI yang didukung sepenuhnya oleh Kementrian BUMN-RI didaulat menjadi tuan rumah acara tersebut. Dalam rangkaian acara dimaksud ada sekitar 1000 peserta yang akan hadir termasuk 200 delegasi dari 70 Negara yang tergabung dalam ICW. Rencananya, selain mengundang Menteri-Menteri wanita kebanggaan Indonesia, di hari pertama ICW-CIF General Assembly Meeting nanti, penyelenggara juga akan mengundang Presiden RI – Joko Widodo untuk turut hadir membuka acara.

 

Judith Dipodiputro, Staff Khusus II Menteri BUMN RI mengatakan, “Kami merasa bangga dapat mendukung acara ICW-CIF General Assembly Meeting ini, dan tentunya kami juga berbangga karena ibu Menteri BUMN merupakan salah satu dari jajaran Menteri Wanita di Indonesia yang akan turut berpresentasi sebagai pembicara. Semoga rangkaian pelaksanaan acara nanti dapat berjalan lancar, sehingga akan membawa dampak positif bagi perkembangan Pariwisata di Indonesia dan khusunysa di Kawasan Borobudur dan sekitarnya.”

 

ICW adalah bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sangat concern terhadap pemberdayaan perempuan. Kowani, sebagai bagian dari ICW yang mewakili Indonesia, selama ini sudah berkiprah dalam pemberdayaan Perempuan dan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti, Growing Country, Health Country dan Clean Country.

 

Dengan kunjungan delegasi ICW ke Balkondes, tentu akan mempromosikan dan destinasi wisata disekitar Borobudur dimana baik wisatawan lokal dan internasional dapat menginap di homestay dan menikmati suasana pedesaan sekaligus aktif dalam konservasi lingkungan melalui pengelolaan potensi ekonomi, warisan budaya dan tradisi serta ekowisata (ecotourism) di 20 Balkondes yang tersebar disekitar kawasan Borobudur.

 

Tentang International Council of Woman (ICW)

International Council of Woman (ICW) adalah Organisasi Non-Pemerintah yang berdiri sejak 1888 untuk kemajuan perempuan di seluruh Dunia, selama 128 tahun, ICW terus aktif sebagai pioneer dalam mempromosikan hak-hak perempuan. ICW menjadi saksi dibentuknya United Nations untuk memastikan bahwa hak dan kesetaraan wanita terakomodasi di UN Charter.

 

Tentang Kowani

KOWANI merupakan federasi organisasi wanita tertua dan terbesar di Indonesia yang sekarang mewadahi 91 organisasi wanita di tingkat pusat. KOWANI didirikan melalui Kongres perempuan pertama pada tanggal 22 Desember 1928 oleh Perempuan Indonesia untuk membantu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tanggal tersebut sekarang dikenal sebagai “HARI IBU” di Indonesia. Pada tahun 1935, Kongres menghasilkan keputusan bahwa wanita Indonesia wajib menjadi IBU BANGSA yang mengutamakan peran wanita dalam mempersiapkan sebuah generasi yang sehat jasmani dan rohani, jujur, rajin, berkarakter, cakap, pintar, berpengetahuan, tahan uji, kreatif, inovatif, unggul dan berdaya saing, berwawasan luas dan memiliki wawasan kebangsaan yang militan tak mudah menyerah, kokoh tergoyahkan dan membanggakan untuk Indonesia. Saat ini, KOWANI fokus pada sejumlah masalah untuk mengevaluasi potensi dan mengembangkan wanita dan anak-anak Indonesia. Secara keseluruhan, fokus utama KOWANI adalah memperjuangkan hak dan kesetaraan perempuan dibidang-bidang seperti Pendidikan, perekonomian, kesehatan, hukum dan lingkungan hidup, KOWANI juga bergerak aktif dalam lingkup Internasional, KOWANI mengambil Peran Utama di tingkat Internasional untuk Mendorong dan mengembangkan potensi KOWANI untuk berpartisipasi aktif dalam forum regional dan internasional dengan bergabung pada organisasi ICW, ACWO dan pengakuan yang diterima dari badan PBB UN-ECOSOC.

 

Tentang Balkondes

Balkondes adalah contoh pemberdayaan masyarakat di bawah naungan BUMN melalui aktivasi potensi ekonomi desa. Latar belakang dari pengembangan komunitas ini adalah untuk memanfaatkan keberadaan cahaya Borobudur untuk pengembangan ekonomi pedesaan sekitarnya Latar belakang pengembangan Balkondes adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah Jogya, Solo dan Semarang (Joglosemar), mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan, memberdayakan masyarakat dan melestarikan bangunan dan lingkungan. Direncanakan untuk membangun sekitar 100 Desa Wisata yang disponsori BUMN di seluruh Indonesia

 

Jumpa pers di Balkondes

 

Mrs Kim meninjau prmbuat kipas dari bahan kulit di hotel Inna Malioboro

 

Wawancara TVRI dengan Ketua Umum Kowani di Balkondes

Create Comment

Your email address will not be published.