Category Archives: Berita Nasional

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA

LOMBA KARYA TULIS BAGI IBU RUMAH TANGGA

JUARA I : Ulfa Ainiyah, Jumlah Nilai 224, Judul Karya Tulis “Kesetaraan Gender dalam Perkawinan dan Pola Pengasuhan Anak dalam rangka Mewujudkan Indonesia Bebas Kekerasan pada Perempuan dan Anak-anak”.

 

JUARA II : Devi Martfiana S., Jumlah Nilai 205, Judul Karya Tulis “Keluarga Fungsional, Pencetak Pribadi Berkualitas yang Mewujudkan Masyarakat Berkeadilan Gender”.

 

JUARA III : Latifah Hanim, Jumlah Nilai 201, Judul Karya Tulis “Wanita, Kesetaraan dan Peradaban”.
JUARA HARAPAN I : Cindy Riyanika Hidayah, Jumlah Nilai 200, Judul Karya Tulis “Urgensi Menumbuhkan Toleransi Fisik pada Anak Dimulai dari Keluarga pada Film My Idiot Brother”. 

JUARA HARAPAN II : Selvi Ernawati, Jumlah Nilai 192, Judul Karya Tulis “Penerapan Pendekatan Keadilan Restorarif

 

JUARA HARAPAN III : Norma Ambarwati, Jumlah Nilai 188, Judul Karya Tulis “Perbaikan Ketahanan Keluarga dengan Meningkatkan Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak Demi Kokohnya Ketahanan Nasional”.

3
TINGKAT SD

JUARA I : Nayla K. Aola J.S., Jumlah Nilai 252, Judul Karya Tulis “Cerita tentang Ibuku”.

JUARA II : Asrul G. Wanggai, Jumlah Nilai 243, Judul Karya Tulis “Ibuku Pahlawanku”.

JUARA III : Naufal M.L. Daffa, Jumlah Nilai 237, Judul Karya Tulis “Antara Aku, Bunda, dan Tuhan”.

TINGKAT SMP

JUARA I : Raden Roro Shafira N.R., Jumlah Nilai 239, Judul Karya Tulis “Ibuku Wanita Tangguh”.

JUARA II : Gabriel Marahuku, Jumlah Nilai 235, Judul Karya Tulis “Piala untuk Mama”.

JUARA III : Kheista Merdhatillah Firsa, Jumlah Nilai 232, Judul Karya Tulis “Bunda”.

TINGKAT SMA dan MAHASISWA

JUARA I : Chandra Devi Panca Oktaveni D.J., Jumlah Nilai 236, Judul Karya Tulis “Ibuku Malaikat Tak Bersayap”.

JUARA II : Sekar Ayu Larasati Hari Subagia, Jumlah Nilai 234, Judul Karya Tulis “Mamaku Inspirasiku”.

JUARA III : Amirush Shaffa, Jumlah Nilai 232, Judul Karya Tulis “Cerita tentang Ibuku”.

 

LOMBA FOTO SELFIE BAGI IBU RUMAH TANGGA DAN REMAJA PUTRI

JUARA I : Devi Martfiana @devimartfi (via twitter), Jumlah Nilai 265, Judul Foto “Mari kita #SayangiIbuDanAnak @kowani1928 Bekerja dari Rumah, Menikmati Hobi, dan Menemani Tumbuh Kembang Anak, Bekasi”.

JUARA II : Tri Asih Istiani (via facebook), Jumlah Nilai 240, Judul Foto “Mari kita #SayangiIbuDanAnak @kowani1928 Membina Jasmani Sehat Sejak Dini dan Memupuk Kebugaran Rohani Menuju Anak Indonesia yang Cerdas dan Mandiri”, Jakarta”.

JUARA III : Debby Nazzty Pratiwi @dabidabu (via instagram), Jumlah Nilai 235, Judul Foto “Mari kita #SayangiIbuDanAnak @kowani1928 Gerakan Universitas Indonesia Mengajar, Pandeglang – Banten”.

JUARA HARAPAN I : Vera Purwanti @veramuenpa (via instagram), Jumlah Nilai 210, Judul Foto “Mari kita #SayangiIbuDanAnak Perempuan Indonesia Cerdas Bahagia, Bukit Bintang – Bandung”.

JUARA HARAPAN II : Surya Ningsih @surya_sn84 (via instagram), Jumlah Nilai 202, Judul Foto “Mari kita #SayangiIbuDanAnak @kowani1928 Anak PAUD Generasi Penerus Perjuangan Bangsa Sehat Cerdas Ceria, Kundur Utara – Karimun, Kepulauan Riau”.

JUARA HARAPAN III : Tenten Erlinda (via facebook), Jumlah Nilai 189, Judul Foto “Mari kita #SayangiIbuDanAnak @kowani1928 Kala Anak Menjadi Guru bagi Orang Tua, Jakarta”.

Catatan :
1. Setiap Pemenang Lomba akan dihubungi oleh Panitia Lomba dan menerima pemberitahuan secara resmi dari Panitia Lomba.
2. Penyampaian Hadiah akan diberitahukan kemudian.
3. Pengumuman ini diterbitkan pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 melalui website resmi KOWANI di http://www.kowani.or.id, instagram/twitter @kowani1928, serta facebook Fans Page Kongres Wanita Indonesia dan facebook Humas Kowani.

Terima kasih.

Jakarta, 15 Desember 2015
Ketua Panitia Bidang Lomba
dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-87

Prof. DR. Masyitoh Chusnan, M.Ag

BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HARI IBU 2015

Jakarta, KOWANI — Bakti Sosial dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-87 22 Desember 2015 mendatang, diadakan oleh Panitia Nasional PHI didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dan KOWANI beserta organisasi wanita lainnya, di Aula Jenderal Sudirman Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (26/11).

Kegiatan yang dilaksanakan tersebut berupa rangkaian kegiatan Donor Darah, pemeriksaan Mamografi untuk deteksi kanker payudara, IVA Test untuk deteksi kanker leher rahim (serviks), dan Seminar mengenai Kanker Payudara.

Organisasi perempuan yang terlibat, antara lain Kongres Wanita Indonesia (Kowani) , OASE, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Tim Penggerak PKK, dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Adapun peserta Bakti Sosial ini berasal dari anggota tujuh organisasi perempuan tersebut.

Menteri PPPA, Prof. Yohana Yembise, dalam sambutannya mengatakan, Bakti Sosial ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sosial, baik kaum perempuan dan laki-laki, dalam memperingati Hari Ibu.

“Kami ingin peringatan Hari Ibu tidak hanya seremonial tetapi dapat memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya untuk kesehatan kaum perempuan,” ujar Ibu Yohana.

image

Adapun puncak peringatan Hari Ibu tahun ini akan diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan penyelenggara adalah Kowani dan Kementerian PPPA. Dipilihnya Kupang sebagai puncak PHI ke-87, menurut Ibu Yohana, atas arahan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Alasannya, karena perempuan dan anak di NTT perlu mendapatkan perhatian lebih. Selain itu, dengan diselenggarakan di daerah maka diharapkan peringatan Hari Ibu dapat membawa manfaat bagi masyarakat di akar rumput.

“Saya mendapat arahan dari Bapak Presiden dan Ibu Negara untuk menyelenggarakan PHI di Kupang, NTT, karena wilayah tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian besar, khususnya kepada kaum perempuan dan anak,” pungkas Ibu Yohana.

Ketua Umum PHI Ke-87, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, menyampaikan bahwa Bakti Sosial ini adalah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan jelang Hari Ibu.

image

Kegiatan lainnya yaitu Jalan Sehat, Seminar mengenai SDGs, Seminar tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, Seminar kebangsaan, Tatap Muka dan Dialog dengan tokoh pejuang perempuan atau pelaku sejarah kemerdekaan, serta Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Acara Puncak PHI.

image

Hadir pada kegiatan ini, selain para Ketua Umum organisasi wanita mitra dan anggota Kowani, juga hadir Ibu Linda Agum Gumelar selaku Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), yang menjelaskan tentang Mamografi, sebagai bagian dari upaya deteksi dini kanker payudara.

Pemeriksaan deteksi dini kanker payudara dilakukan dengan 3 metode, yaitu: Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan secara teratur sebulan sekali setelah selesai haid, Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Medis (Dokter atau Bidan), serta Mammogram.

Mammogram yang pada kegiatan Baksos ini dilakukan di Unit Mobil Mamografi, merupakan pemeriksaan radiologi menggunakan Sinar X untuk pemeriksaan payudara. Adanya gambaran mikro-klarifikasi mungkin merupakan tanda dini kanker payudara.

Selanjutnya pada kegiatan Bakti Sosial ini para peserta juga melakukan IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), yang merupakan pencegahan kanker leher rahim “See and Treat” dengan Tes IVA. Program ini bertujuan mendeteksi dini kelainan pra-kanker leher rahim pada tahap sangat awal dengan pemeriksaan IVA dan pengobatan Krioterapi (pengobatan pendinginan dengan gas dingin, dengan efek samping yang ringan dan mudah diatasi), dengan sumber daya dan sarana kesehatan sederhana.

IVA Test ini termasuk ke dalam kategori pencegahan sekunder, yaitu deteksi dini (pemeriksaan dini) secara rutin dan berkala 3 tahun sekali, yang terbaik setiap tahun, selain melalui Pap Smear yang sudah dikenal di masyarakat.
Pada kegiatan Baksos ini, pelaksanaan IVA Test dilakukan oleh Puskesmas Kramatjati, Jakarta Timur.

image

Pelaksanaan Donor Darah pada kegiatan Baksos ini, dilakukan oleh PMI DKI Jakarta dan PMI Tangerang, dengan persediaan 200 kantong darah.

image

(HUMAS KOWANI)

Peringatan Hari Ibu ke-87 Tahun 2015 di Kupang

Kota Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kehormatan sebagai tuan rumah kegiatan Nasional sepanjang bulan Desember 2015. Adapun kegiatan itu diantaranya peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Hari Ibu serta Natal Nasional 2015.

Uniknya, kesempatan ini digunakan pemerintah provinsi menjadi momen merayakan HUT NTT bersamaan dengan peringatan HKSN dan Hari Ibu pada Minggu, 20 Desember 2015. Sementara Natal Nasional akan berlangsung pada 28 Desember 2015 mendatang.

Menteri PP-PA, Ibu Yohana Yembise didampingi Ketua Umum Hari Ibu tingkat Nasional, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Dra. Erni Usboko, menjelaskan, kegiatan puncak hari Ibu di NTT sesungguhnya merupakan sejarah. Pasalnya, selama ini puncak hari Ibu berpusat di Jakarta dan NTT dinilainya membuka pintu pertama perayaan Hari Ibu di daerah. Untuk itu, dirinya mengharapkan momen ini perlu menjadi refleksi kaum perempuan di NTT untuk terus bangkit dan maju dalam mengembangkan potensi diri. Di momen hari Ibu juga, jelas Menteri Yohana, atas nama pemerintah pusat memberikan perhatian yang ditunjukkan dengan pemberian bantuan sembilan bahan pokok untuk kaum ibu yang tidak mampu. Pemerintah hadir memberikan kado cinta kasih kepada sesama yang membutuhkan bantuan.

“Ini sejarah untuk pertama kali perayaan hari ibu di luar Jakarta dan NTT sebagai provinsi pertama buka pintu. Saya berharap di Hari Ibu ini, kaum perempuan umumnya dan NTT khususnya harus bangkit,  karena perempuan punya potensi yang harus dikembangkan untuk membangun provinsi ini. Perasaan minder, tidak percaya diri harus dibuang jauh-jauh karena semua perempuan punya potensi yang sama. semua perempuan di Indonesia harus bangkit mengangkat harkat dan martabat untuk setara dengan kaum laki-laki,” jelasnya.

Sementara Ketua Umum Hari Ibu Nasional di Kupang dan juga Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo, menambahkan, penyelenggaraan Hari Ibu ke 87 ini sesungguhnya atas permintaan Presiden RI dan Ibu Negara agar diselenggarakan di wilayah Indonesia Timur. Dan sesuai arahan Presiden, maka dipilihlah Kupang, NTT sebagai tuan rumah. Kegiatan ini dengan tema, ‘Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan terjadinya lingkungan yang kondusif bagi perlindungan perempuan dan anak”. Dalam rangkaian kegiatan hari Ibu, jelas Giwo, beberapa kegiatan sudah dilakukan sejak November 2015 terutama pemutaran film mengenai perjuangan perempuan dalam menghadapi tantangan hidup. Selain itu, dilaksanakan sosialisasi tentang upaya menekan angka kematian ibu dan balita karena data menunjukkan bahwa angka kematian ibu cukup tinggi terutama di wilayah Indonesia Timur.
“Di NTT angka kematian ibu juga sangat tinggi. Makanya kita sosialisasi kita lakukan agar sama-sama berkolaborasi dengan bekerja sama menurunkan angka kematian ibu ini. Makanya saya berharap kegiatan hari ibu ini bukan hanya seremonial, tapi kegiatan penuh makna, penuh manfaat untuk keberlanjutannya tidak saja pemerintah tapi DPRD dan semua elemen terkait lainnya terutama hak-hak perlindungan terhadap ibu dan anak,” jelasnya.

93

Pembukaan HKSN & PHI ke-87 Tahun 2015 di Kupang, 20 Desember 2015

94

Bersama Tim Dokter untuk pemeriksaan IVA Test

95

Ketua Umum Kowani menyerahkan bantuan Prenagen kepada Jemaat GPIB Paulus

96

Pembagian kantong Prenagen kepada Keluarga Tidak mampu

97

Menteri PP&PA menyerahkan bantuan Prenagen kepada Jemaat GPIB Paulus

98

Giwo Rubianto Wiyogo: Bermitra

dengan Suami

Minggu, 20 Desember 2015 17:39

99

Giwo Rubianto Wiyogo

Suksesnya kegiatan Hari Ibu ke-87 tahun 2015 ini tidak lepas dari peran Ketua Umum Hari Ibu Nasional, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. Sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Nyonya Giwo, membangun komunikasi dengan semua pihak agar acara ini berjalan sukses.

Nyonya Giwo menyambut ramah saat ditemui Pos Kupang di sela-sela mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, di Gereja Paulus Kupang, Sabtu (19/12/2015). Ia antusias ketika memberikan kesannya terkait kegiatan nasional ini.

Ibu empat orang anak dan satu cucu ini menjelaskan, dalam kehidupan rumah tangga, ada dua peran yang dijalani seorang ibu, yakni bermitra dengan suami dan sama-sama mengasuh anak. “Stigma pada perempuan bahwa urusannya hanya dapur, sumur dan kasur, tidak boleh lagi. Perempuan harus menjadi poros utama dalam kehidupan di rumah tangga dan masyarakat,” kata istri Wiyanto Wiyogo ini.

“Kegiatan di daerah-daerah seperti sekarang ini (di Kupang) dimaksudkan agar kita bisa lihat keterlibatan perempuan. Kita harapkan wilayah Indonesia Timur, Tengah dan Barat harus sama baik kualitas kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Perempuan harus berani mengambil peran. Pembangunan satu wilayah itu maju kalau memperhatikan kaum perempuan. Kalau kesetaraan gender itu ada pasti pembangunannya maju,” ujar wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 6 Mei 1962 silam. (fredi hayong)

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2015/12/20/giwo-rubianto-wiyogo-bermitra-dengan-suami

KBRN, Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) RI, Yohana Yambise menjelaskan alasan mengapa peringatan Hari Ibu dirayakan di Kupang. Menurut Menteri Yohana, pada peringatan Hari Ibu ke-85 di Jakarta dirinya sempat bersama Presiden Jokowi bersama Ibu Irene dan istri Ahok. Disaat itulah ide peringatan Hari Ibu di Kupang.

“Hari Ibu ke-86 di Jakarta. Saya sempat bersama Pak Presiden, Ibu Presiden, Ibu Ahok dan beliau sampaikan Hari Ibu ke depan jangan hanya dibuat di Jakarta. Harus dibuat di daerah lainnya terutama daerah yang tertinggal. Di sini masih ada masalah,” kata Yohana, Sabtu (19/12/2015).

Jadi, jelasnya,  itulah yang menjadi konsentrasi dan disarankan ke Presiden Jokowi. Dan Ibu Irene mengatakan itu di NTT harus hadir dan merasa diperhatikan pemerintah.

“Beliau mengatakan di sana susah mendapatkan air. Sehingga saya akhirnya menyampaikan staf saya di kementerian untuk mengarahkan perhatian ke Kupang,” tuturnya.

Dan Ibu-Ibu di sini masih banyak hal yang perlu dijadikan perhatian pemerintah.

“Hari Ibu momentum bersejarah yang dibuat oleh Kaum Ibu, dan perempuan Indonesia dalam mengingat perjuangan pahlawan perempuan, sehingga muncul kebangkitan perempuan,” pungkasnya. (SAS/AKS)

Sumber foto : antara

Sumber: http://www.rri.co.id/post/berita/229844/nasional/menteri_yohana_jelaskan_alasan_peringatan_hari_ibu_di_kupang.html

4.000 Peserta Akan Hadiri

Perayaan HKSN dan Hari Ibu di

NTT

Kupang, beritalima.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur kali menjadi tuan rumah tempat penyelenggaraan dua kegiatan invent nasional, yakni Hari Kestiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Ibu tahun 2015. Berbagai persiapan dalam rangka kegiatan ini, telah dilakukan oleh panitia, baik panitia daerah maupun panitia nasional. Diperkirakan akan dihadiri peserta lebih kurang 4.000 orang dari seluruh Indonesia.

Puncak perayaan dua ivent nasional ini dilaksanakan di alun – alun rumah jabatan Gubernur NTT, Minggu (20/12). Acara puncak perayaan HKSN dan Hari Ibu diselenggarakan bersama – sama dengan HUT Nusa Tenggara Timur ke – NTT ke – 57.

Kegiata ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise serta sejumlah petinggi kementerian lainnya.

Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat jumpa pers di ruang rapat Gubernur lantai II, Kantor Gubernur NTT jalan Arif Rachman, Kamis (17/12) siang.

Menurut Lebu Raya, Presiden Jokowidodo selain menghadiri kegiatan perayaan HKSN, Hari Ibu dan HUT NTT juga akan melakukan peletakan batu pertama pembanghunan Rotiklot di Kabupaten Belu. Yang nantinya akan mengairi ratusan hektar sawah di daerah itu.

Adapun agenda kegiatan pokok puncak HKSN, yaitu pada Jumat (18/12) pukul 19.00 Wita panggung gembira Indonesia Setia Kawan di lapangan Penfui Kota Kupang. Kemudian pada Sabtu (18/12) mulai pukul 08.00 Wita, acara pelaksanaan Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial (BBKS) tingkat Nasional di lapangan Penfui, Kecamtan Maulafa. Yang dihadiri para Menteri, para Gubernur, para bupati/walikota, Jaringan Kesetiakawanan Sosial dan Mitra Kerja.

Setelah selesai acara BKKS akan dilanjutkan dengan peninjauan kegiatan bakti sosial dibeberapa tempat oleh seluruh rombongan ke Kelurahan Naimata, untuk peresmian Rutilahu secara simbolis (bantuan Kementerian Sosial). Kemudian di Kelurahan Kolhua akan dilakukan penandatanganan Prasasti Gedung Serba Guna Program Keserasian Sosial oleh Menteri Sosial untuk Kelurahan Kolhua dan Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang.

Selain itu juga akan dilakukan peresmian Waserda (bantuan dari Bumi Wilis Indonesia), peresmian Instalasi air bersih (bantuan Bumi Wilis Indonesia), persemian gedung MCK (bantuan dari PT. Wijaya Karya).

Selanjutnya Lebu Raya menjelaskan, penyelenggaraan Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilaksanakan melalui kegiatan Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) di enam kabupaten/kota yaitu Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Kota Kupang dari tanggal 13 – 19 Desember 2015.

Dimana kegiatan BBKS ini meliputi yaitu penataan kawasan lingkungan sosial terpadu, bantuan sosial, pengobatan masyarakat, donor darah, nikah massal dan pemberian akte lahir.

Menurutnya, kegiatan penataan kawasan lingkungan sosial terpadu dilaksanakan di Kelurahan Naimata dan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kegiatan – kegiatannya meliputi yaitu rehabilitasi rumah tinggal layak huni sebanyak 60 unit di Kelurahan Naimata, pembuatan MCK di kelurahan Kolhua, perbaikan instalasi di air di kelurahan Kolhua, pembuatan green house untuk sayuran bergizi.

Sedangkan kegiatan donor darah akan dilaksanakan di Lippo Mall, Kota Kupang sebanyak 500 orang pada tanggal 19 Desember 2015 mendatang. (Ang)

Sumber: http://www.beritalima.com/2015/12/17/4-000-peserta-akan-hadiri-perayaan-hksn-dan-hari-ibu-di-ntt/

 

SP Logo
Jumat, 18 Desember 2015 | 07:17

Kupang Tuan Rumah Acara

Puncak HKSN 2015

100

Gubernur NTT Frans Lebu Raya (YOS/Suara Pembaruan)

Kupang– Puncak acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tingkat nasional tahun 2015 akan dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan HKSN tingkat nasional ini  akan diadakan di alun- alun rumah jabatan Gubernur NTT, Jalan El Tari Kota Kupang, Minggu, (20/12) dan dihadiri 11 gubernur serta tamu dari 33 provinsi se – Indonesia.

Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, pada jumpa pers di ruang rapat Gubernur NTT, Kamis (17/12).

Frans Lebu Raya mengatakan, para gubernur yang akan menghadiri puncak peringatan HKSN 2015 itu adalah Gubernur Jawa Timur, Banten, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. “Kepastian kehadiran para gubernur itu berdasarkan hasil konfirmasi panitia,” kata Frans Lebu Raya.

Gubernur Frans Lebu Raya, menyatakan, bulan bhakti kesetiakawanan nasional HKSN penting dilaksanakan dalam membangun negeri ini. HKSN harus didukung dan didengungkan agar tetap ada dan berkelanjutan. Sehingga, tidak sekadar memperingatinya pada tanggal 20 Desember dan selesai tetapi terus berkelanjutan dan melibatkan semua pihak, baik pemerintah maupun swasta.

Frans Lebu Raya menjelaskan, kegiatan HKSN dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Ibu dan HUT NTT, yang kegiatan puncaknya akan berlangsung pada tanggal 20 Desember 2015 di alun- alun rumah jabatan gubernur. Rangkaian kegiatan HKSN sudah dimulai dengan kegiatan Tour de Timor dengan titik start di Atambua, Kabupaten Belu dan finish di Kota Kupang. “Kegiatan Hari Ibu juga mengagendakan berbagai kegiatan ibu-ibu yang akan berlangsung di Kupang,” jelas Frans Lebu Raya.

Puncak acaranya pada Senin, (28/12) di mana NTT dipercaya menjadi tuan rumah Natal Nasional. Acara itu atas permintaan Presiden Joko Widodo sendiri. Sudah pasti Presiden akan hadir pada cara tersebut, karena bertepatan dengan agenda peletakan batu pertama pembangunan bendungan Rotiklot di Atambua, Kabupaten Belu, NTT.

“Tahun ini, ada lima agenda besar yang diselenggarakan di NTT dan kita pantas memberikan apresiasi kepada Presiden atas kepeduliannya terhadap masyarakat NTT. Mari kita sukseskan hari besar di NTT,” tambah Frans Lebu Raya.

 

Yoseph A Kelen/PCN              Suara Pembaruan

Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/333108-kupang-tuan-rumah-acara-puncak-hksn-2015.html

Sarasehan Penyamaan Pandangan tentang Siaran Ramadhan 2016

Jakarta, KOWANI — Rabu, 23 Maret 2016, Pengurus Kowani menghadiri Undangan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai peserta pada kegiatan Sarasehan Penyamaan Pandangan Siaran Ramadhan 2016 dengan Tema “Mewujudkan Siaran Ramadhan Bermartabat”, bertempat di Ruang Rapat KPI Gedung Bapeten Lantai 6 Jalan Gajah Mada No.8 Jakarta Pusat.

Hadir pada acara ini, dari Kementerian Kominfo, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, KPAI, MUI, PBNU, PGRI, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia, TVRI, SCTV, RCTI, Metro TV, Global, TV One, Indosiar, RTV, Trans TV, Net TV, MNC.

Narasumber :

1. Idy Muzayyat (wakil Mketua KPI)
2. Iwan Kurniawan
3. H. Agus Mulyoto (PB NU)
4. DR. Teuku Zulkarnain (Wasekjen MUI)
5. Banarde (SCTV).

Moderator : Lily (KPI).
Undang-Undang No.32 Tahun 2002 tentang penyiaran mengamanatkan kepada KPI untuk menjamin masyarakat agar mendapatkan informasi yang layak dan benar serta mengajak lembaga penyiaran agar konsisten dalam menjalankan fungsi informasi pendidikan, hiburan, serta sebagai perekat dan kontrol sosial.

Kesimpulan dari Sarasehan Penyamaan Pandangan Siaran Ramadhan 2016 :

– Mewujudkan Siaran Ramadhan bermartabat
– Menciptakan program siaran bermartabat serta menarik
– Memberikan spirit, batasan larangan
– Memberikan sesuatu serta program yang akan ditayangkan mempunyai nilai
– Mendukung rating serta bermanfaat bagi pemirsa
– Mengamati perkembangan, memiliki parameter, menolak hal-hal yg sifatnya humor yang melecehkan
– Mewujudkan Siaran Ramadhan yang bermartabat tanpa kehilangan budaya dan harkat martabat manusia yang berbudi luhur
– Tugas MUI menjaga umat dari pemikiran radikal/brutal.

image

image

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, Ketua Umum APPI 2015-2020

Jakarta, KOWANI — Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. terpilih sebagai Ketua Umum Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) 2015-2020 pada Musyawarah Nasional (Munas) III APPI Tahun 2015 menggantikan Dr.L.P. Sunitri Widodo selaku Ketua Umum APPI.

Pada tanggal 19 – 20 Oktober 2015 APPI telah melaksanakan MUNAS III di Hotel Balairung Jakarta, dengan tema “Melalui Konsolidasi Organisasi Kita Tingkatkan KIBBLA Dan PHBS Dalam Upaya Menurunkan AKI”. MUNAS III APPI dihadiri oleh perwakilan- perwakilan dari 15 Provinsi, 14 Kabupaten/Kota, Organisasi Mitra APPI, dan APPI Pusat dengan jumlah 105 peserta. Sambutan pengarahan dan membuka acara MUNAS III secara resmi oleh Kepala BKKBN Bapak DR. Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD.

Dua Calon Ketua Umum yang diajukan dari Mitra Kerja APPI adalah DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. dan Dr. Wan Nendra, SPA. Calon Ketua Umum yang memenuhi persyaratan sesuai AD-ART, yang telah disahkan dalam Sidang Paripurna, maka MUNAS III APPI telah memilih dan menetapkan Ketua Umum APPI untuk masa bakti 2015 – 2020 secara aklamasi, yaitu DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo. M.Pd.

Dalam sambutannya, Ibu Giwo yang juga Ketua Umum Kowani mengatakan bahwa APPI memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat terkait situasi dan kondisi perempuan Indonesia saat ini.

”Kepercayaan serta kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengemban tugas yang terhormat walau tak ringan, namun saya percaya pada motivasi, kerja sama serta asas asah asih dan asuh, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Ibu Giwo menyampaikan terima kasih kepada ketua umum APPI sebelumnya. ”Beliau yang saya kasihi, sayangi, hormati, adalah mentor saya Ibu Sunitri. Beliau yang meminta saya untuk meneruskan kepemimpinannya.

Ibu Sunitri adalah pemimpin yang baik karena beliau telah menciptakan pemimpin-pemimpin baru melalui kaderisasi. Pengalaman pribadi saya juga merupakan alasan untuk mendarmabaktikan tenaga, pikiran, dan sumber daya sebagai Ketua Umum APPI,” ujarnya.

Beberapa faktor yang menyebabkan angka kematian ibu melahirkan masih tinggi antara lain malnutrisi, infeksi, terlalu sering melahirkan, terlalu banyak melahirkan, terlalu tua melahirkan, rendahnya akses ibu hamil ke layanan persalinan dan lainnya.

Ibu Giwo mengajak semua kader APPI untuk menfokuskan diri pada pekerjaan rumah (PR) utama yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) dari 359 per 100.000 kelahiran, angka yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan target MDG’s yaitu 102/100.000 kelahiran.

”Ini tentu saja harus melalui dukungan dan kerja sama semua anggota APPI. Sehingga dapat membawa kemajuan dan merealisasikan visi-misi APPI, yaitu mewujudkan keselamatan ibu dan bayi baru lahir. Karena tak sepantasnya seorang ibu meninggal justru saat membawa kehidupan baru ke dunia. Tak boleh ada lagi ibu yang meninggal sia-sia,” katanya.

”Mari kita sama-sama berkomitmen dengan memahami visi dan misi dengan mantap dan teguh, dilengkapi dengan disiplin kerja yang militan, sehingga menciptakan budaya organisasi yang bahu-membahu bekerja sama dalam konteks asah asih dan asuh. All for one, one for all, sehingga tercipta sinergitas yang optimal yang pada akhirnya menghasilkan produktivitas yang tinggi,” ucapnya.

Dia berjanji akan membangun kepemimpinan yang mampu memberikan dampak positif.

Turut hadir pada acara ini Kepala BKKBN Periode 2015-2020, Bapak Surya Chandra Surapaty yang sekaligus membuka resmi Munas III APPI tahun 2015 ini.

Acara yang didahului dengan seminar ilmiah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memahami peran serta APPI dalam upaya mengembangkan keselamatan dan kesehatan ibu, bayi dan anak ini dihadiri 150 orang peserta berikut peninjau dan undangan itu, antara lain hadir dari utusan APPI Provinsi, utusan organisasi anggota, anggota perorangan dan pengurus APPI Pusat.

 

Kepala BKKBN Periode 2015-2020, Bapak Surya Chandra Surapaty hadir pada Munas III APPI

Penyerahan Plakat oleh Ketua APPI, Dr.L.P.Sunitri Widodo pada Munas III APPI
Penyerahan Plakat oleh Ketua APPI, Dr.L.P.Sunitri Widodo kepada Kepala BKKBN Periode 2015-2020, Bapak Surya Chandra Surapaty

Ibu Giwo (Ketum Kowani) dan Bu Ery (Kabid Humas) foto bersama Ketua Umum APPI dan Kepala BKKBN
Ibu Giwo R.Wiyogo-Ketua Umum Kowani (2 dari kanan) dan Ibu Ery Simandjuntak-Kabid Humas Kowani (paling kiri) foto bersama Ketua Umum APPI dan Kepala BKKBN

Foto bersama pada Munas III APPI di Hotel Balairung, 19 Oktober 2015
Foto bersama pada Munas III APPI

*** Sekelumit tentang MUNAS III ALIANSI PITA PUTIH INDONESIA (APPI)

Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) didirikan tahun 1998, dan direvitalisasi pada tanggal 8 Mei 2002, merupakan organisasi sosial kemasyarakatan bersama dengan seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah, bekerja sama untuk melakukan percepatan penurunan AKI di Indonesia. APPI menjadi bagian dari Global White Ribbon Aliance (GWRA) berkedudukan di Washington DC dan di London dipimpin oleh President WRA yang saat ini dijabat oleh  Ms Betsy Mc Callon.

Indonesia telah berupaya mencapai target Millenium Development Goal / MDG 5 untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 102/ 100,000 kelahiran hidup. Namun hasil SDKI 2012 menunjukkan bahwa AKI meningkat dari 228/100,000 kelahiran hidup (2007) menjadi  359 / 100,000 kelahiran hidup (2012) menunjukkan peningkatan yang signifikan menjauhi target MDG 5  yang telah ditetapkan.

Fakta lainnya adalah meningkatnya jumlah pernikahan pada usia dini, kelahiran oleh remaja karena berbagai faktor seperti ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan dampak negatif dari teknologi informasi dan media sosial. UU Perkawinan No. 1 Tahun1974  yang mengijinkan pernikahan pada usia 16 tahun bagi perempuan membangkitkan tanggapan dari sudut pandang sosio-budaya dan kesehatan, dimana semua hal tersebut secara tidak langsung berdampak pada peningkatan jumlah kematian ibu melahirkan.

Serah terima kepemimpinan APPI dari Ketua Umum APPI Masa Bakti 2011 – 2015 Dr. LP Sunitri Widodo kepada Ketua Umum baru masa bakti 2015 – 2020 DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo,
M.Pd. ditandai dengan penyerahan PATAKA APPI dan laporan hasil MUNAS III Tahun 2015.

Munas III APPI memberikan kepercayaan kepada  Ketua Umum APPI yang baru sesuai Visi APPI : Terwujudnya keselamatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan (Anak), serta

Misi APPI :

  • Membangkitkan kesadaran
  • Membangun aliansi seluas-luasnya.
  • Berlaku sebagai katalisator
  • Membangun budaya peduli keselamatan ibu dan bayi baru lahir.

Sebagai anggota WRA dan sebagai Sekretariat Nasional yang mandiri, perlu dibuat langkah STRATEGIS sesuai Program Umum yaitu:

  1. Meningkatkan Komunikasi,
  2. Informasi dan Edukasi (KIE),
  3. Mengembangkan Advokasi, Memperluas Jejaring,
  4. Meningkatkan Penguatan Kapasitas,
  5. Meningkatkan Peran Remaja.

 

Beberapa  pesan dari WRA tanggal 18 Agustus 2014 saat menghadapi tepat 500 hari menjelang berakhirnya MDG’s yang akan menjadi perhatian Ketua Umum yang baru, yang menyatakan antara lain :

“As we hit the 500 day marker on August the 18th, WRA and all National Alliances are supposed to:

  1.  Commit to a strong focus of Issues for safe motherhood and newborn.
  2.  Advocate at all levels to ensure it is delivered, let’s make sure every level of the government commits to deliver their promises.
  3.  Look at MEAL / M(onitoring) E(valuating) A(ccountability) and L(earning).
  4. Take action  and  telling the stories of women in our community or highlighting the  government’s promise to mothers and newborns,
  5. Celebrate widely the impact”.

 

Untuk Program Umum
Tema – PERAN APPI: “No women should die giving birth“.

(Perempuan tidak boleh meninggal pada saat melahirkan).

Ikuti Jalan Sehat dalam rangka Hari Ibu 2015

image

Langkah Pasti Menurunkan Angka Kematian Ibu 2015

Tahukah Anda, sekitar 359 orang ibu dari tiap 100.000 kelahiran hidup di Indonesia, meninggal dunia demi melahirkan bayi dalam kandungannya?

Laporan Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Sebagai bentuk tindakan mendukung penurunan AKI, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) serta KlikDokter.com dan PRENAGEN akan mengadakan Fun Walk dan Belly Danxercise.

Pada acara ini segenap penyelenggara mengajak seluruh pihak dan pada khususnya para ibu hamil untuk turut mendukung kegiatan dengan ikut serta dalam “Fun Walk Langkah Pasti Menurunkan Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan 2015″ mendatang. Acara jalan santai dan sehat ini akan diadakan pada hari Minggu 6 Desember 2015, Jam 06.00 WIB dimulai dari depan Kantor KOWANI, Jl. Imam Bonjol No.58 Jakarta Pusat, berlanjut ke Taman Surapati, Bundaran HI, lalu berakhir di titik awal.

Mengambil kesempatan pada bulan Desember, yang merupakan momentum tepat Peringatan Hari Ibu, acara ini terbuka untuk umum tidak hanya terbatas khusus ibu hamil. Karena agenda meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan ibu hamil dan melahirkan selaras dengan tema Peringatan Hari Ibu ke-87 Tahun 2015, yakni “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak”, untuk itu tak hanya dibutuhkan peran wanita untuk merealisasikan penurunan angka kematian ibu, tapi juga semua pihak.

Kenapa Jalan Sehat?

Berjalan sehat dengan cara yang menyenangkan akan membuat tubuh sehat dan rileks sehingga ibu akan merasa lebih bahagia dalam menjalani harinya. Tak terbatas hanya ibu hamil, acara jalan sehat ini juga sebagai langkah pasti dalam usaha menurunkan angka kematian ibu hamil dan melahirkan.

Harapan kita bersama, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak di Indonesia mengenai pentingnya kesehatan dan keselamatan ibu hamil serta kandungannya.

Selain jalan sehat, bagi ibu hamil bisa juga mengikuti Belly Danxercise yang berguna untuk menjaga kebugaran fisik serta mental ibu selama menjalani kehamilan. Belly Danxercis juga melatih otot-otot yang berkaitan dengan persalinan, sehingga diharapkan proses persalinan akan lebih mudah dan lancar.

Mari bersama melangkah pasti dalam Fun Walk dan Belly Danxercise. Agar tubuh sehat, fit, dan siap untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa selanjutnya.

Pastikan Anda bergabung dan berpartisipasi dalam Fun Walk sebagai langkah pasti menurunkan AKI pada 6 Desember 2015 nanti. Untuk ibu hamil atau bagi Anda yang ingin merekomendasikan saudara/kolega yang tengah mengandung untuk bergabung, pastikan untuk mendaftarkan di sini http://bit.ly/Daftar-IbuSehatIndonesiaSehat

Pertamina Serahkan Bangunan Wisma Arimbi kepada Yayasan Hari Ibu

akarta, KOWANI — Selasa, 5 April 2016, Pertamina menyerahkan bangunan yang telah dibangun sebanyak 12 kamar kepada Yayasan Hari Ibu. Hadir dari Pertamina, Bapak Agus selaku CSR Pertamina Pusat dan Bapak Kusnesdar selaku CSR Manager Pertamina Yogya Semarang.

image

Penyerahan dilakukan oleh Bapak Agus kepada Ketua Umum KOWANI, DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, bertempat di kantor Yayasan Hari Ibu Jl. Adi Sucipto Yogyakarta, yang sekaligus meresmikan Wisma Arimbi tersebut.

image

imagePara Pengurus Yayasan Hari Ibu.