Category Archives: Berita Pilihan

“Kalian saat ini berdiri di sisi yang benar dari sejarah!”

“Kalian saat ini berdiri di sisi yang benar dari sejarah!”

Teks surat Ayatullah Khamenei kepada para mahasiswa pendukung rakyat Palestina di universitas-universitas AS dipublikasikan sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

🔹 Saya menulis surat ini kepada generasi muda yang hati nuraninya menginspirasi mereka untuk membela perempuan dan anak-anak tertindas di Gaza.

🔹 Para pemuda mahasiswa yang terkasih di AS! Ini adalah pesan simpati dan solidaritas kami dengan kalian. Kalian saat ini berdiri di sisi yang benar dari sejarah -yang sedang berlangsung-.

🔹 Kalian saat ini telah menjadi bagian dari front perlawanan, dan di bawah tekanan brutal dari pemerintah kalian -yang secara terbuka membela rezim Zionis penjajah dan kejam-, kalian telah memulai sebuah perjuangan yang terhormat.

🔹 Front perlawanan besar di tempat yang jauh telah berjuang dengan persepsi dan perasaan kalian saat ini selama bertahun-tahun. Tujuan dari perjuangan ini adalah untuk menghentikan penindasan nyata yang dilakukan oleh jaringan teroris kejam bernama “Zionis” terhadap bangsa Palestina bertahun-tahun yang lalu dan telah menempatkan mereka di bawah tekanan dan penyiksaan paling berat setelah menduduki negara mereka. Genosida yang dilakukan rezim apartheid Zionis saat ini merupakan kelanjutan dari perilaku sangat kejam dalam beberapa dekade terakhir.

🔹 Palestina adalah tanah merdeka/independen dengan bangsa yang terdiri dari Muslim, Kristen, dan Yahudi, dan memiliki sejarah yang panjang. Setelah Perang Dunia, para kapitalis jaringan Zionis, dengan bantuan pemerintah Inggris, secara bertahap membawa beberapa ribu teroris ke negeri ini. Mereka menyerbu kota-kota dan desa-desanya. Puluhan ribu orang dibunuh atau diusir ke negara-negara tetangga. Mereka merampas rumah, pasar, dan lahan pertanian dari tangan penduduk Palestina, dan di tanah Palestina yang dirampas, mereka membentuk pemerintahan yang disebut Israel.

🔹 Pendukung terbesar rezim perampas ini, setelah bantuan pertama Inggris, adalah pemerintah AS, yang terus memberikan dukungan politik, ekonomi dan senjata kepada rezim tersebut dan bahkan membuka jalan bagi rezim ini untuk memproduksi senjata nuklir dengan cara yang sembrono dan tidak dapat dimaafkan.

🔹 Sejak hari pertama, rezim Zionis menggunakan kebijakan “tangan besi” terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya, dan mengabaikan semua nilai-nilai hati nurani, kemanusiaan dan agama, meningkatkan kekejaman, teror dan penindasan dari hari ke hari.

🔹 Pemerintah AS dan sekutunya bahkan tidak merasa sedih atau menyesal melihat terorisme sebuah negara dan penindasan yang berkelanjutan. Bahkan saat ini, beberapa pernyataan pemerintah AS mengenai kejahatan mengerikan di Gaza lebih bersifat munafik daripada kenyataan.

🔹 “Front Perlawanan” bangkit dari tengah atmosfer yang gelap dan keputusasaan ini dan pembentukan pemerintahan “Republik Islam” di Iran memperluas dan memberdayakannya.

🔹 Para pemimpin Zionisme internasional yang sebagian besar perusahaan media di AS dan Eropa adalah milik mereka atau berada di bawah pengaruh uang dan suap mereka, memperkenalkan perlawanan yang manusiawi dan berani ini sebagai terorisme! Apakah sebuah negara yang mempertahankan diri di negerinya sendiri melawan kejahatan penjajah Zionis adalah teroris? Dan apakah bantuan kemanusiaan kepada negara ini dan memperkuat persenjataannya dianggap sebagai bantuan terhadap terorisme?

🔹 Para pemimpin dominasi global bahkan tidak menaruh belas kasihan terhadap konsep kemanusiaan. Mereka menampakkan rezim teroris dan kejam Israel seolah-olah sedang membela diri mereka sendiri, dan menyebut perlawanan Palestina, yang membela kebebasan, keamanan dan hak untuk menentukan nasib sendiri, sebagai “teroris”!

🔹 Saya ingin meyakinkan kalian bahwa saat ini situasinya sedang berubah. Nasib lain menanti kawasan sensitif Asia Barat. Banyak hati nurani telah terbangun dalam skala global dan kebenaran tengah terungkap. Front perlawanan menjadi semakin kuat dan kokoh. Sejarah juga tengah berubah.

🔹 Selain kalian, mahasiswa dari puluhan universitas di AS, universitas dan orang-orang di negara lain juga ikut bangkit. Pendampingan dan dukungan para dosen universitas kepada kalian para mahasiswa merupakan peristiwa yang penting dan efektif. Hal ini dapat sedikit melegakan mengingat betapa parahnya tindakan polisi pemerintah dan tekanan yang mereka berikan kepada kalian. Saya juga bersimpati kepada kalian, kaum muda, dan menghormati resistensi kalian.

🔹 Pelajaran Al-Quran bagi kita umat Islam dan seluruh umat manusia di dunia adalah berdiri di jalan kebenaran: فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ (Maka, tetaplah beristiqamah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (wahai Muhammad) telah diperintahkan). Dan hikmah Al-Qur’an tentang hubungan antarmanusia adalah: لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ (Kalian tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan)). Dengan mempelajari dan mengikuti perintah-perintah ini dan ratusan perintah serupa, front perlawanan akan maju dan meraih kemenangan, insyaAllah.

Saya menyarankan kalian mengenal Al-Qur’an.

Seyyed Ali Khamenei – 25/5/2024

Buka Resmi Talk Show dan Parade Kebaya, Menteri Bintang: Kebaya adalah Jati Diri Perempuan Indonesia

Berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Kebaya Indonesia dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (KPPA), Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar kegiatan Talk Show dan Parade Kebaya sebagai bagian dari Side Event Hari Kebaya Nasional di Kantor KPPA pada Selasa (28/5/2024). Mengambil tema “Perempuan dan Warisan Tradisi Kebaya”, kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Menteri PPA Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Dalam sambutannya, Menteri Bintang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Talk Show dan Parade Kebaya yang digelar oleh Kowani sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional yang pertama pada 24 Juli 2024 mendatang.

Menurut Menteri Bintang, kebaya adalah jati diri perempuan Indonesia dalam bentuk pakaian yang sangat penting sebagai bagian dari budaya bangsa. Karena itu upaya melestarikan kebaya harus terus digencarkan baik melalui ruang tertutup seperti talkshow, seminar juga ruang terbuka seperti parade kebaya yang melibatkan generasi muda.

“Jangan sampai kebaya hanya identic dengan perayaan hari-hari tertentu. Tetapi harus pula dikenakan lebih luas lagi oleh perempuan Indonesia,” kata Bintang.

Karena itu selain kualitas, kebaya harus ditampilkan dengan model yang terus mengikuti perkembangan jaman. Penting pula memberikan apresiasi kepada insan dan organisasi yang peduli pada pelestarian kebaya seperti yang dilakukan oleh Kowani.

Kowani sebagai mitra strategis Kemen PPPA dalam pembangunan diharapkan akan terus membangun sinergi dan kolaborasi dalam hal membumikan pesan-pesan kebudayaan melalui pakaian kebaya. Jika terinternalisasi dalam diri setiap perempuan yang mengenakannya, maka kebanggaan terhadap kebudayaan Indonesia semakin mengakar dalam hati serta kecintaan pada tanah air dan bangsa semakin kuat.

“Kita berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi generasi muda dalam mencintai Indonesia dan menjadi spirit dalam mewarisi dan melestarikan kebaya sebagai budaya tak benda, serta terus-menerus berinovasi dalam mengenalkan kebaya bukan hanya dalam lingkup lokal, nasional tetapi juga dunia internasional,” pungkas Menteri PPPA.

Sementara itu Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo dalam sambutannya mengatakan kebaya sebagai busana nasional perempuan Indonesia memiliki sejarah panjang dan mempunyai andil dalam proses kemerdekaan. Salah satu peristiwa besar dalam sejarah kebaya adalah ketika digelar Kongres Wanita Indonesia X tahun 1964 di Istora Senayan, Jakarta dimana kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Soekarno dengan peserta 7000 perempuan yang mengenakan kain kebaya,” ujar Giwo.

Peristiwa bersejarah itulah yang kemudian menjadi dasar diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2023 tentang penetapan Hari Kebaya Nasional. Dengan terbitnya Keppres tersebut, Kowani berkomitmen untuk terus menggaungkan dan mensosialisasikan baju kebaya baik ditingkat nasional maupun internasional.

Menurut Giwo, kebaya dalam dinamika sejarahnya memiliki makna dan filosofi yang berubah – ubah sesuai dengan kebutuhan jaman, yang dipengaruhi oleh situasi politik, adat, budaya, gaya hidup, tren maupun keinginan pribadi. Bentuknya yang sederhana dapat disebut sebagai wujud kesederhanaan masyarakat Indonesia.

“Jaman dahulu kebaya hanya digunakan oleh Wanita bangsawan. Namun kurun tahun 1945 hingga kini, kebaya mulai dikenakan oleh masyarakat luas di Indonesia,” lanjut Giwo.

Berdasarkan makna sejarah, filosofi, antropologi, heritage dan sebagai alat diplomasi dalam rangkaian melestarikan budaya bangsa maka kegiatan “Bangga Berkebaya” pada peringatan Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada 24 Juli  merupakan langkah yang strategis untuk mengawal anak bangsa dalam hal pendidikan, pengetahuan mereka terhadap budaya bangsa termasuk memperkanalkan kebaya secara utuh merupakan langkah penting dan mendesak.

Giwo menilai untuk melestarikan kebaya itu sendiri, dibutuhkan peran para perempuan yang tidak hanya sebagai pemakai kebaya tetapi juga bagaimana menjaga, merawat dan melestarikan eksistensi kebaya untuk ke depannya. Kebaya menjadi produk budaya yang penting untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya sehingga kebaya sebagai warisan tradisi tidak akan tersapu zaman.

Sebelumnya Ketua Penyelenggara HKN Prof. Dr. Masyitoh Chusnan dalam sambutannya mengatakan Kowani telah melakukan serangkaian kegiatan menuju puncak Hari Kebaya Nasional Juli mendatang. “Setelah melaksanakan Webinar Aku dan Kebaya pada tanggal 10 Mei 2024 yang lalu, hari ini Kowani melalui Divisi Side Event Panitia HKN 2024 menyelenggarakan Talk Show dan Parade Kebaya dengan tema Perempuan dan Warisan Tradisi Kebaya,” kata Prof Masyitoh.

Kegiatan kali ini digelar secara hybrid dengan peserta berasal dari berbagai organisasi perempuan di Indonesia. Tercatat lebih dari 1000 peserta bergabung baik secara daring maupun luring.

