Berita

  • Home
  • Berita
  • Kowani Turut serta dalam Doa Lintas Agama untuk Pahlawan dan Jalan Sehat Kebangsaan

Kowani Turut serta dalam Doa Lintas Agama untuk Pahlawan dan Jalan Sehat Kebangsaan

  • adminkowani
  • 6 November 2017
News Image

kowani.or.id – Dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017, 50 pengurus Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang dipimpin Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd turut serta dalam Doa Lintas Agama untuk Pahlawan dan Jalan Sehat Kebangsaan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan yang diselenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia di area pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu pagi (5/11).

Pada kesempatan ini Ibu Giwo mendampingi Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa membuka kegiatan yang diikuti sekitar 5.000 orang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tersebut. Setelah memutari bundaran Hotel Indonesia, Mensos Khofifah menyempatkan diri berkunjung ke kantor Kowani di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Menteri Khofifah mengingatkan kepada generasi bangsa Indonesian untuk memupuk persatuan dan kesatuan berlandaskan pancasila. “Peringatan Hari Pahlawan 2017 saya ingin mengingatkan kembali bahwa kita ini beragam-ragam suku, beragam-ragam agama dan kita bisa melihat varian-varian adat juga muncul di dalam jalan sehat kali ini.

Tadi kita memulai dengan doa bersama lintas agama, tahun lalu si kita mulai dan tahun ini kita lakukan, mudah-mudahan tahun depan ini juga bisa di jadikan satu kesatuan untuk mengingatkan kita semua, kerja keras kita semua, kerja bersama kita semua pada akhirnya kita tetap harus menjadikan roh dari doa itu menjadi bagian dari penguatan sukses seluru kerja keras dan kerja bersama kita,” jelas Ibu Khofifah.

Hal senada juga diungkapkan Ibu Giwo, ia berharap bahwa menyambut datangnya Hari Pahlawan 10 November 2017 maknanya bukanlah pada peringatannya tetapi harus meningkat menjadi pemahaman dan implementasi. Ibu Giwo menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kepada perempuan Indonesia.

“Dalam hal ini Kowani dan yang seperjuangan bahwa ada situasi dan era kekinian dimana banyak sekali tokoh-tokoh dan idola-idola yang ditayangkan, tetapi saya ingin menyampaikan bahwa bagi perempuan Indonesia Role Model dan idola serta panutan adalah pahlawan-pahlawan khususnya pahlawan nasional perempuan,” jelas Ibu Giwo.

Menyambut hari pahlawan tahun ini bagi Kowani adalah hari nasional yang istimewa mengingat apa yang Kowani gagas dan inisiasi tentang mengusulkan Malahayati sebagai pahlawan nasional perempuan, jika tidak ada aral melintang akan menambah jajaran pahlawan nasional perempuan yang ke 13.

“Dengan demikian kembali saya menghimbau kepada seluruh stake holder untuk kembali kepada marwah yang sebenarnya bahwa pahlawan bukan sekedar jajaran nama-nama tetapi himpunan prestasi-prestasi mulia dimasa lampau yang sangat relevan dan universal pada masa kekinian untuk di teladani dan dijadikan sebagai role model dalam bertutur kata, dalam berpikir, dalam bertindak/berperilaku,  dalam berkarya, mengabdi terutama jika berbicara dalam scope yang lebih luas dari lingkungan yang terkecil, masyarakat, warga, nusa dan bangsa,” terangnya.

Galeri:

 

Create Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *