Pertemuan Dewan Pimpinan Kowani Dengan Pimpinan Organisasi Perempuan Yang Mengajukan Menjadi Organisasi Anggota Kowani

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) merupakan lembaga musyawarah yang menjunjung tinggi kedaulatan masing-masing organisasi anggota serta berperan aktif dalam membina jaringan kerjasama dengan federasi organisasi lingkup daerah, nasional, regional dan internasional.

Pada saat telah ada beberapa Organisasi Perempuan yang ingin bergabung menjadi Organisasi Anggota Kowani. Maka untuk melaksanakan Program Umum Hasil Kongres XXV Kowani Tahun 2019 dan Keputusan Rapat Dewan Pimpinan Kowani tanggal 16 Maret 2022 maka Bidang Organisasi dan Keanggotaan menyelenggarakan Pertemuan Dewan Pimpinan Kowani Dengan Pimpinan Organisasi Perempuan Yang Mengajukan Menjadi Organisasi Anggota Kowani, Rabu, 30 Maret 2022.

Acara yang dilaksanakan secara virtual tersebut mengangkat tema: Membangun Sinergitas Program Kerja Kowani Dengan Organisasi Perempuan Yang Mengajukan Menjadi Organisasi Anggota Kowani.

Adapun 9 organisasi perempuan yang mengajukan menjadi organisasi anggota Kowani tersebut antara lain:

1. Muslimah Ahlul Bait

2. Muslimah Parmusi

3. Ikatan Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan

4. Koperasi Bushindo Perwira Nusantara

5. Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia (Persikindo)

6. Perkumpulan Perempuan Pemimpin Indonesia

7. Perkumpulan Kontraktor Pertiwi Indonesia (Perkopin)

8. Cendekiawan Perempuan Papua 9. Muslimah Al Irsyad

GREEN FAMILY BAGI KELUARGA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MEMBUAT ECO ENZYM

Bidang Pendidikan, Iptek, Seni dan Budaya Kowani menyelenggarakan Webinar dengan tema: GREEN FAMILY BAGI KELUARGA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MEMBUAT ECO ENZYM, Selasa, 29 Maret 2022.

Tujuan Webinar Pendidikan Green Family Bagi Keluarga Indonesia, melalui pendidikan dan pelatihan membuat Eco Enzym ini adalah :

1) Mengharapkan para keluarga khususnya ibu rumah tanggan dan remaja putri mempelajari dan mengetahui bahan makanan yang sehat untuk diolah bervariasi, sehingga anak anak tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan junk food yang kurang baik jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

2) Mengharapkan para keluarga Indonesia mengerti dan dapat mengolah limbah sayur dan buah buahan menjadi produk yang berguna bagi keluarga, melalui pelatihan yang diberikan melalui webinar ini.

Adapun Narasumber Webinar yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Kowani yang diwakili oleh Ketua Kowani Koordinator Bidang Dikteksbud dan Penglem Dr. Marlinda Irwanti, SE, M.Si antara lain:

1. Dr. Drs. Susianto, MKM.: Doctor in Public Health Nutrition. Scientist. President of World Vegan Organisation ( WVO) & Vegan Society of Indonesia ( VSI), dengan topik Edukasi Mengenal dan Mengolah Bahan Makanan berbasis hortikultura 2. Bapak Chandra, S.E.,M.M.: Ketua International Nature Loving Association (INLA) Belitung. dengan topik Pelatihan Membuat Eco Enzym.

W20 DI KOTA BANJARMASIN, KETUM KOWANI SEBUT PEREMPUAN MILIKI PERAN PENTING DALAM PEMULIHAN KESEHATAN PASCA PANDEMI

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo M.Pd menegaskan pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis kesehatan masyarakat. Padahal kesehatan merupakan salah satu elemen penting dari kesejahteraan.

Karena itu pada agenda Side Event ke-3 Women20 (W20) G20 Presidensi Indonesia 2022 yang berlangsung di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Giwo mengajak seluruh pihak untuk saling menguatkan guna memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat.

“Untuk memperbaiki kesehatan masyarakat, penguatan komunitas sangat diperlukan. Partisipasi aktif akan menghasilkan manfaat untuk kesejahteraan laki-laki, perempuan dan keluarga mereka, dalam upaya mendorong perbaikan kesehatan, salah satunya dengan menyediakan informasi dan edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku,” kata Giwo dalam sambutan pembukaan Side Event ke-3 Women20 di Banjarmasin, yang berlangsung 23-24 Maret 2022.

Menurut Giwo, perempuan mempunyai peranan penting dalam memelihara kesehatan keluarga, sebagai unit terkecil masyarakat. Perempuan bukan hanya sebagai pengajar utama dan pertama tapi juga penjaga utama keluarga karena mereka yang paling mengetahui situasi dan kondisi dalam rumah.

Lebih lanjut Giwo mengatakan beberapa agenda telah dibahas dalam side event ke-3 W20 tersebut. Para delegasi dari berbagai negara bersama-sama mengidentifikasikan berbagai tantangan dalam mengakses layanan kesehatan yang berfokus pada kesehatan maternal, seksual dan reproduksi dalam level kesetaraan gender, termasuk mencakup peran baik untuk laki-laki maupun perempuan.

“Upaya perbaikan kesehatan reproduksi juga harus menghasilkan langkah pasti termasuk cara meningkatkan peran laki laki dan bagaimana komunitas beradaptasi ke perilaku self care sebagai bentuk mencegah sebelum mengobati,” tambahnya.

Diakui Giwo, kesehatan merupakan investasi masa depan yang terbaik. Solidaritas global sangat penting untuk mengatasi tantangan krisis kesehatan yang saat ini dihadapi dan generasi yang akan datang.

“Kita harus beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi untuk menolong nyawa orang banyak. Penting untuk bisa bekerja sama secara effektif. Jadi kita dapat membangun masa depan yang lebih sehat dalam dunia yang inklusif dan terbarukan,” tandas Giwo.

Kowani adalah federasi terbesar organisasi Wanita Indonesia dengan sejarah panjang penguatan perempuan sejak 1928. Saat ini Kowani memiliki anggota 97 organisasi dengan lebih dari 87 juta anggota dari berbagai latar belakang. Kowani berpegang teguh pada visi dan misinya sebagai forum untuk mengumpulkan aspirasi perempuan dan melaksanakan peran mereka dalam pembangunan negara dan juga berfokus pada kesehatan keluarga untuk ketahanan dan kemakmuran.

Dalam kesempatan yang sama, Chair W20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi mengakui pandemi Covid-19 yang terjadi termasuk di Indonesia memberikan dampak yang luar biasa pada berbagai aspek kehidupan, terutama dari sisi kesehatan. Tentunya dampak pada perempuan berbeda dengan dampak yang dialami oleh laki-laki.

Sebagai engagement group dalam Presidensi G20, W20 jelas Uli Silalahi, berupaya mendorong komitmen global dalam upaya mendukung akses kesehatan yang setara.

“Misi kami dalam melakukan rangkaian acara W20 adalah membentuk 4 komitmen global yakni memberantas diskriminasi dalam memajukan inklusi ekonomi UMKM perempuan, peningkatan akses bagi perempuan perdesaan dan perempuan penyandang disabilitas, dan integrasi respon kesehatan yang setara didukung untuk diintergasikan dalam deklarasi pemimpin G20,” jelas Uli Silalahi.

Hasil dari side event ke-3 W20 ini kata Uli Silalahi, menjadi masukan penting dalam pengambilan keputusan saat pelaksanaan KTT (G20) di Bali nanti.

Sementara itu, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Lenny N. Rosalina menyebutkan selama pandemi, banyak pelayanan kesehatan terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. “Ini menjadi salah satu tantangan bagi perempuan maupun keluarga untuk mengakses layanan kesehatan selama pandemi,” katanya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menegaskan komitmennya untuk mendukung pengarusutamaan gender dan menjadikannya sebagai prioritas dalam pembangunan di Kalsel. Komitmen tersebut tidak sebatas di atas kertas (perencanaan) tetapi juga melalui berbagai aksi dan program nyata yang memberikan ruang bagi kaum perempuan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Agenda Women20 (W20) sebagai bagian dari G20 Presidensi Indonesia 2022 sebelumnya telah digelar di Likupang, Minahasa Utara dan Kota Batu Malang. Untuk side event ke-3 W20 yang digelar di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 23-24 Maret 2022 tersebut mengambil tema “Promoting Health Response to Recover Together Equality”. Pembahasan para delegasi W20 berfokus pada pentingnya promosi kesehatan untuk pemulihan bersama.

 Women20 (W20) adalah kelompok yang dibentuk resmi G20 resmi yang mempromosikan ekonomi perempuan pemberdayaan dan tata kelola ekonomi yang responsif gender di negara-negara G20. Ini adalah tahun ke enam keterlibatan W20 untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi perempuan dalam agenda G20.

W20 G20 Presidensi 2022 bertujuan untuk membangun dunia yang solid untuk berkolaborasi dan bekerjasama antar para pemimpin G20. Dalam Kepresidenan 2022, misi utama W20 Indonesia adalah untuk mempengaruhi komitmen tingkat tinggi pada agenda pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di G20, menempatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan menjadi pusat diskusi global dalam jalur pemulihan ekonomi pasca-COVID 19, mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan investasi untuk pertumbuhan inklusif.

Sedang misi khusus ini terkait dengan empat bidang prioritas W20 Indonesia, yaitu mengakhiri diskriminasi yang mengganggu partisipasi perempuan dalam perekonomian, inklusi ekonomi bagi UMKM milik perempuan, mengatasi kerentanan perempuan penyandang disabilitas dan perempuan pedesaan dan respons kesehatan yang berkeadilan gender

Identifikasi tantangan bagi perempuan untuk mengakses layanan kesehatan selama pandemi, berfokus pada kesehatan ibu dan seksual dan reproduksi 2. Identifikasi kesenjangan terkait gender dalam respons kesehatan COVID-19.

sumber link: https://menara62.com/w20-di-kota-banjarmasin-ketum…/

Kowani Usulkan dr Rubini, Tokoh Asal Mempawah, sebagai Pahlawan Nasional

JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menginisiasi usulan agar dr Rubini menjadi pahlawan nasional. Tokoh yang berasal dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat tersebut salah satu tokoh korban peristiwa Mandor pada masa penjajahan Jepang.

Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, dr. Rubini memiliki kepedulian untuk membantu dan menyelamatkan perempuan dan anak di Kabupaten Mempawah pada masa penjajahan Jepang.

Inisiasi usulan ini pun tertuang dalam seminar dr Rubini – Perintis dan Pejuang Kemerdekaan Kalimantan Barat menuju Pahlawan Nasional, Jumat, 18 Maret 2022, malam.

Giwo menilai dr Rubini pantas menyandang gelar sebagai Pahlawan Nasional. Jasa-jasa dr Rudini sangat besar bagi masyarakat Menpawah yang berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

“Peran almarhum sebagai tenaga medis yang bekerja di rumah sakit benar-benar telah memberikan dukungan besar bagi perjuangan rakyat Indonesia,” tambah Giwo.

Diakui inisiatif mengusulkan dr Rubini menjadi pahlawan nasional tercetus saat Kowani, BKOW dan Kodim menggelar kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Mempawah beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan itu, BKOW yang diketuai Dr. Erlina bersama dengan pengurus Kowani Pusat, juga melakukan sosialisasi dan edukasi tentang gerakan ibu bangsa dalam penurunan stunting.

Kemudian juga kegiatan napak tilas perjuangan dr Rubini dari RS Sungai Bangkong Pontianak, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini Mempawah, dan ke Makam Juang Mandor di Kabupaten Landak.

“Kami juga sekaligus berkunjung dan berziarah ke Mandor Juang, di mana banyak puluhan ribu orang yang dimakamkan di wilayah Mandor,” ungkapnya.

Giwo menjelaskan, di antara makam itu terdapat makam dr. Rubini. Setelah mendapati makam tersebut, para peziarah langsung melakukan penelusuran napak tilas ke tempat-tempat bersejarah.

Mencoba mempelajari peristiwa para pelaku sejarah selama masa kependudukan Jepang di Kalimantan Barat, yang telah menewaskan puluhan ribu orang.

Ternyata ditemukan fakta bahwa banyak perempuan dan anak yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual pada waktu itu.

Dari sinilah, kemudian muncul inisiatif untuk mengusulkan nama dr Rubini yang ternyata memiliki peran dan jasa yang sangat besar bagi perjuangan rakyat Kabupaten Mempawah.

Perjuangan dr. Rubini itu terbongkar di saat dia akan menyampaikan pada tokoh-tokoh dari Kalimantan Barat. Selama dr. Rubini menjabat sebagai kepala rumah sakit, telah menemukan banyak kasus kekerasan pada anak dan perempuan yang dilakukan oleh penjajah Jepang.

“Kemudian dr. Rubini bersama istrinya akhirnya tertangkap dan jatuh ke tangan Jepang. Kami masih terus menyusun kajian akademis, data-data pendukung untuk dr Rubini,” tegas Giwo.

Karena itu, di tengah perjuangan mengantarkan diterbitkannya UU PKS, Kowani sebagai federasi organisasi perempuan terbesar di Indonesia mempelopori pengangkatan dr Rubini sebagai pahlawan nasional.

“Dokter Rubini telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk perjuangan rakyat,” tukas Giwo.

Selain dr Rudini, menurut Giwo peran Amelia Rubini yakni istri dr Rubini juga sangat penting. Amelia telah menjalankan fungsinya sebagai pendamping suami dengan sangat baik.

Bupati Mempawah, Erlina melalui asisten Ekbang Kesra Kabupaten Mempawah dalam kesempatan yang sama mengungkapkan dukungannya terhadap upaya Kowani untuk mengusulkan dr Rubini sebagai pahlawan nasional.

Sosok dr. Rubini menurutnya adalah sosok dokter yang mengabdikan diri bagi masyarakat Kalbar dan Indonesia yang juga salah satu korban peristiwa Mandor pada masa penjajahan Jepang, ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

”Pemkab Mempawah telah mendirikan rumah sakit dr Rubini sebagai salah satu penghargaan kepada jasa-jasa almarhum,” katanya.

Semasa hidupnya, dr Rubini penah menjadi kepala kesehatan Rumah Sakit Sungai Bangkong Pontianak. Pada 1934, dr. Rubini datang ke Pontianak sebagai tenaga kesehatan.

Pada saat penjajahan Jepang, dr Rubini membentuk satu kelompok cendekiawan yang menentang penjajahan Jepang di tahun 1942, hingga pada akhirnya tahun 1944, dr. Rubini bersama istrinya ditangkap oleh tentara Jepang dan tidak pernah kembali.

Pemerintah kabupaten setempat mendukung dr. Rubini sosok dokter yang mengabdikan dirinya bagi masyarakat Kalimantan Barat, ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

“Pemkab Mempawah sudah menganggap beliau sebagai pahlawan nasional, dengan didirikannya rumah sakit dr. Rubini di Mempawah,” kata Erlina.

Sebagai informasi, peristiwa Mandor adalah sejarah yang sangat memilukan di Kalimantan Barat. Di mana, satu generasi terbaik, kaum terpelajar, cendekiawan gugur akibat pembantaian Jepang dan diperkirakan sekitar 21 ribu orang menjadi korban kebiadaban Jepang di masa itu.

Salah satunya yang menjadi korban yakni dr. Rubini, yang kini diabadikan menjadi nama jalan dan nama rumah sakit di Kabupaten Mempawah.

Sebelumnya, Kowani sendiri telah berhasil mengantarkan Laksamana Malahayati, tokoh pejuang asal Aceh menjadi pahlawan nasional.

Usulan kedua adalah Rohana Kudus, seorang jurnalis perempuan yang banyak berjuang untuk perjuangan rakyat Indonesia melalui tulisan-tulisannya pada zaman penjajahan Belanda.

Sumber link: https://possore.com/kowani-usulkan-dr-rubini-tokoh-asal-mempawah-sebagai-pahlawan-nasional/

Webinar Workshop Jamu II Tahun 2022 “Mendukung Jamu Goes to Unesco”

Bidang Ekonomi, Koperasi dan UKM menyelenggarakan Webinar Workshop Jamu II Tahun 2022 “Mendukung Jamu Goes to Unesco”, Jum’at (18 Maret 2022).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd dan turut dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI Hilmar Farid, Ph. D yang diwakili oleh Ibu Irina serta Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia Dwi Ranny Pertiwi,SH, M. Si.

Adapun Narasumber Webinar tersebut: Dosen Peneliti Fakultas MIPA, Universitas Cendrawasih Jayapura Drs. I Made Budi, M.Si dan Direktorat Produksi Dan Distribusi Kefarmasian, Direktorat Jenderal Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt.,M.A.R.S.

Menteri PPPA Dorong Upaya Kesetaraan Akses Energi bagi Perempuan Pedesaan

Siaran Pers Nomor: B-146/SETMEN/HM.02.04/03/2022

Jakarta (18/3) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengajak semua pihak untuk dapat bersama-sama melakukan upaya dalam rangka meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan perempuan di sektor energi. Menteri PPPA memandang bahwa perempuan merupakan pendorong utama dalam transisi energi. Oleh karena itu, kesetaraan dalam mengakses energi bagi perempuan akan memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia.

“Kita perlu memastikan perempuan bisa mengakses energi yang bersih, terbarukan, dan terjangkau, sehingga nantinya akan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini juga akan mendorong pemberdayaan ekonomi, meningkatkan kesehatan keluarga, dan memungkinkan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” ujar Menteri PPPA, dalam acara CSW 66 Side Event dengan tema “Energy Transition and Rural Women”, yang merupakan kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kongres Wanita Indonesia (Kowani), W20 Indonesia Presidency, dan UN Women Indonesia, pada Kamis (17/3) secara virtual.

Menteri PPPA menambahkan, permasalahan yang ada saat ini yaitu meski hampir separuh penduduk Indonesia dan dunia adalah perempuan, partisipasi mereka di sektor energi terbarukan masih sangat kurang.

Badan Pusat Statistik pada Februari 2021 melaporkan bahwa proporsi perempuan usia kerja yang berpartisipasi dalam angkatan kerja hanya 54 persen, dibandingkan dengan laki-laki, yaitu sebesar 82 persen. Sementara, data Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 juga menunjukkan bahwa hanya 29 persen perempuan yang memiliki ijazah pendidikan tinggi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Kemudian, ditambah juga dengan adanya glass ceiling effect (batasan bagi kaum perempuan untuk maju) yang semakin mempersulit perempuan untuk mencapai posisi pengambilan keputusan teratas.

“Ke depannya, kita harus bekerja sama untuk mendorong kepemimpinan perempuan di sektor energi terbarukan, dengan meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Menciptakan tempat kerja yang ramah perempuan, memecahkan glass ceiling, dan melanjutkan upaya pengarusutamaan gender di segala bidang pembangunan. Kita juga harus memastikan bahwa kebijakan dan aksi dalam transisi energi dapat melibatkan dan memberikan manfaat bagi perempuan dan anak perempuan,” tegas Menteri PPPA.

Menteri PPPA menambahkan, Indonesia saat ini sedang menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Energi Terbarukan. RUU ini masuk dalam daftar prioritas legislatif nasional dan diharapkan segera disahkan tahun 2022. Dalam penyusunannya, Pemerintah Indonesia akan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa isu-isu gender diakomodasi ke dalam rancangan tersebut.

Giwo Rubianto, Ketua Umum Kowani, menyampaikan bahwa energi merupakan suatu hal yang penting dalam pembangunan, dan perempuan memainkan peranan penting sebagai agen perubahan, serta pembuat keputusan.

“Pemberdayaan perempuan adalah sesuatu yang sangat penting dan harus didukung agar perempuan memiliki kemudahan dalam mengakses energi, sehingga nantinya kita bisa mencapai keberhasilan dalam melakukan transisi energi. Terutama bagi perempuan di pedesaan yang tidak terlalu bisa mendapatkan akses informasi dan pendidikan. Kita harus bisa menjembatani hal tersebut dengan memfasilitasi pendidikan mereka, serta meningkatkan pelibatan mereka dalam transisi energi ini,” ujar Giwo.

Asa Regner, UN Assistant to Secretary-General and Deputy Executive Director UN Women, juga menuturkan bahwa perempuan perlu diberikan akses untuk terlibat dalam transisi energi. “Memberikan perempuan akses kepada energi terbarukan, akan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mencapai pemberdayaan ekonomi, serta memberikan perempuan kesempatan untuk dapat terlibat dalam pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya. Namun masih terdapat banyak tantangan bagi perempuan untuk mengakses energi berkelanjutan, terutama kurangnya pendidikan dan pelatihan,” ungkapnya.

Gotelind Alber, Co-founder and Board Member of The GenderCC-Women for Climate Justice kemudian menjelaskan tentang salah satu isu di wilayah energi yaitu adanya keterbatasan keterwakilan perempuan, karena sektor ini sangat di dominasi oleh laki laki dan kemudian berdampak pada kemiskinan perempuan.

“Untuk mendukung perempuan, tidak cukup dengan hanya memberikan pelatihan, namun juga kesempatan bagi mereka untuk membangun usaha,” ujarnya. Gotelind Alber kemudian memberikan sejumlah rekomendasi antara lain, dengan memberikan komitmen penuh untuk memperhitungkan aspek gender dalam pembuatan berbagai kebijakan dan pelaksanaannya.

Lenny N. Rosalin, Deputi Bidang Kesetaraan Gender, KemenPPPA mengatakan bahwa upaya bersama dalam hal kesetaraan akses energi bagi perempuan sangat penting untuk memajukan perempuan, utamanya di wilayah pedesaan, khususnya dalam mengatasi tantangan yang dihadapi dalam transisi energi.

“Transisi energi merupakan sebuah isu global, khususnya bagi mereka yang tinggal di pedesaan. Dengan angka sekitar 3,9 miliar orang tinggal di pedesaan, yang mana separuhnya adalah perempuan, pemerintah dari berbagai negara selalu berusaha membuat kebijakan yang terbaik untuk mendorong proses transformasi, dari energi tak terbarukan dan kotor, menjadi energi terbarukan dan bersih. Begitu juga di Indonesia, sekitar 43 persen perempuan dan anak tinggal di pedesaan, dan negara kita menghadapi tantangan menghadapi bauran energi menjadi 23 persen pada tahun 2025,” ungkap Lenny.

Lenny mengatakan, diskusi pada pertemuan ini akan bermanfaat untuk membentuk kebijakan yang diharapkan dapat mengatasi isu-isu di tingkat daerah hingga global. Ia berharap jejaring konsultasi antara pemerintah maupun lembaga terkait di Indonesia dan negara lain, bisa terus berlanjut agar dapat selalu berkontribusi dalam membangun kebijakan energi yang lebih responsif gender di negaranya masing-masing.

Dian Siswarini, Co-Chair W20 Indonesia mengatakan bahwa W20 akan merujuk pada hal-hal yang dihasilkan dari pertemuan hari ini untuk mengembangkan ‘Pernyataan Bersama W20’, khususnya untuk membangun para perempuan di pedesaan. “Kami berterimakasih kepada KemenPPPA yang menginisiasi Side Event ini, dan kami akan bekerjasama dengan semua stakeholder terkait untuk memastikan semua hasil yang dicapai dari Side Event ini akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan ‘Pernyataan Bersama W20’,” ujarnya.

Webinar “MANFAAT & KHASIAT AMPUH BERBAGAI HERBAL INDONESIA SEBAGAI BAHAN BAKU ANEKA PRODUK MULTI GUNA & OBAT TRADISIONAL YANG MAMPU MENANGKAL PANDEMI”

Bidang Pendidikan, Iptek, Seni dan Budaya Kowani menyelenggarakan Webinar “MANFAAT & KHASIAT AMPUH BERBAGAI HERBAL INDONESIA SEBAGAI BAHAN BAKU ANEKA PRODUK MULTI GUNA & OBAT TRADISIONAL YANG MAMPU MENANGKAL PANDEMI” secara online, Selasa, 15 Maret 2022.

Acara yang dibuka secara resmi olleh Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd tersebut menghadirkan 4 orang narasumber antara lain:

1. Dr. Marlinda Irwanti -Poernomo, SE., MSi.: Ketua Koordinator Bidang DIKTEKSBUD & PENGLEM, KOWANI; Direktur Pasca Sarjana Universitas Sahid. Jakarta

2. Dr. Ir.Retno Sri Endah Lestari, MSc, Ph.D. : Ketua Umum ISWI (Ikatan Sarjana Wanita Indonesia); Ketua Sub Bidang IPTEK, pada Bidang DIKTEKSBUD, KOWANI

3. Dr. Rr. Dyah Eko Setyowati S.Sos, SE, MM: Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia; Ketua Sub Bidang Pendidikan, pada Bidang DIKTEKSBUD, KOWANI.

4. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.Si., M.M.,Psikolog: Guru Besar Universitas Indonesia

Acara tersebut juga disiarkan secara langsung di kanal Youtube Kowani: https://youtu.be/tAUZTQXdq7U

Side Event ke-2 W20, Ketum Kowani Ingatkan Peran Strategis Perempuan dalam Pemulihan Ekonomi Global

MALANG, MENARA62.COM – Kaum perempuan memiliki peran strategis dalam penguatan UMKM di tanah air. Melalui aksi-aksi yang kongkrit, perempuan telah memberikan kontribusi nyata mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto saat memberikan sambutan pada side event ke-2 Women 20 (W20) G20 yang digelar di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Malang, Jawa Timur Selasa (8/3) menilai pentingnya support agar pelaku UMKM dari kalangan perempuan ini dapat terus meningkatkan kontribusinya baik dalam perekonomian nasional maupun global.

“Kita memiliki sekitar 65 juta UMKM, dimana lebih dari 64 persennya merupakan perempuan dengan kontribusi sebanyak 61 persen dari perekonomian nasional,” tutur Giwo.

Salah satu kota yang mencatat jumlah UMKM perempuan yang cukup tinggi adalah Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Kota ini menurut data Pemerintah Kota Batu memiliki 14.368 UMKM, dimana 70 persen dikelola oleh perempuan. Produk terbesar yang dihasilkan pelaku UMKM Kota Batu adalah produk kerajinan, batik dan makanan.

“Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa side event kedua W20 digelar di Kota Batu, Malang. Saya bangga karena Kota Batu adalah salah satu kota di Indonesia dengan UMKM perempuan yang tinggi,” tegas Giwo.

Menurut Giwo, untuk mendorong kemajuan UMKM dari kalangan perempuan, penting bagi semua pihak baik pemerintah maupun swasta untuk terus berkolaborasi, membuat berbagai terobosan agar kontribusi UMKM dalam upaya recovery ekonomi digital juga semakin meningkat. Promosi, berbagai kegiatan penguatan adalah beberapa dukungan yang sangat dibutuhkan oleh perempuan UMKM.

Mendorong pengembangan potensi dan penguatan pengusaha perempuan di bidang ekonomi kreatif, menurut Giwo sejalan dengan visi dan misi Kowani dalam mengimplementasikan program kerjanya. Karena itu Kowani yang merupakan federasi dari 97 organisasi perempuan di Indonesia dengan 87 juta anggotanya, terus bekerja untuk perbaikan dan penguatan peran perempuan bersama dengan semua komponen pemerintah dan negara sebagai leading sector dan juga sebagai promotor.

Bagi Giwo, event Indonesia Presidensi G20 harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun strategi dan aturan guna menguatkan peran UMKM perempuan melalui berbagai upaya. “Kita juga harus memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang lebih inklusif bagi perempuan dengan mendukung transformasi ekonomi digital melalui pengembangan infrastruktur digital, konektivitas digital dan literasi digital,” tambah Giwo.

Ia berharap melalui event ini, W20 dapat membuat strategi dan aturan yang dapat menguatkan dan mensupport perempuan melalui literasi finansial digital. Inisiasi ini bisa dimulai dri Indonesia kemudian menyebar ke negara lain terutama diantara anggota G20 untuk membuat impact global positif sebagai bagian dari komitmen dan upaya untuk berkontribusi terhadap dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Chair Women 20 Indonesia Presidensi, Hadriani Uli Silalahi mengatakan W20 Presidensi Indonesia ingin mendorong komitmen para pemimpin negara untuk menempatkan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai pusat diskusi global terkait pemulihan ekonomi pasca pandemi. Mengusung tema Women Enterpreneurs as Key to Economic Inclusion, side event ke-2 W20 berlangsung selama 3 hari yakni 8-10 Maret 2022. Tema W20 itu sendiri adalah Recover Together, Equally’.

“Kita membutuhkan komitmen bersama guna mengurangi diskriminasi terhadap perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pemulihan masa pandemi Covid-19,” kata Uli.

Menurutnya, W20 Presidensi Indonesia juga ingin mendorong para pemimpin negara-negara G20 untuk membuka akses perempuan agar dapat berpartisipasi aktif pada sektor perekonomian.

“Misi utama W20 Presidensi Indonesia adalah untuk mempengaruhi komitmen tingkat tinggi yang akan dikeluarkan pada G20 Summit (Communique) agar memuat agenda pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di negara-negara G20. Apalagi, pada beberapa Kepresidenan G20 sebelumnya, fokus gender dalam keseluruhan deklarasi masih kecil, tidak pernah melebihi 8 persen,” lanjut Uli.

Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia dalam sambutannya mengatakan misi utama W20 adalah untuk mempengaruhi komitmen tingkat tinggi pada pemberdayaan perempuan dan kesetaraan untuk agenda perempuan di G20, menempatkan isu perempuan di pusat diskusi global di jalur pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

“Saat ini kita terus berupaya membangun sinergi Indonesia inklusi pada perhelatan W20 untuk mendorong pemberdayaan ekonomi inklusi dengan mendukung UMKM yang dimiliki perempuan disabilitas agar menghasilkan nilai komersil,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menekankan dua hal penting dalam mendorong UMKM perempuan. Pertama dalah support pemerintah kepada UMKM milik perempuan untuk memperkuat ekonomi Indonesia dan yang kedua adalah digitalisasi UMKM agar UMKM mampu berkembang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi indonesia. “Bersama kita harus memperkuat UMKM dan kesetaraan gender, dengan begitu kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” ujar Bintang.

Senada juga disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur sangat mendukukung keberadaan UMKM perempuan. Sebab UMKM perempuan memegang peranan dan kontribusi penting pertumbuhan ekonomi Jatim.

“Kami mensupport keberadaan UMKM perempuan yang sanggup bertahan di tengah pandemi dan semoga kita bisa recover together equally,” kata Emil.

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko menyatakan kebanggaannya bahwa Kota Batu dipilih sebagai tuan rumah side event ke-2 W20. “Kota Batu dikenal sebagai kota wisata. Di kota ini 70 persen UMKM digerakkan oleh kaum perempuan,” tandas Dewanti.

Side event ke-2 W20 yang digelar di Kota Batu selama tiga hari secara hybrid tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2022 yang jatuh tanggal 8 Maret. Bertindak sebagai host meeting adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sebelumnya kegiatan side event ke-1 W20 telah digelar di destinasi wisata Likupang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

sumber link: https://menara62.com/side-event-ke-2-w20-ketum-kowani…/