Kegiatan Talk Show Kebaya menghadirkan 4 pembicara yakni Ketua MWA USU, Dr. Nurmala Kartini Syahrir yang membawakan tema Perspektif Kebaya Sebagai Identitas Bangsa Indonesia, Dekan Fakultas Sejarah UI Dr Bondan Kanumoyoso yang membawakan topik  Perspektif Kebaya dari Akademisi, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Dr. Itje Chodidjah, MA yang membawakan topik Perspektif Kebaya oleh Pemerintah, dan Dosen FIB UI, Ir. Indiah Marsaban, MBA dengan topik Perspektif Kebaya Mewakili Komunitas Pecinta Kebaya Indonesia. Sedang Parade Kebaya dilakukan oleh PPWN Pimpinan Etty Nafis, Designer Kebaya Nasional.

https://menara62.com/buka-resmi-talk-show-dan-parade-kebaya-menteri-bintang-kebaya-adalah-jati-diri-perempuan-indonesia/

Peringati Hari Kartini, YHI – Kowani resmikan Masjid Wanitatama dan peluncuran buku

Yayasan Hari Ibu (YHI) – Kowani menyelenggarakan seremoni Peringatan Hari Kartini pada Rabu 24 April 2024 di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, dengan mengambil tema “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya.”

Peringatan Hari Kartini kali ini disertai dengan beberapa agenda yang tidak kalah penting dari seremoni Hari Lahir Kartini itu sendiri, karena masih ada kaitannya dengan Spirit Kartini yaitu mengenai perempuan dan pemajuan perempuan dalam berbagai bidang.

Agenda yang dipadatkan dalam satu rangkaian acara tersebut berupa: Peresmian Pembangunan Masjid Wanitatama, serta Peluncuran Buku yang diterbitkan oleh Indonesia Women Center YHI-Kowani berjudul “Potret Kekerasan Terhadap Perempuan, Antara Kebijakan dan Kenyataan: Sebuah Catatan Lapangan” Seri Pertama.

Sejak diawali Peletakan Batu pertama Masjid pada 15 Desember 2023 pembangunan Masjid Wanitatama dibentuklah Tim Panitia pembangunan yang di Ketuai oleh Ibu Hj. Titik Priono.

Pembangunan Masjid ini sangatlah dinantikan, sebab tidak hanya merupakan sarana tempat ibadah.

Namun Masjid yang digagas oleh para perempuan ini akan memiliki program-program untuk pemuliaan harkat perempuan.

Masjid Wanitatama, nantinya akan banyak bersinergi dengan Indonesia Women Center sehingga Masjid tersebut dapat difungsikan sebagai sarana sosialisasi akan pentingnya peran perempuan sekaligus sebagai wadah untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan.

Masyarakat pun dapat mengakses bantuan pendampingan, konseling, dan pemberdayaan perempuan dari Indonesia Women Center, melalui Masjid Wanitatama.

Peresmian Masjid Wanitatama ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemecahan gentong pungkalasa berisi bunga oleh Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.

Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama dikemas dengan apik dan menarik. “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” sebagai tema acara, digaungkan dengan lantang dalam pembacaan kumpulan Surat-Surat Kartini secara bergantian oleh beberapa perwakilan anggota organisasi perempuan yang hadir pada acara tersebut.

“Bangga Berbudaya” dalam acara ini pun dipermanis dengan adanya Parade Kebaya yang disertai dengan narasi tentang Batik dan Kebaya.

Peringatan Hari Kartini 24 April 2024 “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” terselenggara atas kerjasama dan kolaborasi YHI-Kowani dengan beberapa pihak, antara lain Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, serta Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DIY.

Dengan adanya beberapa agenda acara pada Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, 24 April 2024 diharapkan agar perempuan Indonesia masa kini semakin berbudaya – serta berdaya, khususnya dalam pengambilan suatu keputusan.

Raden Ajeng Kartini sendiri lahir di Jepara, 21 April 1879. Kartini merupakan sosok perempuan yang bercita-cita memerdekakan perempuan dari belenggu patriarki yang berakar kuat di masyarakat.

Belenggu patriarki yang menganggap perempuan sebagai ‘kanca wingking’ tersebut menyebabkan perempuan dibatasi peranannya hanya di ranah domestik saja dan tidak bisa mengakses pendidikan seperti laki-laki.

Oleh karena itu, Kartini kemudian mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi. Semasa hidupnya, Kartini sangat berdedikasi pada perjuangan pemajuan perempuan melalui pendidikan.

Hasil perjuangan Kartini pun dapat dirasakan oleh perempuan Indonesia hingga saat ini, dimana perempuan Indonesia dapat mengakses pendidikan dan dapat berkarir, tidak terbatas menjadi Ibu Rumah Tangga. Maka, atas jasanya tersebut, hari lahir Kartini kemudian diperingati sebagai Hari Besar Nasional yang dirayakan setiap tahun. *

Peringati Hari Kartini, YHI – Kowani resmikan Masjid Wanitatama dan peluncuran buku

Yayasan Hari Ibu (YHI) – Kowani menyelenggarakan seremoni Peringatan Hari Kartini pada Rabu 24 April 2024 di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, dengan mengambil tema “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya.”

Peringatan Hari Kartini kali ini disertai dengan beberapa agenda yang tidak kalah penting dari seremoni Hari Lahir Kartini itu sendiri, karena masih ada kaitannya dengan Spirit Kartini yaitu mengenai perempuan dan pemajuan perempuan dalam berbagai bidang.

Agenda yang dipadatkan dalam satu rangkaian acara tersebut berupa: Peresmian Pembangunan Masjid Wanitatama, serta Peluncuran Buku yang diterbitkan oleh Indonesia Women Center YHI-Kowani berjudul “Potret Kekerasan Terhadap Perempuan, Antara Kebijakan dan Kenyataan: Sebuah Catatan Lapangan” Seri Pertama.

Sejak diawali Peletakan Batu pertama Masjid pada 15 Desember 2023 pembangunan Masjid Wanitatama dibentuklah Tim Panitia pembangunan yang di Ketuai oleh Ibu Hj. Titik Priono.

Pembangunan Masjid ini sangatlah dinantikan, sebab tidak hanya merupakan sarana tempat ibadah.

Namun Masjid yang digagas oleh para perempuan ini akan memiliki program-program untuk pemuliaan harkat perempuan.

Masjid Wanitatama, nantinya akan banyak bersinergi dengan Indonesia Women Center sehingga Masjid tersebut dapat difungsikan sebagai sarana sosialisasi akan pentingnya peran perempuan sekaligus sebagai wadah untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan.

Masyarakat pun dapat mengakses bantuan pendampingan, konseling, dan pemberdayaan perempuan dari Indonesia Women Center, melalui Masjid Wanitatama.

Peresmian Masjid Wanitatama ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemecahan gentong pungkalasa berisi bunga oleh Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.

Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama dikemas dengan apik dan menarik. “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” sebagai tema acara, digaungkan dengan lantang dalam pembacaan kumpulan Surat-Surat Kartini secara bergantian oleh beberapa perwakilan anggota organisasi perempuan yang hadir pada acara tersebut.

“Bangga Berbudaya” dalam acara ini pun dipermanis dengan adanya Parade Kebaya yang disertai dengan narasi tentang Batik dan Kebaya.

Peringatan Hari Kartini 24 April 2024 “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” terselenggara atas kerjasama dan kolaborasi YHI-Kowani dengan beberapa pihak, antara lain Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, serta Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DIY.

Dengan adanya beberapa agenda acara pada Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, 24 April 2024 diharapkan agar perempuan Indonesia masa kini semakin berbudaya – serta berdaya, khususnya dalam pengambilan suatu keputusan.

Raden Ajeng Kartini sendiri lahir di Jepara, 21 April 1879. Kartini merupakan sosok perempuan yang bercita-cita memerdekakan perempuan dari belenggu patriarki yang berakar kuat di masyarakat.

Belenggu patriarki yang menganggap perempuan sebagai ‘kanca wingking’ tersebut menyebabkan perempuan dibatasi peranannya hanya di ranah domestik saja dan tidak bisa mengakses pendidikan seperti laki-laki.

Oleh karena itu, Kartini kemudian mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi. Semasa hidupnya, Kartini sangat berdedikasi pada perjuangan pemajuan perempuan melalui pendidikan.

Hasil perjuangan Kartini pun dapat dirasakan oleh perempuan Indonesia hingga saat ini, dimana perempuan Indonesia dapat mengakses pendidikan dan dapat berkarir, tidak terbatas menjadi Ibu Rumah Tangga. Maka, atas jasanya tersebut, hari lahir Kartini kemudian diperingati sebagai Hari Besar Nasional yang dirayakan setiap tahun. *

Kowani sebut pentingnya kesetaraan gender di keluarga pada sidang PBB

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo menegaskan pentingnya kesetaraan gender dalam keluarga untuk mendorong pembangunan masyarakat dan bangsa.

“Saya percaya bahwa kesetaraan gender dalam keluarga akan membawa tiga manfaat penting. Pertama, menumbuhkan keharmonisan dan kedamaian. Kedua, meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ketiga, membantu keuangan keluarga untuk mencapai kesetaraan dan pemberdayaan yang seimbang,” kata Giwo Rubianto Wiyogo dalam keterangan, di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikannya dalam side event Commission on the Status of Women (CSW) atau Sidang Komisi Status Perempuan ke-68 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

“Ini bukan hanya tentang kesetaraan status pasangan, sehingga mereka memiliki peran yang sama dalam pengambilan keputusan atau perencanaan keluarga untuk masa depan, tetapi juga tentang berbagi tanggung jawab rumah tangga, mencari nafkah, dan pengasuhan anak di antara pasangan,” katanya.

Dikatakannya, keluarga yang kuat dan saling mendukung akan memberdayakan laki-laki dan perempuan untuk untuk mencapai aspirasi mereka bersama-sama.

Namun, menurut dia, kesetaraan gender dalam keluarga masih relatif rendah.

“Tanpa adanya kesadaran gender dalam keluarga, maka akan terjadi kurangnya saling menghormati di dalam lingkungan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Padahal keseluruhan tatanan masyarakat dimulai dari keluarga,” katanya.

Kowani terus berkolaborasi dengan pemerintah, BKKBN, CSR, dan organisasi masyarakat lainnya termasuk Aliansi Pita Putih Indonesia, dan lainnya.

“Dalam advokasi kami untuk kesetaraan gender, Kowani menggarisbawahi komitmennya di 12 bidang. Kami dengan gigih meningkatkan kesadaran akan kesetaraan gender dan memerangi diskriminasi di berbagai platform, termasuk forum W20, International Council of Women (ICW), dan ASEAN Confederation of Women’s Organizations (ACWO) Forum,” katanya.

https://www.antaranews.com/berita/4010427/kowani-sebut-pentingnya-kesetaraan-gender-di-keluarga-pada-sidang-pbb

Hadiri Perayaaan Natal KOWANI, Dirjen Ajak Wanita Kristen Jadi Agen Perubahan

Jakarta,(DBK) — Dirjen Bimas Kristen menghadiri ibadah perayaan Natal Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di Gedung KOWANI, Jl. Imam Bonjol Jakarta pada Rabu (11/01/2023). Ibadah perayaan Natal KOWANI mengadopsi tema Natal Nasional : “Maka Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Matius 2:12) dan sub tema : “Berjalan dalam TerangNya yang Ajaib, Membawa Pengharapan dan Sukacita bagi Ibu Bangsa”.

