Berita

  • Home
  • Berita
  • Ingin Hidup Sehat dan Panjang Umur, Hindari Kesalahan Sepele Ini

Ingin Hidup Sehat dan Panjang Umur, Hindari Kesalahan Sepele Ini

  • adminkowani
  • 25 September 2021
News Image

HALLO SELEB – Menjaga pola hidup sehat di usia yang sudah tak muda lagi, sangat perlu dilakukan. Hal ini mengingat usia menjelang lansia, rentan dengan berbagai penyakit. Namun ada banyak kesalahan yang sering kita lakukan dan dianggap sepele, namun bisa mengganggu pola hidup sehat.Pemilik Klinik One Health Medical yang kini memilih tinggal di Amerika Serikat, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Obesitas, Mingliarti Tjahjana, MD memberikan tips ‘Trinitas Kesehatan yang meliputi Makanan, Olahraga dan Pola tidur’.

Diikuti ratusan peserta webinar dari berbagai wilayah di Indonesia, acara ‘Obrolan Santai tentang Kesehatan’, yang diadakan KOWANI, pada Sabtu (25/9/2021), juga dihadiri mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Linda Gumelar.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Umum KOWANI, Dr Ir Giwo Rubianto M.Pd, mengatakan, acara webinar ini untuk menyegarkan mental dan raga anggota KOWANI. Di tengah kesibukannya berorganisasi, peserta juga harus bisa menjaga kesehatan agar bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik, terlebih di usia lansia.

“Saya saya sudah punya pengalaman dengan dokter Ming, waktu saya tinggal sebulan di Amerika, saya pernah minta second opinion dan hasilnya memuaskan. Acara ini agar kita bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik, mulai dari asupan nutrisi, pola tidur yang baik dan olahraga. Apalagi sekarang dalam keadaan pandemi,” ujar Giwo Rubianto.Sambil bergurau, semua peserta yang baru saja melakukan olahraga ringan ini, dikatakan Giwo Rubianto, diharapkan menyimak tips yang diberikan dr Ming agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari hal sederhana nantinya bisa menjadikan kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat,” pungkas Giwo Rubianto.Sebelum memulai presentasinya, dr Ming mengutip kata-kata mutiara dari Imam Syafi’i, “Mahkota orang bersemayam di atas kepala orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang yang sakit.

“Kesalahan sepele”Nah kita semua pasti ingin umur panjang. Kita ingin untuk tetap bisa energik, awet muda, fit tetap bisa beraktivitas bagi orang lain, punya waktu untuk anak cucu, dan tidak menghabiskan uang untuk berobat. Kita inginnya semua bisa hidup panjang ya bu. Tapi kalau baru jalan sebentar saja sudah sesak, di ranjang terus, tentu kita tidak ingin menyusahkan anak cucu kita. Semoga dengan paparan saya semua bisa mendapatkan umur panjang, sehat sampai tua,” ujar dr Ming.Berikut uraian dr Ming tentang 10 kesalahan dalam nutrisi.Pertama, tidak memperhatikan komposisi makanan. Padahal sudah berolahraga namun susah untuk menurunkan berat badan.

Jika sudah berolahraga kurangi karbohidrat jika ingin menurunkan berat badan. Kurangi makanan karbohidrat seperti nasi, baso, maupun makanan berlemak lainnya. Lebih banyak konsumsi makanan protein.Komposisi makanan yang baik yang dianjurkan untuk kesehatan, dr Ming memberikan saran, setengah dari piring diisi sayuran yang beragam dan berwarna lebih baik, seperti asparagus, bayam, brokoli maupun jenis sayur lainnya.Sementara seperempat piring isi dengan lauk misalkan ayam, ikan, daging sapi, dan berikutnya isi seperempat piring lagi dengan kacang-kacangan atau alpukat.

“Kalau roti, pasta jangan terlalu banyak ya bu, campur juga dengan kacang-kacangan.”Kedua, kesalahan yang umumnya terjadi, jarang mengonsumsi makanan berserat. Terlalu banyak makanan karbohidrat agak susah dicerna oleh lambung, sementara serat mampu menurunkan kolesterol, gula darah dan menyehatkan usus besar.

“Mengonsumsi makanan berserat juga menjauhkan kita dari terkena kanker, wasir. Makanlah sayuran semacam kol, brokoli. Sayuran mengandung banyak vit C dan antioksidan untuk bisa terhindar dari kanker. Kalau bisa kurangi asupan pil walau itu berisi sayuran. Karena lebih baik bagi tubuh mengonsumsi sayuran dibanding serbuk pil walau isinya vitamin sayuran.”Ketiga, banyak minum air putih. Kurangi minuman es dan manis-manis seperti cendol, kopi, buble tea, es campur. Air membantu pembakaran lemak.

“Kalau kita buat jus harus pakai gula, kurangi gula, lebih baik makan langsung buahnya, lebih segar dan menyehatkan.”Kesalahan kelima, makanlah di waktu yang tepat. Di pagi hari, sarapan dan siang hari konsumsi makanan full dengan karbohidrat, protein, sayuran dan buah. Jika jelang malam kurangi makanan berlemak dan berat.Keenam, diet yang terlalu ketat, saat berhasil menurunkan berat badan, sering lupa untuk menjaga pola makan yang menyehatkan.Ketujuh, dan umumnya sering dilakukan jika di akhir pekan berolahraga, jangan lagi pergi ke restorant cepat saji, seperti Starbuck untuk mnegonsumsi roti Croisant atau kopi.

“Habis olaharaga hari sabtu atau minggu, sesudahnya kita makan-makan ke Starbuck beli croisant. Satu roti itu mengandung 470 kalori, satu cangkir kopi 360 kalori.”Kedelapan, kurangi jus, sereal, di makanan jenis ini terlalu banyak gula. Kebanyakan gula tubuh akan terangsang untuk membuat sekresi insulin yang akan menimbun lemak.Kesembilan, seringlah cek kesehatan, jadi akan lebih antisipasi jika ada gangguan kesehatan.Kesepuluh, stres dan kurang jam tidur.

“Kurang tidur akan menimbulkan kadar kortisol tinggi yang membuat gula darah tinggi dan membuat kita lebih gampang jadi sakit. Ketahahanan tubuh jadi tidak terjaga dan membuat metabolisme tidak optimal dan lemak naik, dan mudah datang penyakit. Kalau kurang tidur akibatnya mudah lapar.”

Pola tidur

Selebihnya, paparan dr Ming juga mengatur tentang olahraga dan pola tidur. “Walau kita tidak beraktivitas apapun, namun energi untuk itu butuh 60 sampai 70 persen, untuk bernafas, denyut jantung, berpikir. Sementara kalau kita melakukan aktivitas sehari-hari, energi yang keluar lebih banyak lagi. Jadi dibandingkan olahraga yang butuh satu jam misalkan, melakukan aktivitas seperti memasak, menyapu dan lainnya lebih membuang energi lebih besar lagi,” ujar dr Ming.

Namun bukan berarti tidak mengabaikan olahraga sama sekali. Keduanya antara olahraga dan aktivitas di rumah tetap harus imbang.”Jadi jangan dibilang olahraga tidak penting, olahraga penting untuk membuka jaringan-jaringan seperti jalan arteri agar memudahkan peredaran darah ke jantung.

“Menurut dr Ming, tetap melakukan olahraga dengan pola yang ringan saja dan beragam olahraga dan beragam durasi waktunya, seperti olahraga untuk melenturkan tangan, kaki, panggul, dan anggota tubuh lainnya. Olahraga akan melatih jantung, otot, elasitas, dan melatih keseimbangan tubuh. Jangan lupa mengonsumsi air putih untuk membuang racun dan sampah dalam tubuh.Olahraga dengan intensitas sedang, bisa dilakukan 150 menit per minggu, artinya 5 kali olahraga dengan waktu 30 menit misalkan jalan cepat. Intensitas tinggi bisa ditambah lagi, misalkan waktunya 75 menit untuk 3 kali dalam seminggu.

Olahraga membuat tulang tidak mudah keropos, otak tidak mudah kekurangan oksigen, tidak mudah pikun, melepaskan stres dan mampu mengeluarkan hormon depresi, menurunkan tekanan darah dan gula darah, badan lebih fit dan bergairah.Dr Ming juga memberikan saran agar lansia tidur cukup. Sebab tidur ada beberapa fase, apakah tidur dalam, tidur ayam atau tidur mimpi.

“Tidur dalam untuk menyimpan informasi yang kita dapatkan kayak tombol save di otak, tidur ayam membuang informasi yang tidak kita perlukan dan biar ada tempat untuk menyimpan informasi yang diperlukan tubuh. Tidur sampai bermimpi, merangsang kreativitas lebih baik.

“Menurutnya, durasi tidur untuk bayi lebih panjang, remaja butuh 9 -11 jam, usia bertambah durasi tidur lebih sedikit.

sumber link: https://seleb.hallo.id/…/ingin-hidup-sehat-dan-panjang…+7

Create Comment

Your email address will not be published.