Berita

  • Home
  • Berita
  • ‘Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H’ Kowani

‘Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H’ Kowani

  • adminkowani
  • 30 August 2016
News Image
Jakarta, KOWANI — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki banyak hikmah dan manfaat. Salah satunya adalah menunjukkan kecintaan yang tinggi terhadap Rasulullah SAW. Maulid Nabi Besar Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal yang bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Bidang Agama Kowani melaksanakan ‘Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H’ di kantor kowani, Jl.imam Bonjol No.58 Jakarta, Kamis (5/2/2015) siang. Acara tersebut dihadiri oleh Dewan Pimpinan dan Pengurus Kowani serta anak yatim dari Yayasan dan organisasi anggota Kowani yang berlangsung sederhana. Dibalik perayaan yang berlangsung sederhana tersebut, ada hal yang paling penting untuk kita renungkan bersama agar perayaan itu bukan sekedar seremonial belaka.

Pada kegiatan yang bertema: “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah Momentum Peningkatan Kiprah Kowani untuk Kemaslahatan Wanita Indonesia dan Masyarakat Secara Luas” tersebut, Ketua umum kowani, Dr.Ir.Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam diri Rasulullah SAW terdapat kemuliaan yang menjadi suri teladan bagi generasi Islam sepanjang zaman, sudah seharusnya kita sebagai generasi Islam menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan sepanjang zaman.

“Untuk itu, mari, kita jadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW ini sebagai acuan untuk lebih menggerakkan revolusi mental, agar agenda-agenda nasional kita, dan segala amal shalih yang kita laksanakan, benar-benar membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan kita, dan dalam rangka memantapkan tujuan kita hidup bernegara, menguatkan mental dan karakter bangsa, menuju Indonesia hebat, maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” ajak Ibu Giwo.

Prof.Dr.Hj.Masyithoh,M.Ag selaku koordinator Bidang Agama Kowani sekaligus narasumber menegaskan, akhlak merupakan kunci pokok bagi tegaknya panji-panji kehidupan umat manusia.

“Pelajaran penting yang kita terima adalah, Baginda Nabi SAW memulai semua hal dari diri sendiri. Ibda bi nafsika; mulailah dari dirimu sendiri; sabda Beliau Saw,” terang Ibu Masyithoh.

Menurutnya, Nabi memahami dengan seksama, bahwa perubahan sosial tidak mungkin terjadi tanpa perubahan kultural, dan perubahan kultural mustahil terjadi tanpa perubahan individual. “Bisa dikata, perubahan individual adalah induk dari segala perubahan. Dan itu adalah teladan,” sambungnya.

(Humas KOWANI)

Create Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *