Organisasi

PASUNDAN ISTRI


Image

Tanggal Berdiri : 1928-05-05

Sejarah

Sejarah dan Perkembangan Organisasi

Didorong oleh semangat kemerdekaan bangsa Indonesia yang dicetuskan melalui kebangkitan nasional 20 Mei 1908, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 serta Kongres Perempuan I tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta, dengan niat suci dan luhur pada tanggal 30 April 1930 didirikanlah organisasi Pasundan Istri. Pada perkembangan selanjutnya telah mengarah kepada usaha melepaskan belenggu dari penjajahan Belanda.Salah seorang anggota Pasundan istri malahan menduduki kursi parlemen (gemente rood) dalam hal ini Ketua Pasundan Istri. Pasundan Isteri pada saat itu senantiasa berperan dalam perjuangan bangsa untuk merebut kemerdekaan RI. Setelah kemerdekaan RI kegiatan Pasundan Isteri diarahkan berperan serta dalam pembangunan nasional, meningkatkan kualitas manusia Indonesia berdasarkan Pancasila, Undang Undang dasar 1945 dan amanat cita – cita Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Konggres pertama dilaksanakan pada tahun 1932. Pada kongres Perempuan ke 3 yang dipimpin oleh Pasundan Istri di Bandung, telah diputuskan bahwa tanggal 22 Desember ditetapkan menjadi Hari Ibu. Kegiatan organisasi berjalan terus, tetapi pada zaman Jepang terhenti seperti juga organisasi wanita lainnya. Namun kegiatan-kegiatan sosial tetap berjalan (Panti Asuhan, Panti Jompo, Koperasi, Pendidikan Wanita).Mulai zaman kemerdekaan kegiatan organisasi berjalan kembali. Organisasi berjalan dari kongres ke kongres dan pada tahun 1994 pada usianya yang ke 64 telah dilaksanakan kongres ke 18. Pasundan Istri merupakan pendiri sekretariat bersama Golongan Karya di Jakarta. Beberapa pengurus Pasundan Istri juga merupakan Tokoh-tokoh masyarakat yang duduk dilembaga legislatif/eksekutif.

Visi dan Misi Organisasi

1. Visi
Terwujudnya wanita Indonesia yang cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur, akur, teuneung tur ludeung.

2. Misi
a.  Menyelenggarakan kegiatan pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, termasuk         pendidikan agama.
b. Memelihara budaya tradisional dan mengembangkan budaya daerah.
c. Mengembangkan perkoperasian dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di lingkungan anggota Pasundan istri.
d. Turut memberikan perhatian di bidang sosial dan lingkungan hidup.

Struktur Organisasi dan Fokus Kegiatan

1.  Kepengurusan Pusat dan Daerah :
a. Kepengurusan Pusat : di Bandung
b. Kepengurusan daerah : 12
c. Kepengurusan Cabang : 100
d. Jumlah anggota : 800.000 orang

2. Kegiatan
Kegiatan yang mendasar dititik beratkan pada masalah-masalah :
a. Pendidikan
b. Perkoperasian
c. Kepemimpinan
d. Kewanitaan.

3. Yayasan yang dikelola :
– Mengelola yayasan “Ibu Emma Poeradiredja” di Bandung.
Yayasan tersebut bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial
– Mengelola 11 (sebelas) TK
– 11 (sebelas) Sekolah Agama
– Kursus Bahasa di tiap cabang
– Gedung Pertemuan sejumlah 2 (dua) buah.
– Yayasan pendidikan Pasundan Istri DKI “Sekar Sunda” di desa Citayam Bogor.

Informasi Lainnya

Identitas Organisasi Nama Organisasi : Pasundan Isteri ( PASI ) 2. Alamat Sekretariat : Jl. Wirangrung no.2 Bandung Telp : 022 7323630, 022 2012690, 022 2031545 Fax : 022 2042690 Sekretariat di Jakarta : Graha Merah Putih Jl. Kemang utara No. 4 Jakarta Selatan Telp : 021 8624575 Fax : 021 7179517