Kowani – Iwapi Lelang Produk untuk Bantu UMKM Perempuan Terdampak Covid-19

JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) mengadakan lelang produk secara online di hari ke-4 Kowani Fair Online 2020, Jumat (4/9/2020). Acara lelang bertujuan untuk membantu UMKM perempuan yang terdampak Covid-19. Tidak heran, kegiatan ini begitu menyedot perhatian masyarakat.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi mengatakan lelang menyediakan puluhan produk dari berbagai kategori. Ada produk fesyen, lukisan, tas hingga perhiasan berlian. Produk-produk ini sumbangan sejumlah tokoh publik mulai dari artis Krisdayanti, Anisa Agus Harimurti Yudhoyono, Poppy Darsono, Dewi Motik dan lainnya.

“SEMUA PRODUK YANG KAMI LELANG ADALAH PRODUK ORI, BRANDED DAN DISUMBANGKAN OLEH TOKOH MAUPUN PUBLIK FIGURE. SEBAGIAN DARI PRODUK MEMILIKI HISTORI BAGI PEMAKAINYA,” KATA NITA DALAM SAMBUTANNYA.

Hasil dari lelang tersebut rencananya akan digunakan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Terutama pelaku UMKM dari kalangan perempuan. “Kami sudah mengantongi by name by address perempuan UMKM yang memang membutuhkan bantuan kita,” lanjut Nita.

Diakui, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, berbagai program stimulus telah diberikan oleh pemerintah untuk membantu UMKM bangkit kembali. Tetapi tentu saja belum semua pelaku UMKM tersentuh oleh bantuan pemerintah.

Karena itu, IWAPI dan Kowani menginisiasi digelarnya kegiatan lelang yang hasilnya akan disumbangkan bagi perempuan UMKM yang terdampak Covid-19. “Kami mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan sumbangan barang-barang berharga dalam lelang kali ini,” tukas Nita.

Produk-produk yang dilelang tidak hanya produk yang harganya mencapai puluhan juta rupiah. Panitia lelang juga menyediakan produk seharga Rp50 ribu.

Dalam lelang tersebut terdapat baju kebaya Krisdayanti yang digunakan saat pelantikan anggota DPR RI. Baju kebaya Krisdayanti yang merupakan karya Anne Avantie tersebut dibandrol dengan harga Rp5,5 juta.

Ada juga lukisan karya Dewi Motik Pramono seharga Rp 30 juta dan Rp40 juta, baju Poppy Darsono seharga Rp3,5 juta, baju Prada seharga Rp1,250 juta, tas, batik dan produk lainnya. Perhiasan berlian Eropa dengan kisaran harga mulai Rp14,2 juta hingga Rp82 juta juga ditawarkan oleh panitia.

Nita mengapresiasi perbuatan mulia masyarakat yang ikut berpartisipasi dengan membeli produk-produk yang dilelang tersebut. Partisipasi ini jelas sangat membantu. Terlebih, dana yang terkumpul akan disalurkan kepada pelaku UMKM. Sehingga diharapkan usahanya kembali pulih.

Dengan digelarnya kegiatan lelang IWAPI, maka berakhir sudah Kowani Fair 2020 yang telah berlangsung sejak 1 September 2020. Meski gelaran Kowani Fair 2020 telah berakhir, namun masyarakat masih bisa membeli produk yang dijual pada Kowani Fair 2020 melalui Tokopedia hingga akhir September. (tety)

sumber link:

Baca juga:

Kowani Hadiri FGD HDI

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang diwakili oleh Ketua Bidang Sosial, Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga (Soskeskel) Kowani Dr. Khalilah, M.Pd menghadiri acara Focus Group Discusion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI, 4 September 2020.

FGD ini diselenggarakan oleh Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan cq. Asdep Perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus KPP-PA dalam rangka persiapan perayaan Hari Penyandang Dissailitas Internasional (HDI) yang diperingati pada tanggal 3 Desember setiap tahunnya.

Menurut Plh. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPP-PA, Ibu Ratna Susianawati Perayaan HDI Tahun 2020 akan dirangkaikan dengan momen peringatan Hari Ibu.

