Kowani dan Kemenkes Bekerjasama dalam Orientasi Germas Dan Pencegahan Stunting Tahun 2019

Tahun 2019 Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI kembali menyelenggarakan Orientasi Germas Dan Pencegahan Stunting.

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilakukan semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, kemauan hidup Sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, bab III tentang hak dan kewajiban merupakan tanggung jawab bersama baik Pemerintah maupun masyarakat. Oleh karena itu, pedoman orientasi Germas dan pencegahan stunting sangat penting dan semua pihak diharapkan berperan serta aktif dalam pembangunan bangsa. Keberhasilan  Ormas dalam meningkatkan peranserta masyarakat dapat diketahui dengan adanya peningkatan perilaku sehat individu, serta tercipta sinergi yang dapat menguatkan upaya pembangunan kesehatan yang dilakukan pemerintah bersama komponen masyarakat lainnya dalam upaya penurunan angka kematian dan kesakitan.

Tujuan Orientasi Germas Dan Pencegahan Stunting secara umum untuk meningkatkan pengetahuan ketrampilan peserta dalam menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan Germas dan mencegah stunting. Setelah mengikuti orientasi diharapkan peserta mampu memahami Germas, memahami upaya yang harus dilakukan untuk pencegahan stunting, serta memahami teknik penggerakan masyarakat mencegah stunting dan paham akan komunikasi efektif dalam melaksanakan penggerakan Germas dan pencegahan stunting. Peserta juga diharapkan dapat memahami akan tugas serta tanggung jawab dalam pencegahan stunting dan  melaksanakan pergerakan masyarakat di wilayah binaannya.

Selama orientasi ada proses dan metode untuk dapat memahami apakah Germas dan bagaimana pencegahan stunting. Acara dilaksanakan dari tanggal 19 sampai dengan 25 Agustus 2019 di daerah Langkat Binjai dengan 50 kader peserta yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan sebanyak 300 orang menjadi motivator dari 6 desa.

Dari Kowani hadir  Ibu Nuning Siregar selaku Ketua Koordinator Bidang Soskeskel, Ibu Chamsiar AR, SE selaku Wasekjen Pemerhati Bidang Soskeskel, Ibu Susianah selaku Ketua Bidang Soskeskel, Ibu Angelia Sasongko selaku Bendahara Umum Kowani serta Ibu Ery Simanjuntak selaku Ketua Bidang Humas Kowani serta Ibu Titiek Arema selaku anggota Bidang Soskeskel dan Ibu Suzanna Mulyani selaku anggota Bidang Humas Kowani.

Pada kegiatan tersebut hadir pula Ibu Zuraidah Thoga selaku pengarah dari Promkes dan  Dr.Sadikun Winato yang memberikan sambutan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat .

Kunjungan Kowani ke Kedutaan Iran

Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) melaksanakan kunjungan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi, yang akan menyelesaikan masa tugasnya di Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Bekerja di Indonesia selama 4,5 tahun di Jakarta, Bapak Valiollah mengaku telah membuat banyak kenangan. Kenangan tercipta sebagai bagian dari usaha kerasnya dalam mendorong kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang.

Bapak Valiollah menganggap Indonesia sebagai negara yang memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan dunia. Mulai dari negara tetangga, negara Islam, hingga negara maju.

Bapak Valiollah menuturkan bahwa besok malam akan meninggalkan Indonesia dan akan digantikan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia yang baru. Harapannya kerjasama Iran dan Indonesia akan berlanjut dengan pertukaran delegasi. Baginya, hubungan Indonesia dan Iran sebenarnya sudah mengalami kemajuan. Hanya saja, arus hubungan ini belum selaras dengan potensi-potensi yang ada dari masing-masing negara, hal ini menjadi tugas utama duta besar penggantinya.

Hubungan Indonesia dan Iran sangat erat. Keduanya saling mendukung diberbagai bidang, seperti konsultasi politik terus menerus dijalankan kedua belah pihak sehingga tercipta hubungan yang baik diperpolitikan.

Bapak Valiollah menambahkan bahwa Iran juga memiliki berbagai komite / badan bersama Indonesia antara lain terkait dengan Hak Asasi Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Politik, Perdagangan dan lain-lain dimana Ketua Komite ditangani oleh pemerintah kedua belah pihak.

Iran dan Indonesia juga telah melaksanakan kunjungan pejabat-pejabat dan sebagai puncaknya kunjungan Kepala Negara ke negara satu sama lain.

Selain kerjasama dengan pemerintahan, Kedutaan Iran juga melaksanakan kerjasama dengan non pemerintah yaitu dengan menjalin hubungan dengan masyarakat baik dibidang olahraga, parlemen, NGO maupun swadaya masyarakat yang aktif diberbagai bidang.

Sementara itu di Bidang Perempuan dan Anak, Kedutaan Iran telah menandatangani kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan telah membentuk komite.

Dalam kerjasama tersebut dijelaskan bahwa Komite akan melaksanakan pertemuan sebanyak 2 kali dalam satu tahun dimana pertemuan pertama telah dilaksanakan di Indonesia sedangkan pertemuan kedua akan dilaksanakan di Iran pada bulan September atau Oktober mendatang. Bapak Valiollah berharap Kowani dapat terlibat pada pertemuan tersebut.

Beliau berharap kerjasama dibidang LSM yang bergerak dibidang Kewanitaan, Wirausaha dan sebagainya antara Kedutaan Iran dengan Kowani dapat terus berlanjut.

Sementara itu, kepada Duta Besar Iran, Ketua Kowani Lia Tono Suratman menyampaikan salam dari Ketua Umum Kowani yang pada saat ini sedang berada di Washington mengikuti kegiatan dengan White Ribbon Alliance.

Ibu Lia juga berterima kasih kepada Bapak Valiollah atas kerjasama yang telah terjalin baik dengan Kowani selama ini serta untuk perhatian besar dan khusus beliau terhadap perempuan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Ibu Lia Tono Suratman didampingi oleh Wasekjen Kowani Ibu Atiek Sardjana, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Ibu Hadriani Uli Silalahi dan Ketua Bidang Humas Ibu Ery Simanjuntak

BABAK FINAL LOMBA KADARKUM BPHN

Setelah 4 kali perlombaan sampailah 4 dari 20 peserta yang merupakan organisasi yang tergabung di Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada garis finish Lomba Keluarga Sadar Hukum Tingkat Nasional 2019. 4 Organisasi yang memperoleh juara tersebut antara lain PP Aisyiyah meraih juara I, PP Muslimat NU meraih Juara 2, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) meraih juara 3 dan Ikatan Istri Sarjana Peternakan Indonesia (IISPI) MERAIH JUARA HARAPAN. Sementara itu sebagai pemenang Yel-Yel terbaik dan kreatif diraih oleh Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI).

Lomba Keluarga Sadar Hukum Tingkat Nasional 2019 ini diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) bekerjasama dengan Bidang Hukum dan HAM Kowani dan diikuti oleh 20 Ormas tingkat Nasional. Adapun materi lomba yang akan disajikan kepada peserta lomba baik tingkat provinsi maupun tingkat pusat adalah: Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.

Lomba yang dilaksanakan di Ruangan Moedjono BPHN selama tiga hari ini, menjadi sarana informasi dan pembinaan hukum yang dikemas dalam bentuk lomba dengan menggandeng ormas-ormas yang sebagian besar adalah anggota Kowani.

Lomba kadarkum merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum BPHN, diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali. Tahun pertama Lomba Kadarkum diselenggarakan di tingkat kecamatan, tahun kedua lomba kadarkum diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota. Tahun ketiga lomba kadarkum diselenggarakan di tingkat provinsi, dan tahun keempat lomba kadarkum diselenggarakan di tingkat nasional.

Semoga dengan diadakannya Lomba KADARKUM Tingkat Pusat Tahun 2019 ini dapat menjadi semangat kita bersama untuk meningkatkan kinerja dan prestasi dalam rangka tercapainya tujuan pembangunan hukum nasional khususnya dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat demi terwujudnya budaya hukum masyarakat dan terwujudnya masyarakat yang cerdas hukum.

Juara 1: PP Aisyiyah
Juara 2: PP Muslimat NU
Juara 3: IIDI
Juara Harapan: IISPI
Yel-Yel terbaik dan kreatif: HKTI
Panitia Penyelenggara

LOMBA KADARKUM BPHN MEMPERKUAT MASYARAKAT SADAR DAN CERDAS HUKUM

Kepala BPHN Prof. Dr. H.R Benny Riyanto S.H., M.Hum., CN membuka langsung lomba Kadarkum

Jakarta – Badan Pembinaan Hukum Nasional menggandeng 20 Organisasi Masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesadaran hukum melalui Lomba Kelompok Keluarga Sadar Hukum Tingkat Pusat pada tahun 2019. (7/8)

Kepala BPHN Prof. Dr. H.R Benny Riyanto S.H., M.Hum., CN membuka langsung lomba kadarkum ini dengan semangat karena dapat bertemu langsung dengan organisasi yang mewakili masyarakat Indonesia yang sadar serta cerdas hukum “Harapan sebenarnya dengan adanya lomba kadarkum ini, yang pertama menciptakan masyarakat yang cerdas hukum, yang kedua menjadi pioneer dalam membentuk desa sadar hukum. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih massive lagi diseluruh Indonesia, karena Pemerintah akan berdosa jika banyak rakyatnya yang melanggar hukum akibat ketidaktahuan mereka akan hukum itu sendiri. Diseminasi dan pembudayaan hukum itu harus dilakukan dari mulai komunitas yang paling kecil yaitu Keluarga. ” ungkap Prof. Benny.

Lomba yang dilaksanakan di Ruangan Moedjono BPHN selama tiga hari ini, menjadi sarana informasi dan pembinaan hukum yang dikemas dalam bentuk lomba dengan menggandeng ormas-ormas yang sebagian besar adalah anggota KOWANI Indonesia.

 “Kami KOWANI Indonesia mendukung Lomba Kadarkum yang dilaksanakan oleh BPHN. Ditambah lagi sebagian besar peserta kadarkum ini adalah anggota KOWANI. Peran Wanita ini sangat penting karena wanita sebagai Ibu Bangsa, meskipun tidak terlibat langsung dalam penegakan hukum, namun cerdasnya generasi ini ditentukan dari peran wanita, peran seorang ibu dalam memberikan pemahaman hukum baik dalam organisasi maupun keluarga.” ujar Sekretaris KOWANI Indonesia.

Lomba kadarkum merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum BPHN, diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali. Tahun pertama Lomba Kadarkum diselenggarakan di tingkat kecamatan, tahun kedua lomba kadarkum diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota. Tahun ketiga lomba kadarkum diselenggarakan di tingkat provinsi, dan tahun keempat lomba kadarkum diselenggarakan di tingkat nasional.

Adapun materi lomba yang akan disajikan kepada peserta lomba baik tingkat provinsi maupun tingkat pusat adalah: Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.

Semoga dengan diadakannya Lomba KADARKUM Tingkat Pusat Tahun 2019 ini dapat menjadi semangat kita bersama untuk meningkatkan kinerja dan prestasi dalam rangka tercapainya tujuan pembangunan hukum nasional khususnya dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat demi terwujudnya budaya hukum masyarakat dan terwujudnya masyarakat yang cerdas hukum. (NR)

Sumber link: https://bphn.go.id/news/2019080709405792/Lomba-KADARKUM-BPHN-Memperkuat-Masyarakat-Sadar-dan-Cerdas-Hukum

Baca juga : https://aceh.antaranews.com/nasional/berita/998854/bphn-gandeng-20-ormas-tingkatkan-kualitas-sadar-hukum?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews