Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

Kejadian mati mendadak dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Hal ini masih merupakan penyebab kematian utama baik di negara maju maupun negara berkembang, seperti di Indonesia. Bantuan Hidup Dasar/BHD (Basic Life Support) akan sangat berguna untuk menolong orang dalam keadaan Henti Jantung, yakni suatu keadaan dimana orang tersebut tidak sadar, tidak bernapas dan tidak ada denyut nadi, yang disebabkan oleh berbagai penyakit dan yang tersering disebabkan serangan jantung.

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Selasa (30/7/2019).

Pelatihan yang dibuka oleh Ketua Kowani Ibu Endang K. Siregar mewakili Ketua Umum Kowani tersebut dilaksanakan di Aula Malahayati Kantor Kowani, Jalan Imam Bonjol No. 58 Jakarta Pusat.

Para peserta  sebanyak 50 orang yang dari pengurus dan organisasi anggota Kowani sangat antusias mengikuti pelatihan yang disertai dengan praktek dan test tersebut dari awal hingga akhir acara.

Sambutan Ketua KREKI
Sambutan Ketua Kowani sekaligus membuka acara
Pemberian Cinderamata oleh Kowani kepada KREKI
Narasumber memberikan contoh kepada peserta
Peserta sangat antusias mengikuti Pelatihan
Peserta sedang praktek memberikan pertolongan
Foto Bersama

Peran Penting Seorang Ibu sebagai Ibu Bangsa dan Perspektif Pendidikan

“Peran Penting Seorang Ibu Terhadap Pembinaan Karakter Anaknya Sebagai Ibu Bangsa dalam Perspektif Pendidikan” adalah judul materi yang disampaikan oleh Ketua Umum Kowani Dr.Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd pada saat kunjungan kerja Kowani sekaligus sebagai narasumber pada Workshop Perempuan PGRI dihadapan Ketua Umum PB PGRI dan Perwakilan PGRI dari seluruh Propinsi di Indonesia, Rabu (3/7/2019).

Workshop dengan tema “Meningkatkan Peran Perempuan PGRI sebagai Penggerak Perubahan dalam Pendidikan Abad 21” tersebut diselenggarakan  di Aula Gedung Guru Indonesia, Jalan Tanah Abang III No.24 Jakarta Pusat.

Dalam materinya Ibu Giwo menyampaikan bahwa sebagai kepedulian Kowani terhadap pendidikan Anak Bangsa ke depan dalam membina anak-anak dengan karakter yang berbudi pekerti menghadapi radikalisme dan gadget tanpa batas.

“Kita mempunyai peran ganda sebagai pendidik yaitu sebagai guru dan sebagai ibu, apa yang dapat kita lakukan dalam kemajuan sebuah bangsa? Tak lain tak bukan mendidik anak-anak yang bermoral dan berpendidikan tentunya.” Kata Ibu Giwo.

“Pengembangan karakter bersinergi tentunya antara keluarga, sekolah dan masyarakat, karena perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa berperan mewujudkan ketahanan keluarga sebagai pilar membangun negara yang adil dan sejahtera” tambah Ibu Giwo.

Ibu Giwo menjelaskan bahwa salah satu peran utama seorang ibu juga menjadikan anaknya menjadi anak yang berhasil,  asah asih asuh didapat anak sejak usia dini. Karena tantangan Ibu Bangsa harus menyiapkan anak generasi emas yang anti korupsi anti penyalahgunaan narkoba, anti radikalisme, kriminalitas dan anti hoax.

Pentingnya anak berkarakter akan menjadikan anak memiliki sifat jujur, berintegritas dan peduli sehingga dapat berprilaku sebagai insan yang berbudaya dalam kehidupan dirinya sebagai anggota keluarga, masyarakat dan warganegara.

Turut hadir mendampingi Ketua Umum Kowani antara lain Ibu Titien Pamudji selaku Sekretaris Jenderal, Ibu Ulfah Mawardi selaku Wasekjen dan Ibu Ery Simanjuntak selaku Ketua Bidang Humas.

Sukses PB PGRI, sukses dalam mendidik Anak Bangsa ke depan

Ketua Umum Kowani menerima souvenir usai menjadi Narasumber
Foto Bersama
Foto Bersama