Sementara itu menurut Ibu Khalilah yang pada kesempatan tersebut hadir didampingi Ibu Mieke Langi anggota bidang Soskeskel menyampaikan bahwa dalam momentum HDI Kowani akan berkontribusi mengisi rangkaian agenda peringatan HDI dengan 2 program. Program yang pertama adalah acara lelang amal Kowani yang hasilnya akan dipergunakan untuk para penyandang disabilitas dan yang kedua berupa bazar hasil kerajinan dari para penyandang disabilitas.

Seminar Online Rokok dan COVID-19 : “Kampanye Nasional Disiplin Pakai Masker”

Dalam mencegah penularan COVID-19, Kementerian Kesehatan telah melakukan Kampanye Perilaku Sehat selama Agustus sampai November 2020. Upaya-upaya tersebut adalah dengan menerapkan perilaku sehat, yaitu Selalu Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Menjaga Jarak. Untuk kampanye Pakai Masker menggunakan slogan “Disiplin Pakai Masker Jangan Sampai Kendor” dilakukan mulai 10 Agustus – 6 September 2020, kemudian dilanjutkan dengan kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada 7 September- 6 Oktober 2020. Kampanye Jaga Jarak dimulai 7 Oktober – 6 November 2020. Kampanye tersebut juga dilakukan dinas kesehatan provinsi, UPT Kemenkes serta Poltekkes di seluruh Indonesia.

Jum’at, 4 September 2020, Ketua Bidang Sosial, Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga (Soskeskel) Kowani Dr. Khalilah, M.Pd menghadiri acara Seminar Online Rokok dan COVID-19 : “Kampanye Nasional Disiplin Pakai Masker” yang diselenggarakan oleh Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan adanya gerakan bersama dari semua pihak terkait pentingnya penggunaan masker dari efek buruk keterpaparan asap rokok dan penyakit COVID-19.

Pada kesempatan tersebut dr. Kirana Pritasari, MQIH selaku Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat) memberikan sambutan dan arahan pembuka. Sementara itu narasumber yang hadir dalam seminar online ini antara lain :  DR. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp. P (Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru)) dengan materi Pentingnya Masker untuk Mencegah Keterpaparan Asap Rokok dan COVID-19 , DR. Febi Dwirahmadi, SKM, MScPH (Dosen Kesehatan Global di Universitas Griffith, Australia) dengan materi Best Practice Penggunaan Masker di Negara Australia  dan dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes (Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat) dengan materi Kampanye Nasional Disiplin Pakar Masker

Kegiatan Seminar Online Rokok dan COVID-19 dilakukan secara virtual, melalui aplikasi Zoom Meeting dengan undangan terbatas dari Kementerian/Lembaga di tingkat pusat, Lintas Program Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia tersebut disiarkan secara langsung melalui channel Youtube Dit. Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat.

Giwo Minta YLBH & MK Kowani Lakukan Jemput Bola, Berikan Konsultasi Hukum pada Anggota

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 memaksa aktivitas orang di ruang publik dibatasi. Karena itu, Lembaga Bantuan Hukum dan Masalah Keluarga Kowani (YLBH & MK Kowani) diminta tak hanya menunggu masyarakat yang datang untuk berkonsultasi soal hukum. Tetapi hendaknya LBHK & MK Kowani lebih banyak turun ke lapangan jemput bola.

“Zaman yang kita hadapi saat ini berbeda, sehingga bukan saatnya lagi tim bantuan hukum Kowani duduk menunggu orang berkonsultasi. Sebaiknya banyak jemput bola,” kata Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd di sela kegiatan Konsultasi Hukum Terkait Perlindungan Anak dalam rangka Kowani Fair 2020, yang digelar secara virtual, Kamis (3/9/2020).

Kegiatan tersebut menampilkan pembicara Dr Charletty Choesyana, Ketua YLBH & MK Kowani, Hj Ria Hoiriah SH, MH, seorang advokat, A Jeanette Rugebregt SH, MH, seorang advokat serta Dr (Cand) NR Indriati SE SH, seorang advokat.

Selama ini, YLBH & MK Kowani lebih banyak menangani konsultasi hukum terkait persoalan keluarga dan perempuan. Tetapi di masa pandemi Covid-19 dimana Kowani mendorong terus agar perempuan memberdayakan diri secara ekonomi, maka YLBH & MK Kowani juga harus beradaptasi. Konsultasi hukum areanya harus diperluas menyangkut masalah-masalah bisnis atau dagang.

“Perempuan pelaku usaha jangan hanya pintar mengurus keluarga tetapi juga harus melek hukum,” lanjut Giwo.

Ia juga meminta tim hukum Kowani tidak hanya membuka ruang konsultasi hukum pada even-even tertentu seperti Kowani Fair. Semestinya tim ini membuka konsultasi hukum secara berlanjut, terjadwal dan konsisten. Tentunya tetap harus berjiwa sosial agar layanan hukum bisa diberikan secara cuma-cuma kepada anggota Kowani.

“Tentunya konsultasi hukum tidak harus offline, bisa juga dilakukan secara online,” tegas Giwo.

Diakui meski saat ini undang-undang dan berbagai peraturan telah banyak diterbitkan untuk melindungi kepentingan perempuan, tetapi fakta di lapangan masih banyak perempuan yang tersandung masalah, menjadi obyek tindakan tak senonoh dan berbagai kasus kekerasan lainnya. Karena itulah, sebagai organisasi federasi perempuan Indonesia, Kowani harus mampu memberikan perlindungan hukum bagi perempuan yang membutuhkannya.

Yayasan LBH & MK Kowani itu sendiri menjadi satu dari lima yayasan yang berada dibawah kelola Kowani. Yayasan ini dibentuk sejak 1972 dan hingga saat ini masih terus konsisten membantu perempuan anggota Kowani yang terpaksa berhadapan dengan kasus hukum atau sekedar konsultasi masalah hukum.

Selain Konsultasi Hukum secara online, Kowani Fair 2020 juga dimeriahkan dengan lomba merangkai bunga dan story telling, demo masak, paduan suara dan peragaan busana. Kowani Fair 2020 kali ini digelar secara online dengan menggandeng market place Tokopedia. Kowani Fair 2020 yang diikuti lebih dari 250 peserta akan berlangsung hingga 4 September 2020.

Sumber link:

Baca juga:

GOW Kota Waringin Timur Raih Juara Pertama Lomba Story Telling UMKM Kowani Fair 2020

JAKARTA, MENARA62.COM – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Waringin Timur, Kalimantan Timur keluar sebagai juara pertama pada lomba story telling UMKM yang digelar oleh Kowani sebagai rangkaian Kowani Fair 2020. Anjungan Sampit Rumah Sejarah Peradaban yang ditampilkan melalui rekaman video, dinilai tim juri menjadi cerita paling menarik dan inspiratif dari pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Selain GOW Kota Waringin Timur, tim juri juga menetapkan PIA Ardhya Garini Cabang 5/D Lanud Suryadarma, Subang Jawa Barat sebagai juara dua disusul PIA Ardhya Garini Kantin 05 Paskhas Malang sebagai juara III.

Dalam sambutannya, Lisye Sinulingga, penanggungjawab lomba story telling Kowani Fair 2020 menjelaskan pandemi Covid-19 telah membuat banyak UMKM mengalami penurunan omset. Tetapi beberapa pelaku UMKM melakukan terobosan dan inovasi, sehingga mampu bertahan hingga sekarang.

Lisye Sinulingga, penanggungjawab lomba story telling Kowani Fair 2020

Story telling ini mencoba mengangkat cerita suka duka pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19, terutama bagaimana mereka bertahan. Tujuannya memberikan inspirasi bagi UMKM lainnya,” kata Lisye Kamis (3/9/2020).

Story telling Kowani Fair 2020 diikuti 17 peserta dari berbagai organisasi perempuan di Indonesia. Dari 17 peserta tersebut, juri kemudian menetapkan 3 terbaik untuk memperebutkan juara 1, 2 dan 3.

Tim juri yang terdiri atas Eva Irianti, Elyusra, dan Hartini akhirnya menetapkan 3 pemenang tersebut. Penilaian meliputi cerita yang inspiratif, video, cara penyampaian yang menarik, serta memberikan solusi yang nyata bagi usahanya.

Selain mengumumkan para juara story telling UMKM, Kowani Fair 2020 hari ketiga tersebut juga menampilkan kegiatan demo masak dan webinar soal konsultasi hukum. Kowani Fair 2020 yang digelar secara online dengan menggandeng market place Tokopedia akan berlangsung hingga 4 September 2020.

Sumber link:

Baca juga:

Seminar Online “Peran Keluarga dalam Menolak Bujukan Rokok”

Penggunaan rokok adalah penyebab utama kematian kedua di dunia (setelah hipertensi) dan saat ini bertanggung jawab untuk membunuh 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia. Indonesia sedang mengalami epidemi tembakau karena memiliki prevalensi perokok pria tertinggi di dunia (63%) dan meningkatnya prevalensi perokok pemula setiap tahunnya.

Menurut Survei Kesehatan Nasional (RISKESDAS), prevalensi merokok di kalangan anak-anak usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% pada 2018.Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) tahun 2019, pelajar terpapar asap tembakau di rumah sebesar 57,8%; terpapar asap tembakau di dalam ruang pada tempat umum yang tertutup sebesar 66,2%; terpapar asap tembakau di tempat umum terbuka sebesar 67,2%; dan pelajar yang melihat ada yang merokok di dalam atau di luar gedung di area lingkungan sekolah sebesar 56,2%.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk pengendalian perokok pemula diantaranya dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Dalam Pasal 25 disebutkan bahwa setiap orang tidak diperbolehkan menjual produk tembakau pada anak berusia di bawah 18 tahun (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2012). Berbagai daerah juga telah mengeluarkan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang merujuk pada PP Nomor 109 Tahun 2012.

Peran dan keterlibatan keluarga sangat penting dalam upaya mencegahan dari bujukan rokok untuk itu dibutuhkan upaya bersama untuk meningkatkan peran keluarga dalam melindungi anak dari bahaya rokok Oleh karena itu, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan WHO akan mengadakan Seminar online dengan tema “Peran KELUARGA dalam menolak bujuk rokok”, Kamis (3/9/2020).

Pada acara tersebut Ketua Bidang Sosial Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga (Soskeskel) Kowani Dr. Khalilah, M.Pd  hadir dengan didampingi Ibu Lenny anggota Bidang Soskeskel.

Acara yang dibuka dengan sambutan dan Keynote Speech dari dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan dan Sambutan dari Direktur Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular: Kawasan Tanpa Rokok Di Rumah melindungi keluarga tersebut dipandu oleh Sakri Sabatmaja, SKM, M.Si sebagai moderator dan Dwi Adi Maryandi, SKM, MPH sebagai host.

Sementara itu narasumber yang hadir dalam acara ini antara lain : Lisda Sundari, SE dengan materi Tolak Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok, Seto Mulyadi (Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) dengan materi Peran Orangtua dalam melindungi anak dari bujukan rokok, dan Ketua TIM Penggerak PKK dengan materi Peran Keluarga dalam Menolak Bujukan Rokok.  

Catat, Ini Para Pemenang Lomba Merangkai Bunga Kowani Fair Online 2020

JAKARTA (Pos Sore) — Riry Widya, dari LKP Citra Garini, Jakarta keluar sebagai juara pertama pada lomba merangkai bunga yang digelar oleh Kowani sebagai rangkaian kegiatan Kowani Fair 2020. Ia menyisihkan 111 peserta yang mengikuti lomba merangkai bunga.

Rangkaian bunga merah putih sebagaimana tema lomba kali ini dinilai oleh tim juri — Ellyana Retna, Atik Sarjana, Ratna Eka Susanti, sebagai rangkaian bunga terbaik dan memenuhi semua persyaratan lomba.

Selain Riry Widya, sebagai juara kedua adalah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Aceh Tengah disusul Fahmi Rumaningtyas dari Biak sebagai juara ketiga.

Ratna Soejoedi, Ketua bidang Ekonomi, Koperasi dan UKM Kowani mengatakan lomba merangkai bunga tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena ini untuk pertama kalinya lomba merangkai bunga dilakukan dengan cara online.

“PESERTA LOMBA CUKUP MENGIRIMKAN KARYANYA YANG DIREKAM MENGGUNAKAN VIDEO DENGAN DURASI TIDAK BOLEH LEBIH DARI 10 MENIT. JUGA PEMILIHAN BUNGANYA HARUS WARNA MERAH PUTIH DAN ITU HARUS BUNGA HIDUP,” KATA RATNA, RABU (2/9/2020).

Meski digelar secara online, ternyata antusiasme masyarakat untuk mengikuti lomba cukup tinggi. Terbukti ada 111 peserta dari Aceh hingga Merauke, mengirimkan video hingga pendaftaran ditutup. Sayangnya, dari 111 video, hanya separuhnya yang akhirnya bisa melaju pada babak penilaian dengan alasan tidak memenuhi 5 unsur yang dipersyaratkan.

“Ada video yang disambung-sambung. Yang awalnya tiga bunga, tiba-tiba menjadi 8 bunga. Ada juga yang mencampur dengan bunga plastik. Ketika dizoom terlihat sekali bunga plastiknya. Ada juga dihiasi pernak pernik bunga warna lain. Ini juga tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Tiga juri lomba merangkai bunga yakni Elia Retno, Atik, dan Ratna Eka akhirnya berhasil memilih 5 video merangkai bunga terbaik yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia.

Pandemi Covid-19 ternyata tak menjadi penghalang bagi perempuan berkreasi dengan ide kreatif dan inovatif. Jika sebelum pandemi mungkin diisi dengan jalan-jalan ke mall, kali ini mengisinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.

Selain bisa menghasilkan uang, menghias bunga juga bisa melatih kesabaran dan melepaskan stres. Mencium wangi aroma bunga tentu akan menyegarkan dan membuat rileks pikiran.

Itu sebabnya, pihak panitia tidak menyangka animo peserta mengikuti lomba merias bunga begitu tinggi. Ini menandakan Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi kaum perempuan untuk lebih kreatif.

Selain lomba merangkai bunga, Kowani Fair 2020 pada Rabu (2/9/2020) juga diisi dengan toturial make up, tutorial ayam betutu, fashion show, serta lomba story telling pelaku usaha UMKM.

Kowani Fair 2020 berlangsung 1-4 September yang digelar secara online dengan menggandeng Tokopedia. Sekitar 250 UMKM baik yang binaan Kowani maupun non binaan, ambil bagian dalam even Kowani Fair Online 2020 tersebut.

Sumber link:
http://possore.com/…/catat-ini-para-pemenang-lomba-merangk…/

Baca juga:
https://menara62.com/lomba-merangkai-bunga-kowani-fair-202…/

Kowani Fair 2020 Hadir Melalui Platform Digital Tokopedia. Berlangsung 1-4 September!

AKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) kembali menggelar ajang Kowani Fair. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kowani Fair kali ini digelar secara online.

Menggandeng platform digital Tokopedia, Kowani Fair 2020 tersebut akan berlangsung selama 4 hari yakni 1-4 September 2020. Lebih dari 250 pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam ajang tersebut. Kegiatan Kowani Fair 2020 dibuka resmi oleh Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki secara virtual, Selasa (1/9/2020).

Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo, MPd dalam sambutannya mengatakan Kowani Fair merupakan agenda tetap dan sekaligus agenda unggulan bagi Kowani. Ajang ini merupakan perwujudan dari komitmen, konsistensi dan tekat bulat Kowani untuk ikut serta dalam meningkatkan harkat perempuan melalui kegiatan perekonomian guna pemantapan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan kesejahteraan bangsa pada umumnya.

“Kowani Fair sudah digelar sejak tahun 2000. Ini menjadi bagian konsisitensi Kowani untuk memfasilitasi, mediasi serta mengantarkan UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya dalam menjalankan perekonomian  masyarakat. Dengan demikian UMKM dapat memberikan sumbangsih yang nyata dalam menggerakkan perekonomian bangsa guna menopang dan mewujudkan ketahanan ekonomi  bangsa,” jelas Giwo.

Mengambil tema Gebyar Kemerdekaan Kowani Fair Online di Era New Normal, Giwo menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Karena itu, Kowani Fair tahun ini dilaksanakan tidak dengan offline, tetapi melalui online. Penjual dan pembeli bertemu melalui platform digital Tokopedia selama kurun waktu event berlangsung.

Diakui Giwo, belum semua kaum perempuan familiar dengan platform digital. Tetapi dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat membatasi aktivitas di ruang publik, maka para perempuan harus segera beradaptasi.

“Dengan semangat Ibu Bangsa Kowani mempersiapkan generasi masyarakat industri 4.0, salah satunya melalui Kowani Fair online ini,” lanjut Giwo.

Data BPS tahun 2018 mencatat ada 64,2 juta UMKM di Indonesia. Menurut survey yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Juni 2020, bahwa sebanyak 72,6% pelaku UMKM terdampak oleh pandemi.

Tentunya keadaan yang memprihatinkan ini tidak boleh menyurutkan semangat dan tekad kita semua yakni Kowani bersama-sama dengan segenap komponen bangsa serta Pemerintah sebagai leading sector sekaligus motor/promotor dengan digital pelayanan untuk terus membangun perekonomian dan kesejahteraan bangsa melalui dan dimulai dari keluarga yang memiliki ketahanan keluarga yang sejahtera, menuju Indonesia Maju.

Hadriani Uli T.I Silalahi, Ketua Kowani yang juga sekaligus Ketua Panitia Kowani Fair (kiri) pada launching Kowani Fair 2020

Menurut Giwo sangat disadari bahwa adalah tidak mudah mengajak UMKM untuk masuk dalam Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) karena adanya beberapa hal yang menjadi tantangan. Misalnya adanya kendala dalam jaringan, kendala dalam penggunaan perangkat digital, yang biasanya menunggu toko, sekarang “terpaksa” dilakukan dengan menggunakan diperangkat digital, adanya tantangan sekaligus peluang dalam penggunaan waktu, dimana yang dulu terbiasa membuka toko dengan jam tertentu, sekarang “justru bisa” menjadi 24 jam.

“Munculnya kendala sekaligus  peluang, atas kemampuan dan pemahaman fungsi media sosial, dimana saat ini kita dipaksa dan terpaksa harus mau dan mampu memanfaatkan  banyaknya kemajuan teknologi media sosial yang membuka banyak peluang,” tukas Giwo.

Sementara itu MenKopUKM Teten Masduki saat membuka resmi Kowani Fair 2020 menyampaikan apresiasi kepada Kowani yang secara konsisten terlibat dalam upaya-upaya pemberdayaan ekonomi UMKM. Saat ini pelaku usaha di Indonesia, sekitar 99 persen merupakan koperasi dan UMKM. Pelaku usaha UMKM menyumbang setidaknya 60 persen PDN nasional, menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi 14,7 persen pada ekspor nasional.

Sedangkan data BPS sekitar 43,45 persen pengusaha UMKM non pertanian adalah kaum perempuan . Database KemenkopUKM juga menunjukkan bahwa dari total 123.048 koperasi aktif, 11.458 diantaranya adalah koperasi wanita.

Terkait Kowani Fair 2020, Hadriani Uli T.I Silalahi, Ketua Kowani yang juga sekaligus Ketua Panitia Kowani Fair 2020 menjelaskan tahun ini adalah pertama kalinya Kowani Fair digelar secara online. Meski demikian, minat pelaku UMKM untuk ambil bagian dalam even tahunan ini cukup besar.

“Tercatat yang mendaftar ada 525 peserta. Tetapi setelah diseleksi termasuk persyaratannya, sekitar 200 hingga 250 peserta yang lolos dan berhak ikut Kowani Fair 2020,” jelas Uli.

Kowani Fair Online tahun ini, pihaknya menggandeng platform Tokopedia. Selama Kowani Fair berlangsung, di laman Tokopedia ada office store Kowani Fair secara tersendiri yang bisa dikunjungi konsumen.

Adapun produk-produk yang tersedia pada even Kowani Fair 2020 sangat beragam mulai dari makanan, produk fesyen, produk kerajinan, elekronik dan lainnya. Kowani menargetkan omset dari Kowani Fair selama 4 hari bisa mencapai kisaran Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.

SUMBER LINK: https://menara62.com/kowani-fair-2020-hadir-melalui-platform-digital-tokopedia-berlangsung-1-4-september/

BACA JUGA: