Hadiri Webinar Dharma Santhi, Menag: Kemajemukan Jadi Sendi Utama NKRI

Kemajemukan di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang selama berabad-abad telah menjadi sendi utama dalam menopang tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. Karena itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak semua elemen masyarakat untuk tanpa lelah merawat kemajemukan dengan terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan yang dilandasi sikap saling menghargai dan menghormat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama dalam sambutannya pada Webinar Dharma Santhi Hari Raya Nyepi yang berlangsung Rabu (31/3/2021). Webinar Dharma Santhi Hari Raya Nyepi bertema Dharma Santhi Menjaga Kemajemukan dan Membangun Kolaborasi Harmoni Menuju Indonesia Maju tersebut terselenggara atas kerjasama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dengan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI).

“Mari jadikan bangsa ini sebagai taman indah ragam puspa dengan menebarkan harumnya rasa persaudaranya dan wanginya ikatan kekeluargaan. Niscaya bangsa ini akan semakin maju, adil dan makmur,” kata Menag.

Menurutnya Dharma Santhi adalah cara yang diwariskan oleh pendiri bangsa agar kita semua selalu eling pada sangkaparaning dumadi serta menjadi refleksi atas kewajiban menjalankan dharmaning agama maupun dharmaning negara.

Senada juga dikemukakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga. Dalam sambutannya, Menteri Bintang yang juga menjabat sebagai Ketua WHDI tingkat propinsi Bali mengatakan kemajukan merupakan kekayaan bangsa indonesia yang dilambangkan dengan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan semangat persatuan dan kesatuan dalam perbedaan, kemajemukan adalah potensi yang harus terus dikembangkan untuk membawa Indonesia kea rah yang lebih maju.

“Esensi dari Nyepi adalah bagaimana kita menjaga kelangsungan semesta melalui ajaran yang menekankan hubungan tiga elemen penting yakni sesame manusia atau pawongan, sesala alam sekitar atau pelemahan dan sesame Tuhan atau parahyangan,” jelas Menteri Bintang.

Sementara itu Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan perayaan Nyepi sebagaimana perayaan hari keagamaan lainnya, merupakan bagian dari refleksi dan introspeksi diri yang tepat terhadap apa yang sudah kita lakukan sekaligus untuk merumuskan kembali harapan yang akan dicapai pada tahun yang akan datang.

“Karena itu, Kowani ingin memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk dapat berekspresi dan memberikan dukungan kepada anggota untuk taat menjalankan ritual agamanya. Kowani selalu berupaya bersama merayakan peringatan hari keagamaan bersama anggota Kowani,” jelas Giwo.

WHDI lanjut Giwo bergabung ke Kowani sejak 2007. Sejak saat ini WHDI terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kowani dalam berbagai kegiatan terutama terkait kegiatan keagamaan Hindu.

“Kowani menjadi federasi organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia. Saat ini kami mewadahi dan memayungi 97 organisasi wanita di Indonesia termasuk WHDI,” tambah Giwo.

Menurut Giwo, sebagai bangsa yang plural dan multikulturan, Indonesia telah memperlihatkan keseimbangan yang patut menjadi teladan bangsa lain. Peringatan Hari Raya Nyepi sekaligus mengingatkan kita akan kedudukan dan peran wanita yang sama tingginya dengan kaum pria, seperti tertera dalam kitab agama Hindu. Bahwa kedudukan wanita adalah sangat terhormat dan sejajar dengan pria. Wanita adalah partner atau pasangan yang harus mampu mengembangkan potensi dan swadarma sebagai ibu bangsa untuk melahirkan generasi penerus yang beralahlak mulia, cerdas, santun, berkepribadian, takwa dan berbudi pekerti luhur.

Peringatan Hari Raya Nyepi bersama Kowani kali ini merupakan yang kedua kalinya. “Tahun 2015 kita selenggarakan secara offline, tetapi tahun ini karena ada pandemi, kita gelar secara online,” kata Ketua Umum WHDI Pusat Rataya B Kentjanawathy.

“Tujuan diselenggarakannya Hari Raya Nyepi Saka adalah untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama, saling mengormati dan menumbuhkan saling toleransi sehingga menumbuhkan kedamaian,” tutup Rataya.

Webinar tersebut menghadirkan pembicara kunci Dirjen Binmas Hindu Kemenag Tri Handoko Seto.

sumber link: https://menara62.com/hadiri-webinar-dharma-santhi-menag…/

Facebook: https://www.facebook.com/photo?fbid=3733304346788422&set=pcb.3733307843454739

Bantu Sosialisasikan Program Kemenag, Kowani Gelar Bedah Buku Moderasi Beragama

Kerjasama dengan Badan Litbang Kementerian Agama, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) gelar Webinar Bedah Buku Moderasi Beragama, Senin (27/3/2021). Bedah buku tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yakni Prof Muhammad Adlin Sila, Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag, Prof Nurhayati Jamas, Guru Besar Universitas Al Azar Indonesia, dan Supriyadi, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Budha, Ditjen Bimas Budha Kemenag.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto mengatakan bedah buku Moderasi Beragama merupakan salah satu program kerja bidang keagamaan Kowani. Program ini digelar dalam rangka membantu pemerintah mensosialisasikan program-program terutama terkait kehidupan dan kerukunan beragama di Indonesia.

“Seperti kita ketahui negara akan kuat apabila ada kerukunan dalam masyarakat. Hal mendasar dari kerukunan ini adalah pengamalan ajaran agama yang moderat melalui pendidikan, toleransi, pengakuan perbedaan di antara sesama,” kata Giwo.


Moderasi beragama di Indonesia lanjut Giwo adalah bagaimana menciptakan kehidupan beragama yang berlandaskan Pancasila dan berfalsafah Bhinneka Tunggal Ika. Dalam keberagaman agama yang ada di Indonesia, perlu ditekannya bahwa perbedaan itu perlu dikelola dengan arif dan bijak sehingga kesatuan dan persatuan bangsa tetap terpelihara.


Giwo mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam proses pendidikan pertama dan utama baik dalam lingkung keluarga maupun masyarakat di sekitar lingkungannya. Dengan memberikan pemahaman yang baik terkait moderasi beragama, maka diharapkan kerukunan antar umat beragama yang didasari oleh persatuan dan kesatuan, saling menghormati dan rasa toleransi akan dapat tercipta sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang damai.


“Saya berharap webinar bedah buku moderasi beragama ini dapat memberikan pemahaman modernisasi agama melalui konteks dan alasan penting umat beragama serta langkah penting untuk mengimplementasikannya di lapangan,” katanya.


Menurut Giwo, moderasi agama adalah menjalankan agama secara moderat yakni menjalankan keyakinan agamanya dengan baik serta menghormati agama lain. Intinya bahwa setiap warga negara harus bersedia saling mendengar, belajar melatih kemampuan dan mengelola perbedaan diantara mereka dengan sikap yang tenggang rasa.

Sementara itu, Prof Adlin dalam sambutannya mewakili Prof Achmad Gunaryo, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag mengatakan bahwa pemerintah memiliki banyak kebijakan terkait sosialisasi kehidupan beragama di Indonesia. Tetapi dengan keterbatasan SDM dan dana, sosialisasi kebijakan tersebut menjadi kurang optimal menjangkau sasaran.

“Karena itu melalui Kowani yang memiliki 97 organisasi federasi dibawahnya dan 87 anggota yang menyebar di seluruh daerah, sosialisasi kebijakan pemerintah akan lebih efektif dan efisien menjangkau masyarakat luas,” katanya.

Diakui Buku Moderasi Beragama bukanlah buku baru. Buku ini disusun tahun 2019. Tetapi akibat pandemi Covid-19, sosialisasi konten buku ini menjadi tidak maksimal.

Prof Adlin mengatakan tujuan dari disusunnya buku Moderasi Beragama adalah untuk memberikan sumbangsih (pemikiran) kepada pemerintah agar setiap Kementerian/Lembaga memiliki kemampuan untuk merumuskan bagaiman mengajarkan sikap beragama yang moderat/berimbang, meneguhkan komitmen kebangsaan terhadap NKRI, menerima Pancasila sebagai dasar negara, memperkuat penerimanaan keberagaman atau kemajemukan, melestarikan pandangan dan tradisi keagamaan yang ramah budaya lokal.


Ada 4 indikator dalam moderasi beragama yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptif terhadap budaya lokal.

Prof Adlin menjelaskan dalam buku Moderasi Beragama, sengaja tidak menggunakan kata radikalisme untuk menyebutkan kelompok keras. Sebab pada dasarnya radikalism sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) tidak selamanya berkonotasi negative.

“Karena itu buku moderasi beragama menggunakan istilah istilah ekstrimisme bukan radikal,” tutup Prof Adlin.

Sementara itu Prof Masyitoh, Ketua Kowani mengatakan bedah buku Moderasi Beragama merupakan kegiatan yang penting dan strategis mengingat buku ini memuat tentang kajian konseptual moderat beragama yang meliputi berbagai teori, prinsip, landasan maupun indikator serta bagaimana pula empiric masyarakat tentang moderasi beragama. (*/fs)

sumber link: https://poskota.co/nasional/bantu-sosialisasikan-program-kemenag-kowani-gelar-bedah-buku-moderasi-beragama/

facebook: https://www.facebook.com/photo?fbid=3721039288014928&set=pcb.3721023658016491

Audiensi Ke Bina Bangda, Kowani Organisasi Binaan Kemendagri

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) sebagai organisasi federasi dari 97 organisasi tingkat nasional yang tertua dan terbesar di Indonesia serta merupakan perwakilan organisasi perempuan Indonesia di Internasional bisa mendapatkan pembinaan dari Kemendagri secara rutin, harapan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kowani, Ibu Titien Pamudji, SIP mewakili Ketua Umum Kowani saat melaksanakan melaksanakan audiensi ke Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Senin (22 Maret 2021).

Audiensi yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting tersebut Kowani diterima Ibu Sri Purwaningsih, SH, MAP selaku oleh Plh. Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI.

Selain mendapatkan pembinaan dari Kemendagri, Ibu Titien juga menyampaikan bahwa setelah audiensi ini Kowani berharap agar dapatnya kerjasama antara Kemendagri dan Kowani dimana program-program Kemendagri bisa dikerjasamakan dengan Kowani.

Turut hadir pada audiensi ini Ketua Koordinator Bidang Organisasi dan Keanggotaan dan Bidang Humas Kowani Ibu Heryana Hutabarat, S.Sos, Ketua Koordinator Bidang Politik dan Bidang Lingkungan Hidup Ir. Nita Yudi, MBA, Wasekjen Dra Widarmi Wijana dan Dra.Siti Aniroh serta Ketua Bidang OK Ir.Anggaini Purnami, Ketua Bidang Politik Dra.Corry Soekotjo,M.Si dan Ketua Bidang Humas Joice Yasmin Ansory.

Facebook: https://www.facebook.com/photo?fbid=3708670129251844&set=pcb.3708674479251409

Audiensi Kowani Kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Senin, 22 Maret 2021 – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) diterima audiensi secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Salahuddin Uno.

Audiensi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd yang sekaligus Ketua Pembina Yayasan-yayasan Kowani tersebut dilaksanakan melalui zoom meeting.

Pada kesempatan tersebut Ibu Giwo menyampaikan bahwa tujuan audiensi ini adalah untuk menjalin dan mempererat kerjasama antara Kowani dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimana program-program Kowani baik dari Bidang Ekonomi, Koperasi dan UKM Kowani maupun Bidang Pendidikan, Seni dan Budaya Kowani serta Program dari Yayasan Hari Ibu (YHI) Kowani yang sejalan dengan Kemenparekraf. Sebelumnya banyak kegiatan Kowani yang didukung dan kerjasama dengan Kemenparekraf antara lain Kowani Fair dan Lomba paduan suara dalam rangka hari Ibu yang memanfaatkan Auditorium Susilo Sudarman di Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Turut hadir pada audiensi tersebut Dewan Pimpinan Kowani yang mendampingi Ibu Giwo antara lain Ibu Titien Pamudji, SIP (Sekjen Kowani sekaligus Pengawas YHI Kowani), Ir. Nita Yudi, MBA (Ketua Koordinator Bidang Politik, Bidang Lingkungan Hidup dan Pembina YHI Kowani), Dr. Marlinda Irwanti, SE,M.Si (Ketua Koordinator Bidang Pengembangan Lembaga, Bidang Dikteksbud dan Wakil Pembina Yayasan-yayasan Kowani), Ibu Uli Tiur Ida Silalahi, SE, M.Si (Ketua Koordinator Bidang EKKOP, Bidang HLN dan Pembina YKAR Kowani), Ibu Dra. Widarmi Wijana (Wasekjen), Ibu Atiek Sardjana (Wasekjen), Ir. Nia Said Didu (Kabid Dikteksbud) dan pengurus, Ratna Soejoedi (Kabid EKKOP) dan pengurus, Jeanne T. Poegoeh, SH (Kabid Penglem) dan pengurus, Ibu Joice Yasmin Ansory (Kabid Humas) dan Prof. Windu (Ketua YHI) beserta pengurus.

Sementara itu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menteri Parafekraf Bapak Sandiaga Uno  didampingi oleh Bapak Wisnu Bawa Tarunajaya (Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Kelembagaan), Ibu Riwud Rahayu (Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Kelembagaan), Ibu Rahma Yuliana (Sub Koordinator Hubungan antar Lembaga Dalam Negeri) dan Bapak Gede Herry Mahendra.

Seminar Nasional Online dalam rangka HUT IWAPI Ke-46

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd yang diwakili oleh Ketua Kowani Hadriani Uli Tiur Ida Silalahi, SE., M.Si menjadi narasumber pada acara Seminar Nasional Online dalam rangka HUT IWAPI Ke-46 yang diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) bekerjasama dengan MPR RI dan Kementerian Kelautan RI, Sabtu (20 Maret 2021).

Kegiatan yang mengambil tema: “Akses Pembiayaan Blu LPMUKP Mendorong Perempuan Pengusaha Sukses” tersebut diikuti oleh Pengurus Kowani, organisasi anggota Kowani serta BKOW dan GOW seluruh Indonesia.

Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk membantu Perempuan UMKM khususnya dibidang Kelautan dan Perikanan serta diperlukan upaya-upaya untuk melakukan kegiatan yang berkelanjutan termasuk akses pembiayaan.

IWAPI yang saat ini dipimpin oleh Ir. Nita Yudi, MBA selaku Ketua Umum merupakan organisasi yang berdiri pada tahun 1975 dan bergabung menjadi anggota Kowani pada tahun 1979.

Launching Bazar Wira Usaha Mikro Goes To Modern Market

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd yang diwakili oleh Ibu Siti Amelia Jorjiana S.Sn selaku Ketua Bidang Ketenagakerjaan Kowani, menghadiri Launching Bazar Wira Usaha Mikro Goes To Modern Market yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Balai Besar Peningkatan Produktifitas – Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (19 Maret 2021).

Acara yang diselenggarakan di  Mall Kuningan City, jl. Prof. DR. Satrio Karet Kuningan – Jakarta Selatan tersebut dalam rangka perluasan kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing wira usaha mikro serta diperlukan dukungan terhadap konsistensi eksistensi pasar produk usaha mikro.

Balai Besar Peningkatan Produktifitas yg bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Gerakan Usaha Tani Milenial Indonesia (GERUTANI), bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong para Wirausaha Mikro dapat naik tingkat menjadi Wira Usaha Kecil dan Menengah.

 Bentuk sinergi dan kolaborasi ditayangkan dalam kegiatan Bazar “Wirausaha  Mikro  Goes To Modern Market” dengan tema : Perluasan Kesempatan Kerja dan Meningkatkan  Daya Saing Wira Usaha.

Menurut penjelasan dari Kepala BBPP Bapak Chairul Fadly Harahap, SE, MM menyampaikan adanya kegiatan tersebut diharapkan menjadi solusi nyata terhadap permasalahan rendahnya jumlah wirausaha dan lemahnya produktifitas serta daya saing wirausaha.

Sosialisasi Eco Enzym

Bidang Lingkungan Hidup Kowani menyelenggarakan Zoom meeting: Sosialisasi Eco Enzym “Seni Mengubah Limbah Organik Menjadi Larutan Berlimpah Manfaat”, 9 Maret 2021 dengan narasumber Ibu Jani Tandi (Relawan Eco Enzyme Nusantara).

Acara dibuka oleh Ibu Ir. Nita Yudi, MBA selaku Ketua Koordinator Bidang Lingkungan Hidup Kowani mewakili Ketua Umum Kowani Dr.Ir. Giwo Rubianto Wiyogo , M.Pd.

Acara yang diketuai oleh Ibu Sri Sumiati, SE, MM selaku Ketua Bidang Lingkungan Hidup Kowani tersebut dihadiri 380 peserta dari seluruh Indonesia dan disiarkan live di zoom meeting dan youtube Kowani.Link

Youtube: https://youtu.be/QxnuNaWvvxs

Facebook: https://www.facebook.com/photo?fbid=3673675889417935&set=pcb.3673689776083213

Peringati Hari Perempuan Internasional, KOWANI: Perempuan Indonesia Inklusif dan Siap Masuki Era 5.0

**Jakarta, (8/3/2021) – Hari Perempuan Internasional International Women’s Day (IWD) yang diperingati 8 Maret, di seluruh dunia menjadi momentum penting, terkhusus bagi perempuan Indonesia.

Mengusung tema ‘Choose To Challenge’, IWD seolah ingin meneguhkan konsistensi perjuangan kaum perempuan dalam menyuarakan bias dan ketidaksetaraan gender. Pose mengangkat satu tangan tinggi-tinggi menjadi simbol komitmen perempuan menantang setiap bentuk ketidaksetaraan, bias gender, dan membantu membentuk dunia yang inklusif.

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyambut baik IWD tahun ini. Sebagai sebuah wadah federasi beranggotakan hampir 100 organisasi wanita di Indonesia, Kowani secara konsisten terus mengupayakan kesetaraan gender. Selain itu, terus mendorong perempuan Indonesia sebagai ‘Ibu Bangsa’ untuk dapat berperan aktif, baik di ruang domestik sebagai ‘guru’ utama bagi generasi penerus bangsa, juga di ruang publik guna eksis dan mampu berkarya bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

“Perempuan Indonesia haruslah menjadi oribadi yang merdeka melaksanakan dharma,” kata Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kowani. Giwo menjelaskan, Kowani melalui berbagai kesempatan secara aktif mendorong perempuan Indonesia untuk maju dan berkarya dalam berbagai bidang.

“Saat ini, dunia telah memasuki era 5.0. Perempuan Indonesia pun harus siap menjawab tantangan zaman dalam masyarakat 5.0,” ujar Giwo Rubianto.Menurut Giwo, meski tantangan masih dihadapi oleh perempuan Indonesia, baik diskriminasi maupun tindak kekerasan, namun jangan menyurutkan spirit kaum perempuan untuk maju dan bangkit menghadapi tantangan kemajuan teknologi yang demikian pesat.

“Hari Perempuan Internasional menjadi saat dimana kita melakukan refleksi serta meneguhkan harapan bagi perempuan Indonesia untuk bergerak maju. Saatnya perempuan Indonesia menunjukkan kemampuan dan jati dirinya sebagai Ibu Bangsa yang produktif, inovatif, kreatif dan inklusif,” tukas Giwo Rubianto. (*)

Ketum Kowani: Warga Senior Antusias Mengikuti Vaksinasi Covid-19

MENARA62.COM – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo MPd mengatakan antusiasme warga senior (lanjut usia) untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 sangat tinggi. Karena itu pemerintah harus melakukan edukasi dan memberikan informasi yang benar agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di lapangan berjalan lancar.

“Kita tahu hampir sebagian besar lansia memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karena itu informasi terkait tata cara vaksinasi ini harus diberikan dengan sebaik mungkin kepada para lansia,” kata Giwo saat membuka acara Bincang-Bincang Seputar Covid-19 (Bibir Covid-19) seri XXV bertema Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia: Bagaimana Implementasi di Lapangan? yang digelar kerjasama Kowani dengan IndoHCF, Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Kreki, Satgas Covid-19 dan lainnya secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Giwo mengaku senang warga senior menjadi salah satu prioritas program vaksinasi massal Covid-19. Mengingat jumlah warga senior di Indonesia cukup banyak yakni sekitar 26,8 juta orang. Kelompok lansia menjadi salah satu keloompok yang rentan terkena Covid-19 dengan tingkat kematian paling tinggi mencapai 47 persen.Menurut Giwo, kolaborasi antara Kowani, YKPI, IndoHCF dan pihak lainnya untuk mengedukasi lansia terkait vaksinasi Covid-19 ini sangat tepat. Karena sebagai organisasi federasi perempuan, Kowani membawahi 96 organisasi perempuan yang ada di Indonesia.

“Kowani bergerak sampai ke akar rumput. Dengan demikian maka sosialisasi dan edukasi akan lebih sampai ke masyarakat,” jelas Giwo.Ia menambahkan bahwa banyak lansia yang sampai saat ini masih melakukan aktivitasnya dengan baik, keluar rumah dan bekerja. Karena itu perlindungan terhadap mereka melalui vaksinasi menjadi hal yang sangat strategis.

Giwo mengingatkan bahwa vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Upaya ini akan berhasil maksimal jika semua pihak mendukung dilakukannya program vaksinasi massal Covid-19.Kegiatan Bibir Covid-19 kali ini menampilkan narasumber yang sangat kompeten yakni Prof Iris Rengganis, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, DR Soekamto Koesnoe, Konsultan alegi dan imunologi FKUI, dan Dr Siti Nadia Taher, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dengan keynote speech Prof Abdul Kadir, Dirjen Yankes Kemenkes.

Sejumlah nara sumber pada kegiatan Bibir Covid-19 seri XXVKegiatan yang melibatkan lebih dari 600 peserta dari berbagai wilayah di tanah air tersebut menyimpulkan sejumlah kata kunci. Bahwa vaksinasi Covid-19 bagi lansia sangat penting karena lebih dari 10 persen penderita Covid-19 adalah lansia. Angka kematian pada pasien Covid-19 lansia sangat tinggi mencapai 47 persen.Vaksinasi Covid-19 pada lansia harus memenuhi persyaratan khusus terutama terkait penyakit penyerta (komorbid) maupun penyakit kronis yang umum diderita lansia. Tetapi sepanjang memenuhi syarat yang ditetapkan, lansia dianjurkan ikut vaksinasi.

Ketua IndoHCF Dr Supriyantoro mengatakan untuk memberikan pemahaman yang baik terkait vaksinasi Covid-19 bagi lansia, pihaknya menggelar kegiatan Bibir Covid-19. Tujuannya mengedukasi masyarakat tentang program imunisasi Covid-19.

“Kami yakin informasi yang disampaikan narasumber akan sampai ke masyarakat karena kita menggandeng organisasi yang tepat seperti Kowani, YKPI dan lainnya yang anggotanya sangat banyak,” tutup Supriyantoro.

Sumber link: https://menara62.com/ketum-kowani-warga-senior-antusias…/+4

Facebook: https://www.facebook.com/photo?fbid=3661461070639417&set=pcb.3661466567305534

Sambutan Ketua Umum Kowani sekaligus membuka acara Indonesia Healthcare Forum: Bincang-Bincang Seputar Covid-19, Kamis, 4 Maret 2021

Posted by Humas Kowani on Thursday, March 4, 2021

Youtube: https://youtu.be/vJRYwIsn6tk