Category Archives: Berita Nasional

Webinar Aku dan Budaya

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) telah menyambut baik adanya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor: 19 Tahun 2023 Tentang Hari Kebaya Nasional sehingga pada hari ini, Jumat 10 Mei 2024 Kowani bekerjasama dengan Komunitas Kebaya Indonesia menyelenggarakan Webinar Aku dan Kebaya dengan Tema: Kebaya Untuk Merepresentasikan Jatidiri Bangsa Indonesia. Tujuannya adalah diharapkan dapat merefleksikan kesetaraan dan perjuangan emansipasi perempuan dengan tetap melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan dan ketaguhan perempuan Indonesia.

Peserta Webinar Aku dan Kebaya diikuti oleh para perempuan hebat dari organisasi, komunitas dan masyarakat umum melalui virtual. Para Narasumber terdiri dari Tim Nasional Hari Kebaya Nasional yang melakukan Riset tentang Kebaya sehingga menjadi Hari Kebaya Nasional.

Acara yang merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kebaya Nasional Tahun 2024 yang akan diselenggarakan di Istora Senayan pada tanggal 24 Juli 2024 mendatang ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.

Selain webinar Aku dan Kebaya ini akan ada kegiatan Talkshow dan Parade Kebaya serta lomba kebaya dan Kowani Expo yang akan diselenggarakan oleh Panitia hingga puncak acara Peringatan Hari Kebaya Nasional Tahun 2024 mendatang.

“Halal Bi Halal Kongres Wanita Indonesia: Memperkuat Silaturahim Pasca Idul Fitri”

Jakarta, KOMPASINDO.CO.ID – Kongres Wanita Indonesia menggelar acara Halal Bi Halal dan Amaliah Ramadhon dengan penuh semangat dan kebersamaan pada hari Selasa, 30 April 2024. Acara yang diselenggarakan secara offline dan online ini menampilkan serangkaian kegiatan yang mengangkat nilai-nilai agama dan persaudaraan, bertempat di Ruang Malahayati Kantor Pusat KOWANI Jakarta, Selasa, 30 April 2024.

Ketua Bidang Agama sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Ibu Dra Maryam Ahmad Thohary M.Pd, dalam laporannya menyampaikan rangkaian kegiatan yang digelar. Acara dibuka dengan nyanyian Indonesia Raya & Hari Ibu yang dipandu oleh Tim Humas, dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Ibu Hj. Neneng Sholihah, M.Pd, dan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ibu Dra Nurliati Ahmad.M.Pd S. Selain itu, penayangan flayer ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri juga turut menjadi bagian dari acara yang meriah ini.

Salah satu poin penting dalam acara ini adalah ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadzah Hj. Yati Priyati, MA. Kehadiran berbagai pimpinan organisasi wanita seperti IWAPI, KPAI, Dharma Wanita Persatuan, Jalasenastri, dan lainnya turut memeriahkan suasana.

Dalam sambutannya, Ibu Dra Maryam Ahmad Thohary M.Pd mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan. Tema acara “Mengaplikasikan Nilai-nilai Silaturahim Pasca Idul Fitri” menjadi pijakan bagi kewani untuk memperkuat persaudaraan dan membangun hubungan yang harmonis.

Sementara itu Ketua Umum KOWANI Ibu DR Ir Giwo Rubianto.M.Pd dalam sambutannya menyatakan, “Hari ini, kita mengadakan acara silaturahmi yaitu Halal Bi Halal dengan semangat persaudaraan yang kental. Kongres Wanita Indonesia bersama dengan 104 organisasi anggotanya merayakan Idul Fitri 1443 Hijriah tidak hanya dengan pertemuan tatap muka, tetapi juga melalui platform online, menjangkau seluruh Nusantara. Hal ini penting untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas anggota organisasi.”

Lebih lanjut, dalam upaya mempersatukan visi dan misi organisasi, Ibu DR Ir Giwo Rubianto.M.Pd menekankan pentingnya mempererat hubungan silaturahmi yang mengandung nilai kasih sayang, asih, asah, dan asuh. Tujuan bersama sebagai ibu bangsa adalah memperkuat jalinan hubungan di dalam organisasi untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Saatnya perempuan Indonesia lebih maju, berperan aktif bagi bangsa dan negara, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan negara,” tambahnya.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pembina Kongres Wanita Indonesia seperti Ibu Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si, Terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan acara ini, termasuk tim pelaksana, kesekretariatan, dan tim humas.

Kongres Wanita Indonesia berharap bahwa melalui acara ini, nilai-nilai agama dan persaudaraan yang ditanamkan dapat terus berkembang dan menjadi pijakan kuat bagi pembangunan masyarakat yang lebih baik. Acara ditutup dengan ucapan salam – salaman saling memaafkan. (Hsn)

https://kompasindo.co.id/…/halal-bi-halal-kongres…/…

Peringati Hari Kartini, YHI – Kowani resmikan Masjid Wanitatama dan peluncuran buku

Yayasan Hari Ibu (YHI) – Kowani menyelenggarakan seremoni Peringatan Hari Kartini pada Rabu 24 April 2024 di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, dengan mengambil tema “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya.”

Peringatan Hari Kartini kali ini disertai dengan beberapa agenda yang tidak kalah penting dari seremoni Hari Lahir Kartini itu sendiri, karena masih ada kaitannya dengan Spirit Kartini yaitu mengenai perempuan dan pemajuan perempuan dalam berbagai bidang.

Agenda yang dipadatkan dalam satu rangkaian acara tersebut berupa: Peresmian Pembangunan Masjid Wanitatama, serta Peluncuran Buku yang diterbitkan oleh Indonesia Women Center YHI-Kowani berjudul “Potret Kekerasan Terhadap Perempuan, Antara Kebijakan dan Kenyataan: Sebuah Catatan Lapangan” Seri Pertama.

Sejak diawali Peletakan Batu pertama Masjid pada 15 Desember 2023 pembangunan Masjid Wanitatama dibentuklah Tim Panitia pembangunan yang di Ketuai oleh Ibu Hj. Titik Priono.

Pembangunan Masjid ini sangatlah dinantikan, sebab tidak hanya merupakan sarana tempat ibadah.

Namun Masjid yang digagas oleh para perempuan ini akan memiliki program-program untuk pemuliaan harkat perempuan.

Masjid Wanitatama, nantinya akan banyak bersinergi dengan Indonesia Women Center sehingga Masjid tersebut dapat difungsikan sebagai sarana sosialisasi akan pentingnya peran perempuan sekaligus sebagai wadah untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan.

Masyarakat pun dapat mengakses bantuan pendampingan, konseling, dan pemberdayaan perempuan dari Indonesia Women Center, melalui Masjid Wanitatama.

Peresmian Masjid Wanitatama ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemecahan gentong pungkalasa berisi bunga oleh Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.

Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama dikemas dengan apik dan menarik. “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” sebagai tema acara, digaungkan dengan lantang dalam pembacaan kumpulan Surat-Surat Kartini secara bergantian oleh beberapa perwakilan anggota organisasi perempuan yang hadir pada acara tersebut.

“Bangga Berbudaya” dalam acara ini pun dipermanis dengan adanya Parade Kebaya yang disertai dengan narasi tentang Batik dan Kebaya.

Peringatan Hari Kartini 24 April 2024 “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” terselenggara atas kerjasama dan kolaborasi YHI-Kowani dengan beberapa pihak, antara lain Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, serta Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DIY.

Dengan adanya beberapa agenda acara pada Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, 24 April 2024 diharapkan agar perempuan Indonesia masa kini semakin berbudaya – serta berdaya, khususnya dalam pengambilan suatu keputusan.

Raden Ajeng Kartini sendiri lahir di Jepara, 21 April 1879. Kartini merupakan sosok perempuan yang bercita-cita memerdekakan perempuan dari belenggu patriarki yang berakar kuat di masyarakat.

Belenggu patriarki yang menganggap perempuan sebagai ‘kanca wingking’ tersebut menyebabkan perempuan dibatasi peranannya hanya di ranah domestik saja dan tidak bisa mengakses pendidikan seperti laki-laki.

Oleh karena itu, Kartini kemudian mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi. Semasa hidupnya, Kartini sangat berdedikasi pada perjuangan pemajuan perempuan melalui pendidikan.

Hasil perjuangan Kartini pun dapat dirasakan oleh perempuan Indonesia hingga saat ini, dimana perempuan Indonesia dapat mengakses pendidikan dan dapat berkarir, tidak terbatas menjadi Ibu Rumah Tangga. Maka, atas jasanya tersebut, hari lahir Kartini kemudian diperingati sebagai Hari Besar Nasional yang dirayakan setiap tahun. *

Peringati Hari Kartini, YHI – Kowani resmikan Masjid Wanitatama dan peluncuran buku

Yayasan Hari Ibu (YHI) – Kowani menyelenggarakan seremoni Peringatan Hari Kartini pada Rabu 24 April 2024 di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, dengan mengambil tema “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya.”

Peringatan Hari Kartini kali ini disertai dengan beberapa agenda yang tidak kalah penting dari seremoni Hari Lahir Kartini itu sendiri, karena masih ada kaitannya dengan Spirit Kartini yaitu mengenai perempuan dan pemajuan perempuan dalam berbagai bidang.

Agenda yang dipadatkan dalam satu rangkaian acara tersebut berupa: Peresmian Pembangunan Masjid Wanitatama, serta Peluncuran Buku yang diterbitkan oleh Indonesia Women Center YHI-Kowani berjudul “Potret Kekerasan Terhadap Perempuan, Antara Kebijakan dan Kenyataan: Sebuah Catatan Lapangan” Seri Pertama.

Sejak diawali Peletakan Batu pertama Masjid pada 15 Desember 2023 pembangunan Masjid Wanitatama dibentuklah Tim Panitia pembangunan yang di Ketuai oleh Ibu Hj. Titik Priono.

Pembangunan Masjid ini sangatlah dinantikan, sebab tidak hanya merupakan sarana tempat ibadah.

Namun Masjid yang digagas oleh para perempuan ini akan memiliki program-program untuk pemuliaan harkat perempuan.

Masjid Wanitatama, nantinya akan banyak bersinergi dengan Indonesia Women Center sehingga Masjid tersebut dapat difungsikan sebagai sarana sosialisasi akan pentingnya peran perempuan sekaligus sebagai wadah untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan.

Masyarakat pun dapat mengakses bantuan pendampingan, konseling, dan pemberdayaan perempuan dari Indonesia Women Center, melalui Masjid Wanitatama.

Peresmian Masjid Wanitatama ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemecahan gentong pungkalasa berisi bunga oleh Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.

Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta – Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama dikemas dengan apik dan menarik. “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” sebagai tema acara, digaungkan dengan lantang dalam pembacaan kumpulan Surat-Surat Kartini secara bergantian oleh beberapa perwakilan anggota organisasi perempuan yang hadir pada acara tersebut.

“Bangga Berbudaya” dalam acara ini pun dipermanis dengan adanya Parade Kebaya yang disertai dengan narasi tentang Batik dan Kebaya.

Peringatan Hari Kartini 24 April 2024 “Spirit Kartini: Bangga Berbudaya” terselenggara atas kerjasama dan kolaborasi YHI-Kowani dengan beberapa pihak, antara lain Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, serta Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DIY.

Dengan adanya beberapa agenda acara pada Peringatan Hari Kartini di Balai Shinta Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, 24 April 2024 diharapkan agar perempuan Indonesia masa kini semakin berbudaya – serta berdaya, khususnya dalam pengambilan suatu keputusan.

Raden Ajeng Kartini sendiri lahir di Jepara, 21 April 1879. Kartini merupakan sosok perempuan yang bercita-cita memerdekakan perempuan dari belenggu patriarki yang berakar kuat di masyarakat.

Belenggu patriarki yang menganggap perempuan sebagai ‘kanca wingking’ tersebut menyebabkan perempuan dibatasi peranannya hanya di ranah domestik saja dan tidak bisa mengakses pendidikan seperti laki-laki.

Oleh karena itu, Kartini kemudian mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi. Semasa hidupnya, Kartini sangat berdedikasi pada perjuangan pemajuan perempuan melalui pendidikan.

Hasil perjuangan Kartini pun dapat dirasakan oleh perempuan Indonesia hingga saat ini, dimana perempuan Indonesia dapat mengakses pendidikan dan dapat berkarir, tidak terbatas menjadi Ibu Rumah Tangga. Maka, atas jasanya tersebut, hari lahir Kartini kemudian diperingati sebagai Hari Besar Nasional yang dirayakan setiap tahun. *

Kowani dorong masyarakat tingkatkan kesalehan sosial saat Ramadhan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mendorong masyarakat untuk dapat meningkatkan kesalehan sosial khususnya pada perlindungan perempuan dan anak melalui momen Ramadhan.

“Kesalehan sosial maupun kepedulian pada sesama perlu terus ditingkatkan, terutama perlindungan pada perempuan dan anak,” ujar Giwo di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan Kowani sebagai organisasi federasi yang beranggotakan lebih dari 97 juta perempuan di Indonesia, memiliki kewajiban dalam memberikan perlindungan pada perempuan dan juga anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Bukan hanya tanggung jawab negara saja yang memiliki kewajiban memberikan perlindungan, tetapi juga kita sebagai masyarakat dan juga seorang ibu dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas serta terlindungi,” imbuh dia.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi pada berbagai lembaga seperti pondok pesantren, yayasan maupun panti asuhan terkait pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Menurut dia, tugas sebagai pengasuh panti asuhan bukan hanya memberikan makanan dan pendidikan yang cukup saja, tetapi juga membimbing anak-anak tersebut.

Sebelumnya, Kowani menyelenggarakan buka puasa bersama dengan mengundang sebanyak 100 anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya memberikan bantuan saja tetapi juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim dan anak-anak dhuafa, bahwa mereka memiliki kesempatan dan peluang untuk bisa maju dalam berbagai bidang.

“Ada banyak pihak yang siap membantu, memfasilitasi anak-anak kurang beruntung untuk bisa meraih masa depannya yang lebih gemilang. Tentu Kowani hanya salah satunya. Di luar itu kita kenal Baznas, dan lembaga lainnya,” kata Giwo.

Ketua Bidang Agama Kowani, Mariam Thahary, kegiatan Amaliyah Ramadhan pada tahun ini mengusung tema “Ramadhan Meningkatkan Kesalehan Sosial untuk Menguatkan Persaudaraan Sebangsa dan Setanah Air, kegiatan Amaliyah”. Melalui kegiatan tersebut, dia berharap dapat meningkatkan kepedulian masyarakat pada lingkungan sekitarnya.

“Amaliyah Ramadhan memberikan kesempatan kepada para pengurus dan anggota Kowani untuk menyisihkan Sebagian hartanya dalam bentuk zakat, infak dan sodaqoh (ZIS). Dana ZIS yang terkumpul tersebut kemudian disampaikan kepada mereka yang membutuhkan terutama anak yatim dan kaum dhuafa,” kata Mariam.

https://www.antaranews.com/berita/4036917/kowani-dorong-masyarakat-tingkatkan-kesalehan-sosial-saat-ramadhan

Hadiri Perayaaan Natal KOWANI, Dirjen Ajak Wanita Kristen Jadi Agen Perubahan

Jakarta,(DBK) — Dirjen Bimas Kristen menghadiri ibadah perayaan Natal Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di Gedung KOWANI, Jl. Imam Bonjol Jakarta pada Rabu (11/01/2023). Ibadah perayaan Natal KOWANI mengadopsi tema Natal Nasional : “Maka Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Matius 2:12) dan sub tema : “Berjalan dalam TerangNya yang Ajaib, Membawa Pengharapan dan Sukacita bagi Ibu Bangsa”.

Perenungan Firman Tuhan yang dilayani oleh Pdt. Marlene Joseph mengajak jemaat untuk memaknai kembali peristiwa Natal yang berharga; menentukan kehidupan manusia yang dimulai dengan sebuah kesederhanaan.

“Allah yang luar biasa hadir dengan cara yang sederhana dan dibalik kesederhanaan ada sesuatu yang luar biasa. Dari kesederhanaan yang ada pada kita, Allah sedang berkarya untuk sesuatu yang luar biasa,” terang Pdt. Marlene.

Dari laporan Ketua Panitia Natal, dapat diketahui KOWANI telah melaksanakan bakti sosial untuk pemulung di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, serta persekutuan tuna netra di Jakarta Timur, Kampung Kerang Cilincing dan daerah-daerah lainya.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya kepada jemaat yang hadir.

“Sebagai Direktur Jenderal wanita, saya bersyukur dan bangga telah berada di tengah-tengah wanita hebat, di dalam forum hebat dan di dalam acara yang dirancang hebat ini,” ucap Dirjen.

Lebih lanjut, Dirjen katakan bahwa secara organisasi KOWANI telah berusia tua melampaui usia Republik ini. Derap langkah KOWANI telah merambah diberbagai sektor kehidupan dan bidang, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, supremasi hukum, kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, HAM, kesetaraan dan keadilan gender, serta turut menjaga harkat martabat bangsa. Tidak ada yang meragukan dan tidak ada pula yang mempertanyakan legasi dan peranannya.

“KOWANI terbukti secara konsisten menjaga dengan baik budaya luhur dan kewajiban asasi utama wanita Indonesia dalam rangka menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan jati diri dan kebangsaannya,” kata Dirjen.

“Wanita adalah rahim peradaban, ditangan para wanita kita menaruh harapan terbentuknya generasi penerus harapan bangsa. Kita percaya bahwa para wanita yang tergabung di dalam wadah KOWANI ini bisa menumbuhkan rasa saling pengertian sehingga terjalin keseimbangan antar generasi. Sebagai perempuan Kristen mari kita tingkatkan potensi diri sehingga bisa menjadi agen perubahan, menjadi teladan bagi perempuan lainnya”, pungkasnya.

Kowani Pertanyakan Komitmen Pemerintah Terkait Perlindungan Perempuan dan Anak dari Bahaya Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM – Merokok adalah perilaku yang sering ditemui di lingkungan masyarakat dan dipandang wajar terutama ketika dilakukan oleh laki – laki. Namun sekarang seiring adanya perubahan sosial terjadi dalam masyarakat banyak perempuan dan anak – anak yang merokok. Padahal merokok dalam berbagai jenis dan bentuk merupakan kegiatan yang akan mengganggu kesehatan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Ir Giwo Rubianto pada Konferensi Pers dan Webinar bertema ‘Perempuan Dan Anak Membutuhkan Kebijakan Perlindungan Dari Zat Adiktif’ yang digelar di ruang Malahayati, Kantor Kowani Jakarta pada Senin (18/12/2023). Konferensi Pers dan Webinar hasil Kerjasama Kowani dengan Komnas Pengendalian Tembakau tersebut digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Ibu ke-95 tahun 2023.

Giwo mengatakan sebagai Ibu Bangsa, Kowani harus memulai membangun untuk menciptakan rumah bebas asap rokok dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar dapat melindungi perempuan yang menjadi calon ibu dan melindungi anak remaja agar tetap sehat dalam kehidupannya.

Sebagaimana kita ketahui bersama pemerintah baru saja mengesahkan UU No.17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan sebagai pengganti UU No.36 Tahun 2009. Namun, yang menjadi catatan substansi UU No.17 Tahun 2023 tidak mengatur secara komprehensif terkait dengan pengendalian zat adiktif yang mana seharusnya UU tersebut bisa menjawab problematika masalah konsumsi zat adiktif di Indonesia.

“Sayangnya, UU tersebut belum memenuhi keinginan masyarakat yang mengharapkan wajah Kesehatan Indonesia makin baik kedepan dan terbebas dari konsumsi zat adiktif,” lanjut Giwo.

Dinamika proses pembahasan Peraturan Pemerintah terkait dengan kesehatan ini jelas Giwo, masih menuai banyak pertanyaan. Mengapa hingga saat ini proses pembahasan tersebut belum juga rampung dibahas dan disahkan menjadi peraturan. Hal ini mencuat dugaan terkait adanya upaya pihak-pihak yang ingin menghambat proses berjalannya pembahasan peraturan ini. Bahkan ada intervensi dari pihak Industri yang ingin pengendalian zat adiktif dikeluarkan dari aturan tersebut.

“Jika itu benar terjadi, maka komitmen pemerintah terhadap kesehatan di Indonesia khususnya upaya pengendalian tembakau patut dipertanyakan,” tegas Giwo.

Untuk itu, Kowani bekerjasama dengan Komnas Pengendalian Tembakau mendesak komitmen pemerintah untuk memperjuangkan hak Kesehatan untuk anak dan perempuan Indonesia demi mencapai bonus demografi. “Kami mendorong upaya percepatan pembahasan dan pengesahan Peraturan Pemerintah Tentang Kesehatan,” tambahnya.

Menurut Giwo, bekerjasama dengan Komnas Pengendalian Tembakau merupakan langkah tepat bagi Kowani sebagai Ibu Bangsa dalam menjaga generasi penerus bangsa kedepan yang sehat jasmani rohani, sebagaimana amanat dari founding mother sejak 1935.

Sebelumnya, Kowani kata Giwo telah mendeklarasikan “Suara Ibu Bangsa Selamatkan Indonesia dari Hegemoni Zat Adiktif” pada tanggal 6 Juni 2023. Deklarasi tersebut membawa pesan sebagai Ibu Bangsa perlu mengingatkan bahwa konsumsi produk adiktif rokok menjadi akar masalah kesehatan bagi perempuan dan anak.

Selain itu, Kowani secara aktif juga melakukan kampanye dan edukasi secara ilmiah terkait bahaya merokok bagi perempuan dan anak. “Sebagai Ibu Bangsa, Kowani turut berperan menciptakan generasi muda yang unggul dan cerdas. Kami juga secara aktif memberikan masukan kepada pemerintah untuk mencegah meningkatkan konsumsi rokok masyarakat Indonesia,” tandas Giwo.

Berdasarkan hasil survey Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI pada Juni 2022, selama 10 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang. Pada 2021 lalu, jumlah perokok sekitar 60,3 juta jiwa, kemudian bertambah menjadi 69,1 juta jiwa pada 2022.

Anak-anak yang tinggal dengan orang tua yang tidak merokok akan tumbuh 1,5 kg lebih berat dan 0.34 cm lebih tinggi daripada mereka yang tinggal dengan orang tua perokok kronis. Ini menunjukkan bahwa perokok aktif/kronis cenderung memiliki probabilitas anak-anak pendek atau kerdil.

“Oleh karenanya, pada momentum ini kami tegaskan kembali untuk bergandengan tangan, dalam melindungi diri, orang tersayang, masyarakat dan tentunya dalam menjaga generasi emas tahun 2045 agar hidup sehat lebih lama yang terbebas dari zat adiktif rokok,” tegas Giwo.

Kowani dalam melaksanakan program kerja dari 12 bidang senantiasa bekerja sama dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Program kerja unggulan Kowani Antara lain gerakan Ibu Bangsa anti tembakau, gerakan Ibu Bangsa Percepatan Penurunan Stunting, gerakan Ibu Bangsa Anti Kekerasan terhadap perempuan dan anak, gerakan Ibu Bangsa berwakaf dan gerakan Ibu Bangsa Menolak LGBT di Indonesia.

Selain Giwo, konferensi pers “Memastikan Perlindungan Perempuan dan Anak Terjaga Dengan Baik Kesehatannya dan Kesejahteraannya” tersebut juga menghadirkan Fuad Baradja, dari Komnas Pengendalian Tembakau.

Menurut Fuad, perempuan memiliki power yang bisa mempengaruhi dunia. Karena itu, penting memberdayakan Perempuan terutama dalam konteks masalah rokok.

Webinar “Perempuan dan Anak Membutuhkan Kebijakan Perlindungan Zat Adiktif” itu sendiri menghadirkan narasumber dr Annisa Dian Harlivasari, Sp.P Pengurus Perkumpulan Dokter Paru Indonesia yang membawakan materi tentang Dampak Konsumsi Rokok pada Kehidupan Perempuan dan Anak”, lalu dr. Maria Endang Sumiwi, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI yang membawakan materi “Penanganan Stunting dari Sisi Pengendalian Konsumsi Rokok” dan Nina Samidi, Manajer Program Komnas Pengendalian Tembakau dengan materi “Perkenalan Program Transformasi Perokok untuk Percepatan Penurunan Stunting”.

https://menara62.com/kowani-pertanyakan-komitmen…/

ACWO Forum & Expo

Dalam rangka Keketuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2023, KOWANI akan menyelenggarakan ACWO FORUM dan EXPO (AFE) di Jakarta pada tanggal 24, 25, dan 26 Oktober 2023, bertempat di Gedung Smesco, Jl. Gatot Subroto Kav 24, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang melibatkan UMKM ASEAN, sponsor, Pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan peluang kerja sama di masa depan antar perempuan ASEAN.

Pameran ACWO akan mencakup kegiatan berikut:

1) Pameran UMKM Indonesia. UMKM ASEAN dan UMKM Internasional,

2) Acara Kebudayaan berupa Pertunjukan Tari Indonesia, Parade Kebaya dan Fashion Show, serta Lomba Paduan Suara.

FORUM ACWO akan mencakup kegiatan berikut:

1) Forum diskusi isu-isu perempuan terkait isu Pemberdayaan Ekonomi, isu Kesehatan, isu Kesetaraan dan isu Pedesaan/Lingkungan/Energi Terbarukan.

2) Pertemuan ACWO PLUSdimana para pimpinan organisasi anggota ACWO bertemu dan bertukar pikiran dengan tokoh W20 (India, Italia, Rusia) serta tokoh ICW (Korea Selatan).

3) Kegiatan ACWO BOD (Dewan Direksi).Rapat (terbatas hanya untuk Delegasi ACWO)

4) Audiensi Delegasi ACWO kepada Sekjen ASEAN dan Ketua DPR-RI.

5) Ekskursi : Penanaman Pohon Mangrove di PLUIT, Kunjungan Tour ke Kota Tua, Museum Keramik dan Museum Wayang di Glodok, serta Audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta dan Makan Siang.

Kowani Sosialisasikan Pengelolaan Wakaf Berbentuk Sukuk Negara

POSKOTA.CO – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Kementerian Keuangan menggelar sosialisasi Gerakan Ibu Bangsa Berwakaf untuk Wanita Indonesia melalui Sukuk Negara bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Wisma Mandiri 1, Jakarta pada Kamis (27/7/2023). Sosialisasi yang diikuti oleh lebih dari 400 anggota Kowani baik secara luring maupun daring tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof Mohammad Nuh dan Kasubdit Pengelolaan Proyek dan Aset SBSN DJPPR Kemenkeu Agus Laksono.

Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo dalam sambutannya mengatakan sosialisasi wakaf dalam bentuk sukuk negara menjadi salah satu program Kowani sebagai tindak lanjut diluncurkannya Lembaga Ibu Bangsa Berwakaf oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga pada 20 Desember 2022 lalu.

“Kami berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan, Bank Syariah Mandiri dan juga Badan Wakaf Indonesia melakukan sosialisasi, edukasi dan literasi kepada ibu-ibu anggota Kowani terkait wakaf dalam bentuk sukuk negara,” kata Giwo.

Ia mengakui wakaf menjadi istilah yang sudah sangat lekat dan dikenal oleh masyarakat luas termasuk ibu-ibu anggota Kowani. Namun pemahaman wakaf sejauh ini masih dalam bentuk wakaf bangunan, masjid, mushola, atau lahan. Padahal, wakaf dalam bentuk uang pun bisa dilakukan.

“Ibu-ibu mengenal wakaf dalam bentuk tanah, masjid, mushola, bangunan atau fisik lainnya. Tetapi wakaf dalam bentuk uang merupakan hal yang baru,” kata Giwo.

Karena itu, Kowani berkomitmen akan terus mensosialisasikan wakaf dalam bentuk uang ini lebih massif lagi. Terutama terkait pengelolaan dana wakaf dalam bentuk sukuk negara.

Menurut Giwo, wakaf dalam bentuk sukuk negara menjadi instrumen investasi yang menguntungkan baik untuk urusan dunia maupun akherat. Wakaf dalam bentuk ini juga jauh lebih fleksibel pemanfaatannya, lebih menguntungkan baik bagi pemberi wakaf maupun penerima wakaf.

Lebih dari itu, wakaf sejatinya bukan dominasi umat Islam. Wakaf berbentuk uang bisa dilakukan oleh siapa saja, juga agama apa saja. “Cash Waqaf Linked Sukuk Ritel (CWLS Ritel) SWR004 merupakan instrument investasi berbasis syariah yang disediakan dan dijamin oleh Kementerian Keuangan dan Negara untuk pembiayaan program/kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.

Sebagai organisasi federasi yang memiliki anggota 102 organisasi perempuan di tingkat pusat dan 90 juta anggota, Kowani memiliki potensi besar untuk mengumpulkan dan mengelola dana wakaf. Apalagi selama ini memang organisasi anggota Kowani sudah banyak yang memiliki dana wakaf.

Kowani Segera Jadi Nadzir Wakaf

Untuk memudahkan mengelola dana wakaf organisasi anggota, Kowani lanjut Giwo saat ini sedang dalam proses menjadi nadzir yakni pengumpul wakaf. “Persyaratan sebagai nadzir sedang kita lengkapi, insya Allah tahun ini sudah siap,” jelas Giwo.

Giwo menegaskan bahwa menjadi nadzir wakaf merupakan kesempatan dan peluang yang baik bagi Kowani. Sebab kalau sudah menjadi nadzir wakaf, Kowani dapat menginvestasikan wakaf anggotanya dalam bentuk sukuk dalam instrument SWR004 untuk meningkatkan manfaat yang diterima dan berjangka panjang,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara Kowani, Kementerian Keuangan dan BSI dalam mengedukasi masyarakat terkait wakaf sukuk negara menjadi suatu kekuatan bersama untuk terus membangun ekonomi berkelanjutan.

Ketua BWI Mohammad Nuh dalam materinya berjudul Era Baru Perwakafan: Kesejahteraan, Dakwah, Marwah dan Peradaban menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap Kowani dan BSI yang telah berinisiatif mengedukasi dan meliterasi ibu-ibu anggota Kowani terkait wakaf. Sebab sebagian besar masyarakat masih memahami wakaf sebagai pemberian dalam bentuk fisik yang nilainya besar seperti tanah, lahan, masjid dan mushola.

Padahal wakaf bisa dilakukan dalam bentuk uang. “Malah wakaf dalam bentuk uang, jumlahnya lebih fleksibel, nilainya bisa mulai dari seribu rupiah, sejuta dan seterusnya,” katanya.

Ia juga berjanji akan membantu Kowani untuk segera menjadi nadzir wakaf. Dengan menjadi nadzir maka nantinya Kowani bisa mengelola dana wakaf dari anggotanya untuk berbagai kepentingan sosial seperti santunan pendidikan anak yatim, beasiswa, santunan hari tua, pemberdayaan perempuan dan sebagainya.

Keuntungan dari wakaf uang yang dikelola dalam bentuk Sukuk Negara lanjut Nuh antara lain bahwa dana pokoknya akan tetap menjadi dana abadi. Sedang Kowani sebagai nadzir dan organisasi anggota sebagai pemberi wakaf, hanya memanfaatkan hasil dari pengelolaan dana wakaf.

Dalam kesempatan tersebut Nuh juga mengingatkan pentingnya wakaf bagi kehidupan sekarang (dunia) maupun kehidupan yang akan datang (akherat). Karena wakaf menjadi salah satu dari tiga amalan manusia yang tidak akan terputus pahalanya meski yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

“Kita bisa berwakaf untuk diri sendiri, untuk kedua orang tua kita, untuk saudara kita. Manfaatnya akan terus mengalir meski kita sudah tiada,” tambah Nuh.

Ia juga mengingatkan bahwa kematian menjadi sesuatu yang pasti akan terjadi pada setiap yang bernyawa. Dan mati bukanlah akhir dari fase kehidupan manusia, karena masih ada alam barzah hingga hari kebangkitan dan hari pembalasan. “Maka mari kita menabung banyak amal, agar perjalanan kita ke alam akherat memiliki bekal yang cukup. Dengan bekal yang cukup maka kita tidak akan menjadi seorang ‘gelandangan’ ketika saat menempuh perjalanan panjang,” tandas Nuh.

Sementara itu, Asri Natanegeri, SPV Wealth Management BSI menjelaskan wakaf yang kemudian dikelola dalam bentuk sukuk negara bisa memberikan banyak benefit. “Instrumen sukuk negara merupakan investasi yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan, dan disisi lain memberikan social impact kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini seirama dengan Kowani,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan instrumen wakaf yang dahulu hanya berbentuk bangunan atau lahan, sekarang dapat dalam bentuk uang yang kemudian disalurkan untuk kegiatan-kegiatan produktif, pembiayaan pendidikan, pertanian, pemberdayaan umat dan lainnya.

Kowani sendiri akan terus melakukan sosialisasi, edukasi dan literasi terkait wakaf sukuk negara kepada seluruh organisasi anggotanya. Harapannya, saat Kowani telah resmi menjadi nadzir, maka organisasi anggota sudah siap untuk memberikan wakaf terbaiknya yang akan dimanfaatkan dalam berbagai program pemberdayaan perempuan dan program-program kemaslahatan umat lainnya. (*)