Perenungan Firman Tuhan yang dilayani oleh Pdt. Marlene Joseph mengajak jemaat untuk memaknai kembali peristiwa Natal yang berharga; menentukan kehidupan manusia yang dimulai dengan sebuah kesederhanaan.

“Allah yang luar biasa hadir dengan cara yang sederhana dan dibalik kesederhanaan ada sesuatu yang luar biasa. Dari kesederhanaan yang ada pada kita, Allah sedang berkarya untuk sesuatu yang luar biasa,” terang Pdt. Marlene.

Dari laporan Ketua Panitia Natal, dapat diketahui KOWANI telah melaksanakan bakti sosial untuk pemulung di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, serta persekutuan tuna netra di Jakarta Timur, Kampung Kerang Cilincing dan daerah-daerah lainya.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya kepada jemaat yang hadir.

“Sebagai Direktur Jenderal wanita, saya bersyukur dan bangga telah berada di tengah-tengah wanita hebat, di dalam forum hebat dan di dalam acara yang dirancang hebat ini,” ucap Dirjen.

Lebih lanjut, Dirjen katakan bahwa secara organisasi KOWANI telah berusia tua melampaui usia Republik ini. Derap langkah KOWANI telah merambah diberbagai sektor kehidupan dan bidang, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, supremasi hukum, kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, HAM, kesetaraan dan keadilan gender, serta turut menjaga harkat martabat bangsa. Tidak ada yang meragukan dan tidak ada pula yang mempertanyakan legasi dan peranannya.

“KOWANI terbukti secara konsisten menjaga dengan baik budaya luhur dan kewajiban asasi utama wanita Indonesia dalam rangka menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan jati diri dan kebangsaannya,” kata Dirjen.

“Wanita adalah rahim peradaban, ditangan para wanita kita menaruh harapan terbentuknya generasi penerus harapan bangsa. Kita percaya bahwa para wanita yang tergabung di dalam wadah KOWANI ini bisa menumbuhkan rasa saling pengertian sehingga terjalin keseimbangan antar generasi. Sebagai perempuan Kristen mari kita tingkatkan potensi diri sehingga bisa menjadi agen perubahan, menjadi teladan bagi perempuan lainnya”, pungkasnya.

Buka Resmi ACWO Forum and Expo 2023, Wapres Sebut Organisasi Perempuan Miliki Peran Strategis Majukan ASEAN

JAKARTA, MENARA62.COM – Asean Confederation Of Woman’s Organization (ACWO) Forum and Expo 2023 resmi dibuka oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Selasa (24/10/2023). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Smesco Jakarta tersebut dihadiri oleh Presiden ACWO Dr Cecilia M Dy, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, Ketua Panitia ACWO Forum and Expo Hadriani Uli Silalahi dan lainnya.

ACWO Forum and Expo 2023 tersebut melibatkan delegasi dari 10 negara anggota ASEAN, satu negara observer yakni Timor Leste, 3 negara anggota W20 yakni Rusia, India dan Italia serta 1000 peserta perwakilan organisasi dan komunitas perempuan.

Melalui video, Wapres dalam sambutannya mengatakan perempuan memegang peran penting dalam memajukan dan menyejahterakan negara anggota ASEAN dan di kawasan ASEAN. Melalui wadah organisasi forum, perempuan dapat berkontribusi dengan cara saling bertukar pengetahuan, pemikiran dan pengalaman serta memperkuat persahabatan dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan yang menghambat upaya tersebut.

“Kerja sama juga mesti diperkuat untuk memastikan kesetaraan akses yang dimiliki perempuan terhadap pendidikan, kesempatan bekerja dan berusaha, maupun fasilitas kesehatan,” kata Wakil Ma’ruf Amin.

Dalam forum yang diselenggarakan oleh KOWANI tersebut, Wapres memberikan apresiasi atas konsistensi dalam memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan perempuan, mengingat organisasi perempuan adalah mitra penting pemerintah dalam menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan secara berkelanjutan di kawasan dan di dunia. Organisasi perempuan berada pada garda terdepan dalam pengarusutamaan isu-isu keadilan gender, serta implementasi kebijakan terkait pemberdayaan ekonomi perempuan, pembangunan yang inklusif, serta partisipasi politik dan kepemimpinan perempuan, baik di tingkat nasional, maupun di ASEAN.

Di samping itu, Wapres menilai kemajuan perempuan merupakan hal yang vital mengingat ketangguhan perempuan saat terpaan pandemi Covid-19 dinilai menjadi penggerak roda perekonomian melalui usaha mikro, kecil dan menengah. Perempuan merupakan kunci pembangunan keluarga.

“Perempuan merawat keluarga yang merupakan fondasi bagi terbangunnya masyarakat ASEAN yang kokoh. Kaum perempuan juga memainkan peran kunci dalam mengajarkan dan menebarkan nilai-nilai moderasi kepada generasi muda, yang dimulai dari keluarga,” terangnya.

Wapres berharap kegiatan ACWO Forum and Expo 2023 dapat memberikan banyak manfaat bagi perempuan di ASEAN. “Semoga forum dan ekspo ini menjadi ajang nyata bagi pemberdayaan perempuan ASEAN, serta memperkuat kapasitas dan jaringan kerja sama pelaku UMKM di ASEAN, dan mendukung ASEAN untuk terus menjadi kawasan yang damai, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo dalam sambutannya mengatakan kegembiraannya melihat antusiasme peserta ACWO Forum and Expo 2023. Antusiasme ini antara lain bisa dilihat dari jumlah peserta yang melebihi kuota. “Dari delegasi luar negeri hadir 80 orang peserta, lalu juga dari Indonesia ada 1000 perwakilan organisasi baik anggota Kowani maupun organisasi mitra,” katanya.

Selain peluang untuk berkolaborasi antar organisasi perempuan di negara-negara ASEAN, kegiatan ACWO Forum dan Expo 2023 diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para peserta sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memotivasi para perempuan Indonesia.

Dalam rangkaian ACWO 2023 ini pihaknya juga melakukan perjanjian kerjasama dengan Italia terkait pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan. Selain itu, juga dilakukan kerjasama dengan Rusia terkait program beasiswa, yang akan dimulai pada 2024 mendatang.

“Kita juga melakukan perjanjian kerjasama antara Italia, yaitu pemberdayaan perempuan dibidang pendidikan. Dimana ada pendidikan pembuatan sepatu dan tas dari kulit. Diberikan secara gratis. Sedangkan dengan pemerintahan Rusia perempuan Indonesia diberikan kesempatan program beasiswa. Mulai 2024 ada secara regular,” kata Giwo.

Lebih lanjut Giwo menjelaskan, bahwa kegiatan yang bertema “ASEAN Matters : Epicentrum of Growth” itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan di lingkungan ASEAN.

ACWO Forum and Expo 2023 berlangsung 24-26 Oktober 2023. Selain talkshow, sejumlah agenda telah disiapkan antara lain forum diskusi, ACWO expo yang menampilkan UMKM binaan Kowani dan UMKM negara anggota ASEAN, gelar seni budaya, penanaman pohon bakau dan kunjungan wisata seputar Jakarta.

https://menara62.com/buka-resmi-acwo-forum-and-expo-2023…/

ACWO Forum & Expo

Dalam rangka Keketuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2023, KOWANI akan menyelenggarakan ACWO FORUM dan EXPO (AFE) di Jakarta pada tanggal 24, 25, dan 26 Oktober 2023, bertempat di Gedung Smesco, Jl. Gatot Subroto Kav 24, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang melibatkan UMKM ASEAN, sponsor, Pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan peluang kerja sama di masa depan antar perempuan ASEAN.

Pameran ACWO akan mencakup kegiatan berikut:

1) Pameran UMKM Indonesia. UMKM ASEAN dan UMKM Internasional,

2) Acara Kebudayaan berupa Pertunjukan Tari Indonesia, Parade Kebaya dan Fashion Show, serta Lomba Paduan Suara.

FORUM ACWO akan mencakup kegiatan berikut:

1) Forum diskusi isu-isu perempuan terkait isu Pemberdayaan Ekonomi, isu Kesehatan, isu Kesetaraan dan isu Pedesaan/Lingkungan/Energi Terbarukan.

2) Pertemuan ACWO PLUSdimana para pimpinan organisasi anggota ACWO bertemu dan bertukar pikiran dengan tokoh W20 (India, Italia, Rusia) serta tokoh ICW (Korea Selatan).

3) Kegiatan ACWO BOD (Dewan Direksi).Rapat (terbatas hanya untuk Delegasi ACWO)

4) Audiensi Delegasi ACWO kepada Sekjen ASEAN dan Ketua DPR-RI.

5) Ekskursi : Penanaman Pohon Mangrove di PLUIT, Kunjungan Tour ke Kota Tua, Museum Keramik dan Museum Wayang di Glodok, serta Audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta dan Makan Siang.

G20 Ministerial Conference for Women’s Empowerment

Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd didampingi Ketua Kowani Ibu Uli Silalahi menghadiri kegiatan G20 Ministerial Conference for Women’s Empowerment pada tanggal 2 sampai 4 Agustus di Gujarat India yang merupakan undangan dari Ministery of Women and Child development of the Republic of India.

Kowani Sosialisasikan Pengelolaan Wakaf Berbentuk Sukuk Negara

POSKOTA.CO – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Kementerian Keuangan menggelar sosialisasi Gerakan Ibu Bangsa Berwakaf untuk Wanita Indonesia melalui Sukuk Negara bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Wisma Mandiri 1, Jakarta pada Kamis (27/7/2023). Sosialisasi yang diikuti oleh lebih dari 400 anggota Kowani baik secara luring maupun daring tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof Mohammad Nuh dan Kasubdit Pengelolaan Proyek dan Aset SBSN DJPPR Kemenkeu Agus Laksono.

Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo dalam sambutannya mengatakan sosialisasi wakaf dalam bentuk sukuk negara menjadi salah satu program Kowani sebagai tindak lanjut diluncurkannya Lembaga Ibu Bangsa Berwakaf oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga pada 20 Desember 2022 lalu.

“Kami berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan, Bank Syariah Mandiri dan juga Badan Wakaf Indonesia melakukan sosialisasi, edukasi dan literasi kepada ibu-ibu anggota Kowani terkait wakaf dalam bentuk sukuk negara,” kata Giwo.

Ia mengakui wakaf menjadi istilah yang sudah sangat lekat dan dikenal oleh masyarakat luas termasuk ibu-ibu anggota Kowani. Namun pemahaman wakaf sejauh ini masih dalam bentuk wakaf bangunan, masjid, mushola, atau lahan. Padahal, wakaf dalam bentuk uang pun bisa dilakukan.

“Ibu-ibu mengenal wakaf dalam bentuk tanah, masjid, mushola, bangunan atau fisik lainnya. Tetapi wakaf dalam bentuk uang merupakan hal yang baru,” kata Giwo.

Karena itu, Kowani berkomitmen akan terus mensosialisasikan wakaf dalam bentuk uang ini lebih massif lagi. Terutama terkait pengelolaan dana wakaf dalam bentuk sukuk negara.

Menurut Giwo, wakaf dalam bentuk sukuk negara menjadi instrumen investasi yang menguntungkan baik untuk urusan dunia maupun akherat. Wakaf dalam bentuk ini juga jauh lebih fleksibel pemanfaatannya, lebih menguntungkan baik bagi pemberi wakaf maupun penerima wakaf.

Lebih dari itu, wakaf sejatinya bukan dominasi umat Islam. Wakaf berbentuk uang bisa dilakukan oleh siapa saja, juga agama apa saja. “Cash Waqaf Linked Sukuk Ritel (CWLS Ritel) SWR004 merupakan instrument investasi berbasis syariah yang disediakan dan dijamin oleh Kementerian Keuangan dan Negara untuk pembiayaan program/kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.

Sebagai organisasi federasi yang memiliki anggota 102 organisasi perempuan di tingkat pusat dan 90 juta anggota, Kowani memiliki potensi besar untuk mengumpulkan dan mengelola dana wakaf. Apalagi selama ini memang organisasi anggota Kowani sudah banyak yang memiliki dana wakaf.

Kowani Segera Jadi Nadzir Wakaf

Untuk memudahkan mengelola dana wakaf organisasi anggota, Kowani lanjut Giwo saat ini sedang dalam proses menjadi nadzir yakni pengumpul wakaf. “Persyaratan sebagai nadzir sedang kita lengkapi, insya Allah tahun ini sudah siap,” jelas Giwo.

Giwo menegaskan bahwa menjadi nadzir wakaf merupakan kesempatan dan peluang yang baik bagi Kowani. Sebab kalau sudah menjadi nadzir wakaf, Kowani dapat menginvestasikan wakaf anggotanya dalam bentuk sukuk dalam instrument SWR004 untuk meningkatkan manfaat yang diterima dan berjangka panjang,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara Kowani, Kementerian Keuangan dan BSI dalam mengedukasi masyarakat terkait wakaf sukuk negara menjadi suatu kekuatan bersama untuk terus membangun ekonomi berkelanjutan.

Ketua BWI Mohammad Nuh dalam materinya berjudul Era Baru Perwakafan: Kesejahteraan, Dakwah, Marwah dan Peradaban menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap Kowani dan BSI yang telah berinisiatif mengedukasi dan meliterasi ibu-ibu anggota Kowani terkait wakaf. Sebab sebagian besar masyarakat masih memahami wakaf sebagai pemberian dalam bentuk fisik yang nilainya besar seperti tanah, lahan, masjid dan mushola.

Padahal wakaf bisa dilakukan dalam bentuk uang. “Malah wakaf dalam bentuk uang, jumlahnya lebih fleksibel, nilainya bisa mulai dari seribu rupiah, sejuta dan seterusnya,” katanya.

Ia juga berjanji akan membantu Kowani untuk segera menjadi nadzir wakaf. Dengan menjadi nadzir maka nantinya Kowani bisa mengelola dana wakaf dari anggotanya untuk berbagai kepentingan sosial seperti santunan pendidikan anak yatim, beasiswa, santunan hari tua, pemberdayaan perempuan dan sebagainya.

Keuntungan dari wakaf uang yang dikelola dalam bentuk Sukuk Negara lanjut Nuh antara lain bahwa dana pokoknya akan tetap menjadi dana abadi. Sedang Kowani sebagai nadzir dan organisasi anggota sebagai pemberi wakaf, hanya memanfaatkan hasil dari pengelolaan dana wakaf.

Dalam kesempatan tersebut Nuh juga mengingatkan pentingnya wakaf bagi kehidupan sekarang (dunia) maupun kehidupan yang akan datang (akherat). Karena wakaf menjadi salah satu dari tiga amalan manusia yang tidak akan terputus pahalanya meski yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

“Kita bisa berwakaf untuk diri sendiri, untuk kedua orang tua kita, untuk saudara kita. Manfaatnya akan terus mengalir meski kita sudah tiada,” tambah Nuh.

Ia juga mengingatkan bahwa kematian menjadi sesuatu yang pasti akan terjadi pada setiap yang bernyawa. Dan mati bukanlah akhir dari fase kehidupan manusia, karena masih ada alam barzah hingga hari kebangkitan dan hari pembalasan. “Maka mari kita menabung banyak amal, agar perjalanan kita ke alam akherat memiliki bekal yang cukup. Dengan bekal yang cukup maka kita tidak akan menjadi seorang ‘gelandangan’ ketika saat menempuh perjalanan panjang,” tandas Nuh.

Sementara itu, Asri Natanegeri, SPV Wealth Management BSI menjelaskan wakaf yang kemudian dikelola dalam bentuk sukuk negara bisa memberikan banyak benefit. “Instrumen sukuk negara merupakan investasi yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan, dan disisi lain memberikan social impact kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini seirama dengan Kowani,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan instrumen wakaf yang dahulu hanya berbentuk bangunan atau lahan, sekarang dapat dalam bentuk uang yang kemudian disalurkan untuk kegiatan-kegiatan produktif, pembiayaan pendidikan, pertanian, pemberdayaan umat dan lainnya.

Kowani sendiri akan terus melakukan sosialisasi, edukasi dan literasi terkait wakaf sukuk negara kepada seluruh organisasi anggotanya. Harapannya, saat Kowani telah resmi menjadi nadzir, maka organisasi anggota sudah siap untuk memberikan wakaf terbaiknya yang akan dimanfaatkan dalam berbagai program pemberdayaan perempuan dan program-program kemaslahatan umat lainnya. (*)

Ibu Negara Iran Kunjungi Kowani, Bahas Peluang Kerjasama Pemberdayaan Perempuan Antar Negara

JAKARTA, MENARA62.COM – Ibu Negara Republik Islam Iran, Dr. Jamileh Alamolhoda berkunjung ke kantor Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Jakarta guna bertemu dengan para pimpinan organisasi perempuan di Indonesia, Selasa (23/5/2023). Kunjungan Isteri Presiden Iran tersebut sekaligus ingin berbagi pengalaman antar negara untuk kemajuan perempuan di dunia.

Dalam keterangan persnya, Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan Kowani sejak lama telah menjalin hubungan baik dengan para duta besar negara-negara sahabat yang bertugas di Indonesia. “Kedudukan Kowani di kancah international menjadikan saya sering berinteraksi dengan para pimpinan perempuan dari berbagai negara,” kata Giwo.

Iran menurutnya adalah negara yang sangat peduli dengan pendidikan dan perlindungan terhadap perempuan. Belum lama ini pula Ketum Kowani diundang ke Teheran pada acara Perempuan Berpengaruh se-dunia. Dari pertemuan tersebut, Ibu Negara Iran yang sangat terkesan dengan kemajuan perempuan Indonesia. Kemudian ingin berbagi bagaimana memajukan perempuan dan melindungi perempuan di seluruh dunia melalui tatap muka dengan para ketua organisasi perempuan Indonesia terutama di bawah federasi Kowani.

Dalam pertemuan tersebut disepakati kerjasama Kowani di bidang pemberdayaan perempuan dengan Iran lewat lembaga independen Goharshad.

“Jadi ada realisasi dari Direktur Goharshad, lembaga independen dari Iran yang akan bekerja sama dengan Kowani untuk membuat program-program nyata dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, baik di bidang pendidikan maupun ekonomi,” lanjut Giwo.

Usai pertemuan, akan ada kesepakatan bersama untuk merealisasikan program-program nyata yang dilakukan Indonesia melalui Kowani dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, yang bisa dilakukan di Indonesia maupun di Iran. Seperti ada pertukaran pelajar, dan pertukaran program-program. “Kita juga menyampaikan best practices yang dilakukan oleh perempuan Iran, di mana kita dapat mengambil yang baik-baik untuk dilakukan di Indonesia,” kata Jamileh pada kesempatan yang sama.

Iran juga mengusulkan agar Indonesia melalui Kowani dapat melaksanakan Kongres Kedua Perempuan Berpengaruh (Second Congress for influential Women) yang sebelumnya sudah dilakukan di Teheran, Iran.

Dalam kesempatan tersebut Ibu Negara Iran juga mengisahkan sedikit tentang sejarah didirikannya lembaga Goharshad, yang terinspirasi dari nama permaisuri yang pernah memimpin Iran di masa lampau.

“Goharshad adalah nama permaisuri yang hidup 800 tahun yang lalu. Mertua laki-laki beliau sangat berpengaruh memiliki banyak pengikut, dan dipercaya mencetuskan lahirnya Syiah, salah satu kepercayaan yang pada saat itu menimbulkan keributan antar sesama pemeluk agama Islam yang lainnya,” jelasnya.

Jamileh melanjutkan, meskipun pada saat kepemimpinan Goharshad terjadi banyak pergolakan, tetapi dia ingin supaya kejadian-kejadian yang mengikuti mertuanya tidak terjadi lagi. Goharshad adalah contoh perempuan yang memiliki karakter, kecerdasan, dan kasih sayang yang sangat tinggi. Dia berhasil mempersatukan peperangan dan perbedaan, sehingga mereka tidak lagi membunuh satu sama lain.

Lembaga Goharshad sendiri tiap tahun menyelenggarakan Goharshad Award, yakni ajang pemberian penghargaan kepada masyarakat Iran yang berprestasi. Pemberian penghargaan Goharshad yang akan berlangsung dalam waktu dekat yakni kepada para sutradara dan pembuat film yang bertema tentang perempuan.

Selama ini, Jamileh merasa bahwa perempuan di dunia selalu memiliki problematika rumah tangga, spiritualitas, dan biasanya film-film hanya menampilkan adegan-adegan tidak mendidik yang hanya mengeksploitasi perempuan untuk menarik simpati penonton.

“Kalau hanya mengeksploitasi perempuan dan bertengkar dengan laki-laki atau perempuan lain, maka tidak akan ada hasilnya, kita tidak akan mendapatkan apapun,” ujarnya.

Nantinya, akan ada pertukaran informasi dan teknologi bersama perguruan tinggi serta pertukaran pelajar dan kerja sama lain antara Kowani dan Goharshad di bidang pendidikan.

“Saya memohon kepada Kowani dengan berbagai lembaga dan organisasi untuk saling mengulurkan tangan dan bekerja sama, mari sama-sama memperjuangkan hak kita, utamanya di bidang pendidikan, dan pendidikan yang baik itu berasal dari lingkungan paling kecil yakni keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan yang baik berasal dari keluarga baik, dan akan menjadi ibu yang baik pula, karena seorang perempuan memiliki tugas besar yakni menjadi pendidik dan sekolah pertama bagi anak-anaknya.

https://menara62.com/ibu-negara-iran-kunjungi-kowani…/