Pilih Bahasa :

KOWANI

Tanggal Berdiri : 1931 - 05 - 16

Sejarah

81. NASYIATUL AISYIYAH

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

Berdirinya Nasyiatul Aisyiyah bermula dengan adanya ide Somodirdjo
dalam usahanya untuk memajukan Muhammadiiyah, ia telah menyadari
bahwa tanda adanya peningkatan mutu ilmu pengetahuan yang diajarkan
kepada para muridnya menyebabkan perjuangan Muhammadiyah terhambat.
Oleh karena itu ia selalu berusaha untuk meningkatkan mutu ilmu pengetahuan
para muridnya baik dalam bidang spiritual, intelektual maupun jasmaninya.
Ide Somodirdjo untuk menambah pelajaran praktek kepada para muridnya itu,
dituangkan dalam pelaksanaan dengan membentuk wadah dimana putra putri
Muhammadiyah mengadakan kegiatan. Dengan bantuan R.H. Hadjid seorang kepala guru agama di
Standart School Muhammadiyah, maka pada tahun 1919 Somodirdjo berhasil mendirikan perkumpulan
yang anggotanya terdiri dari para remaja putra-putri Standart School Muhammadiyah. Perkumpulan
tersebut dinamakan Siswa Praja (SP).

Meskipun Siswa Praja Wanita telah berdiri sejak tahun 1919, namun pengurusnya mengalami
hambatan dalam memajukan kegiatannya. Hambatan ini pada umumnya berasal dari orang tua murid
itu sendiri. Mereka melarang putri-putrinya mengikuti kegiatan diluar jam sekolah karena mereka
sering lupa akan tugas rumah yang harus dikerjakan. Namun berkat kesabaran dan ketekunan pengurus
dalam memberikan pengertian kepada para orang tua, akhirnya mereka mengerti siswa Praja Wanita
diganti dengan Nasyiatul Aisyiyah.

Siswa Praja Wanita yang pada tahun 1931 berubah nama menjadi Nasyiatul Aisyiyah dan
masih bagian dari Aisyiyah maka hari makin aktif kegiatannya. Pada tahun 1935 Pimpinan Nasyiatul
Aisyiyah di tingkat pusat dipimpin oleh Siti Buchainah.

Pada masa revolusi percaturan politik dunia mempengaruhi negara Indonesia membawa akibat
yang besar atas kehidupan masyarakat. Organisasi-organisasi termasuk didalamnya Muhammadiyah,
Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah mengalami kemacetan dalam pergerakannya. Nasyiatul hampir tidak
lagi terdengar perannya ditengah-tengah masyarakat. Baru setelah situasi memungkinkan yaitu pada
tahun 1950, Muhammadiyah mengadakan Kongres atau Muktamah di Yogyakarta untuk memesatkan
gerak dan langkahnya. ‘Aisyiyah ditingkatkan menjadi organisasi otonom. Oleh ‘Aisyiyah, Nasyiatul
Aisyiyah dijadikan bagian yang diistimewakan sehingga terbentuk Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bagian
Nasyiatul Aisyiyah di seluruh Indonesia. Hal ini berarti Nasyiah berhak mengadakan konferensi
mengadakan peninjauan dan sebagainya


VISI DAN MISI ORGANISASI

1. Visi.
Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan putri dalam melaksanakan dakwah amar ma’ruf
nahi mungkar, senantiasa memiliki keterkaitan pada pencerahan dan pemberdayaan perempuan
menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sesungguhnya.

2. Misi
a. Melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar dalam membina putri Islam.
b. Melaksanakan pencerahan dan pemberdayaan perempuan.
c. Menyelenggarakan amal usaha dan meningkatkan peran Nasyiatul Aisyiyah sebagai
pelopor, pelangsing dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

Informasi Lainnya

STRUKTUR ORGANISASI DAN FOKUS KEGIATAN 1. Kepengurusan. a. Pengurus Pusat : Berkedudukan di Jakarta b. Pengurus Daerah : 31 c. Pengurus Cabang : 186 2. Keanggotaan. Jumlah anggota diperkirakan : 14.761 Orang . 3. Kegiatan. Perempuan dan Anak. IDENTITAS ORGANISASI 1. Nama Organisasi : Nasyiatul Aisyiyah 2. Alamat kantor : Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl. Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat TLP : 021 – 39899789 3. Tahun Berdiri : 16 Mei 1931 4. Tahun Masuk Kowani : 2010