Peringati Hari Kartini, Kowani Gandeng Mustika Ratu

Dalam rangka merayakan Hari Kartini tahun 2019, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Mustika Ratu menyelenggarakan Sosialisasi  penggunaan Kosmetik yang aman untuk Kulit, glamour makeup class dan totok wajah agar awet muda, lomba make up tanpa kaca dan lomba memakai kain/jarit, Senin (29/4/2019).

 

Dengan mengangkat tema “Semangat Juang Kartini Masa Kini, Menuju Ibu Bangsa yang Mandiri”, kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kowani, Ibu Titien Pamudji, S.IP mewakili Ketua Umum Kowani yang pada kesempatan tersebut sedang menjalankan Ibadah Umroh ke tanah suci.

 

Dalam sambutannya Ibu Titien menyampaikan bahwa R.A.Kartini merupakan satu dari 13 Pahlawan Perempuan Nasional yang telah mendapatkan Keppres yang patut kita contoh semangat juangnya. Pahlawan Perempuan Nasional lainnya antara lain Cut Nyak Dhien – Aceh, Cut Nyak Meutia – Aceh, Raden Dewi Sartika – Jawa Barat, Martha Christina Tiahahu – Maluku, Maria Walanda Maramis – Minahasa, Nyai Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan – Yogyakarta, Nyi Ageng Serang – Yogyakarta, Hj. Rangkayo Rasuna Said – Jakarta, Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto – Jawa Tengah, Hj. Fatmawati Soekarno – Bengkulu, Opu Daeng Risaju – Sulawesi Selatan dan Malahayati – Aceh.

Malahayati adalah seorang perempuan pejuang yang bernama asli Keumalahayati. Pengusulan Laksamana Malahayati sebagai pahlawan Nasional merupakan inisiatif dari Kowani dan juga aspirasi dari masyarakat Aceh. Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tersebut melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

 

Sementara itu Ibu Atiek Sardjana selaku Ketua Panitia sekaligus Wasekjen Kowani menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan undangan yang turut berpartisipasi dan sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap melalui acara ini peserta akan mendapatkan ilmu dari pakarnya yaitu tim Mustika Ratu terkait kosmetik yang baik, sehat dan aman untuk kecantikan dan kesehatan kulit.

 

Acara yang diikuti Dewan Pimpinan dan pengurus serta 91 organisasi anggota Kowani tersebut diselenggarakan di Ruang Malahayati Kantor Kowani, Jl. Imam Bonjol No.58 Jakarta.

 

 

 

Ketum Kowani  Hadiri HUT ke-55 Dharma Pertiwi

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. hadir pada Peringatan HUT ke-55 Dharma Pertiwi, Selasa (23/4/2019). Pada acara yang diselenggarakan di Puri Ardya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tersebut Ketua Umum Kowani didampingi oleh Ketua Bidang Humas Kowani, Ery Simanjuntak, S.Sos.

 

Peringatan HUT Dharma Pertiwi ke-55 tahun 2019, mengambil tema “Dharma Pertiwi Berperan Aktif Dalam Mencerdaskan dan Mensejahterakan Keluarga TNI, Serta Peduli Terhadap Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup”.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji dan Ketum Pia Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna berkesempatan menyerahkan Piala kepada perwakilan pemenang lomba dalam rangka memeriahkan HUT ke-55 Dharma Pertiwi.

 

Untuk Lomba Lahan Tidur diraih Dharma Pertiwi Daerah F, Lomba Dasawisma diraih  Dharma Pertiwi Daerah B, Lomba Voli diraih IKKT Pragati Wira Anggini, Lomba Vokal Grup diraih Jalasenastri, Lomba Tari Kreasi Betawi diraih Jalasenastri, Piala Bergilir Pertandingan Bola Voli dan Piagam Penghargaan kepada Wanita Inspiratif Dharma Pertiwi kategori Kewirausahaan diraih oleh Jalasenastri, Kesehatan oleh Persit Kartika Chandra Kirana, Lingkungan Hidup oleh IKKT Pragati Wira Anggini, Budaya oleh Pia Ardhya Garini, dan Pendidikan oleh Persit Kartika Chandra Kirana.

Ketum Kowani Serukan Perempuan Indonesia Lanjutkan Semangat Perjuangan Ibu Kartini

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) — organisasi federasi dari 93 organisasi wanita tingkat nasional Indonesia, DR. Ir. Giwo Rubiyanto Wiyogo, MPd, menegaskan, kesetaraan gender masih menjadi sesuatu hal yang harus diperjuangkan.

Tak hanya di Indonesia, tetapi di belahan dunia lainnya. Setidaknya hal ini terungkap dalam pertemuan Komisi Status Perempuan di markas PBB New York yang dihadiri oleh sekitar 9000 peserta UN Women dan Dewan Ekonomi dan Social PBB (ECOSOC, Economic and Social Council) pada Maret 2019.

“Kartini sebagai inspirator yang semangat dan cerdas patut diteladani oleh setiap orang, khususnya perjuangannya mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan,” katanya, di Grand Indonesia, Sabtu (20/4).

Giwo mengatakan, Kartini memilih pendidikan sebagai jalur yang harus ditempuh perempuan untuk memperoleh kesejajaran dengan kaum laki-laki dan menjadi pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.

Menurutnya, pendidikan penting bagi perempuan agar lebih terampil dalam melakukan kewajiban sebagai ibu. Perempuan wajib mendapat pendidikan, karena perempuan sebagai calon ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi seorang anak.

“Melalui pendidikan, perempuan dapat maju dan memiliki ilmu untuk mendobrak tradisi yang membodohkan, dan melalui pendidikan seorang perempuan dapat menentukan jalan hidup serta kemandiriannya,” tegasnya.

Giwo menambahkan, perempuan juga perlu dibekali dengan pendidikan karakter agar dapat mendidik generasi penerus bangsa yang cerdas, unggul dan memiliki akhlak yang mulia.

“No Women and Girl Left Behind. Tidak ada perempuan dan anak perempuan tertinggal di belakang, mengingat peran dan tanggung jawab besar perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa,” tandasnya.

Dikatakan, Ibu Bangsa ini memiliki fungsi membina generasi penerus masa depan bangsa, membangun karakter dan mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga dan masyarakat, yang menjaga lingkungan alam agar tetap dapat dinikmati oleh anak cucu serta dapat berperan aktif menggerakkan ekonomi keluarga, ekonomi masyarakat dan bangsa.

Giwo juga menegaskan, perempuan harus cerdas, yang meliputi cerdas kodrati (tahu ada kodrat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan), cerdas tradisi (tahu memilah tradisi buatan manusia yang bias gender, yang merugikan perempuan).

Selain itu, cerdas sosial (tahu tata pergaulan sosial yang membangun karakter) dan cerdas profesi (hak memilih profesi yang menjadi dambaan setiap orang) dalam upaya membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Yang juga perlu diingat, perempuan harus dapat berpikir ‘out of the box’, yang inovatif dapat mengatasi problem masa depan yang jauh beragam dan tidak biasa biasa saja. ‘Think Equal, Build Smart, Innovate for Change’, perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan.

Giwo tak menampik pasti ada tantangan yang dihadapi. Karenanya, ia mengajak untuk bersatu fokus dalam melanjutkan semangat perjuangan ibu Kartini. (tety)

sumber link: http://possore.com/2019/04/21/ketum-kowani-serukan-perempuan-indonesia-lanjutkan-semangat-perjuangan-ibu-kartini/

Prabowo Sebut Ibu Pertiwi Sedang Diperkosa, Giwo Rubianto: “Calon Pemimpin Kok Senangnya Bikin Rakyat Khawatir”

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.,
Ketua Umum KOWANI

 

Kampanye akbar pasangan calon presiden-wakil presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno, Minggu (7/4/2019), nampaknya menjadi panggung bebas untuk menjelek-jelekkan Paslon 01.

 

Berbagai kritikan, bahkan hinaan disampaikan dengan terbuka oleh Prabowo Subianto dengan suara yang berapi-api. Ironis memang, hanya demi merebut kekuasaan, harus menghalalkan segala cara.

Berbagai ucapan Prabowo menuai banyak kritik di masyarakat.

 

Prabowo kala itu berujar, “Saya berdiri di sini karena saya berpandangan bahwa negara kita sedang sakit, saudara-saudara sekalian. Ibu pertiwi sedang diperkosa, saudara-saudara sekalian!”

 

Menanggapi hal ini, langsung saja kritik tajam disampaikan Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

 

Menurut Giwo, “Pak Prabowo sebagai salah satu tokoh nasional harusnya tampil dengan memberi harapan kepada Ibu Pertiwi. Bukan sebaliknya. Pak Prabowo dan timnya kerap memproduksi kalimat-kalimat yang dapat menurunkan harapan, dapat membuat masyarakat cemas dan takut”.

 

Bahkan dengan keras, Giwo Rubianto meminta Prabowo untuk tidak mengkaitkan dengan gender, dengan istilah diperkosa.

 

“Saya minta Pak Prabowo jangan mengkaitkannya dengan gender, dengan istilah diperkosa. Terlalu berlebihan dan terkesan mengada-ada,” tandas Giwo Rubianto yang juga Vice President International Council of Women (ICW) kepada innews, Senin (8/4/2019).

 

Banyak perkataan Prabowo lain yang juga menuai kritik dari masyarakat. Di antaranya, Prabowo menyebut kekayaan RI saat ini sedang digerus. Prabowo juga menyinggung kepala-kepala desa yang menurutnya mendapat ancaman di tahun politik. (RN)

 

sumber link: http://innews.co.id/prabowo-sebut-ibu-pertiwi-sedang-diperkosa-giwo-rubianto-calon-pemimpin-kok-senangnya-bikin-rakyat-khawatir/

Kowani Akan Terus Tingkatkan Kemampuan Ekonomi Perempuan Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Kowani Fair 2019 yang berlangsung pada 4-7 April di Smesco Indonesia, resmi ditutup, oleh Sesjen Kementerian Sosial Hartono Laras, Minggu (7/4). Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo dan Hj Ony Jafar selaku Ketua Panitia Kowani Fair 2019, turut mendampingi.

Berakhirnya event tahunan ini tak lantas berhenti sampai di sini saja. Kowani sebagai organisasi terbesar dan tertua di Indonesia akan terus meningkatkan kemampuan perempuan dalam hal pemberdayaan ekonomi.

“Ini menjadi penting agar kaum perempuan memiliki rasa percaya diri dan berani mengambil keputusan penting dalam urusan bisnisnya,” tandas Giwo Rubianto Wiyogo usai penutupan Kowani Fair 2019 bertema ‘Dengan Semangat Ibu Bangsa Kowani Mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4.0’, di Jakarta, Minggu (7/4).

Giwo mengungkapkan, berdasarkan hasil survey, ada sekitar 30 persen perempuan belum berani mengambil keputusan sendiri. Belum berani mandiri. Masih bergantung pada orang lain baik suami maupun keluarga. “Padahal perempuan itu harus mandiri, harus out of the box, tidak sekedar ikut-ikutan,” tegasnya.

Menurut Giwo, perempuan memiliki kemampuan yang baik dalam hal usaha dan pengelolaan uang. Sifat perempuan yang ulet, pekerja keras dan rajin menjadi nilai tambah bagi perempuan dalam mengelola usaha sendiri atau berbisnis.

 

 

“Saat ini banyak kaum perempuan yang sukses menjadi pengusaha. Mereka bukanlah berasal dari perempuan dengan modal usaha yang kuat. Umumnya perempuan pengusaha menjadi besar karena keuletan ditambah skill pada bidang yang ditekuni,” ujarnya.

Ke depan, Kowani akan terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan skill, sehingga pemberdayaan ekonomi perempuan bisa dioptimalkan. Termasuk memberikan pelatihan kepada pengusaha wanita terkait era industry 4.0.

“Era industry 4.0 menuntut skill yang lebih baik, kemampuan beradaptasi dengan pasar serta kemampuan membentuk networking atau jaringan pemasaran,” lanjut Giwo.

Giwo mengingatkan kesadaran dari diri sendiri dan secara kolektif menyesuaikan perubahan bisnis dunia. Misalnya saja
bahwa era gudang dan toko serta pemasaran akan sangat berubah.

Industri 4.0 adalah keniscayaan perubahan zaman yang membuka peluang dan akses yang sangat luas. Yang juga menjadi tantangan hadirnya sebuah penetrasi pasar global yang luar biasa dahsyat dan tak bisa dibendung serta tidak kenal kompromi.

“Semangat Ibu Bangsa, ujar Giwo, menjadi spirit bagi Kowani mewujudkan dan melahirkan generasi milenial yang  produktif, unggul, kreatif, inovatif, berdaya saing, dan memiliki wawasan  kebangsaan yang militan serta sangat siap menapaki era Industri 4.0,” ujarnya.

Sementara itu, Sesjen Kemensos Hartono Laras, mengatakan era industry 4.0 di satu sisi banyak menimbulkan masalah, tetapi sisi lain juga banyak memberikan manfaat. Situasi seperti ini harus dipahami oleh kaum perempuan terutama mereka yang bergelut dalam bidang usaha.

“Kemampuan wanita pengusaha terutama dalam hal beradaptasi dengan teknologi informasi harus terus ditingkatkan. Supaya usaha yang digeluti bisa tumbuh lebih baik,” katanya.

Sekjen juga mengucapkan terimakasih kepada Kowani. Karena sebagai organisasi federasi yang menaungi 91 organisasi perempuan di Indonesia, Kowani telah menjadi mitra yang strategis bagi Kemensos dalam hal pemberdayaan kaum perempuan dan menyelesaikan masalah-masalah social.

“Ada banyak program sudah kita sinergikan dengan Kowani. Bahkan masalah anak-anak terlantar, anak jalanan atau anak miskin. Kowani banyak membantu kami,” tutup Sekjen.

Kowani Fair 2019 sendiri membuka 120 stand terdiri atas produk fesyen, perhiasan, hasil pertanian, produk kuliner dan produk olahan. Peserta sebagian besar adalah anggota Kowani dan pengusaha kecil yang merupakan binaan Kowani. (tety)

Sumber link: http://possore.com/2019/04/07/kowani-akan-terus-tingkatkan-kemampuan-ekonomi-perempuan-indonesia/

Kowani Fair 2019 Ditutup, Ratusan Anak Dapat Bingkisan

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto dan Sekjen Kemensos berfoto bersama anak-anak yatim, dhuafa dan anak berprestasi usai menutup Kowani Fair 2019

Menandai ditutupnya Kowani Fair 2019, Kongres Wanita Indonesia berbagi bingkisan dengan anak-anak yatim, anak-anak kurang mampu, anak difabel dan anak berprestasi. Masing-masing anak mendapatkan bantuan uang tunai Rp100 ribu ditambah tas sekolah.

“Kita serahkan secara simbolis beberapa anak saja. Nanti sisanya diserahkan ke anak-anak per kelompok,” kata Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto, Ahad (7/4).

Ia mengatakan sebagai organisasi yang beranggotakan kaum ibu, Kowani senantiasa dekat dan memperhatikan anak-anak. Karena itu dalam berbagai kegiatan, Kowani selalu memberikan donasi bagi anak-anak kurang beruntung.

“Anak sangat dekat dengan ibu. Makanya dalam berorganisasi kami selalu utamakan anak-anak,” lanjutnya.

Anak lanjut Giwo merupakan anggota keluarga yang tidak terpisahkan dari seorang ibu. Sehingga sesibuk apapun aktivitas seorang ibu diluar rumah, urusan anak tetap harus diutamakan.

Terkait Kowani Fair, Giwo menjelaskan bahwa ini adalah agenda rutin Kowani dalam bidang pemberdayaan ekonomi perempuan. Kowani Fair pertama kali digelar tahun 2000 yang dibuka resmi Presiden Megawati.

Hingga saat ini, Kowani Fair menjadi agenda penting yang ditunggu-tunggu baik pengusaha wanita maupun masyarakat umum. Bahkan sejumlah Negara sabahat, karena di Kowani Fair, berbagai jenis produk fesyen, kerajinan tangan dan lainnya dijual dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang bagus.

Sumber link: http://menara62.com/2019/04/07/kowani-fair-2019-ditutup-ratusan-anak-dapat-bingkisan/

Baca juga : http://menara62.com/2019/04/07/ketum-kowani-masih-banyak-perempuan-belum-berani-mengambil-keputusan-sendiri/

Kowani : tugas Ibu Bangsa lahirkan generasi kreatif

Jadi bukan emak-emak, tapi Ibu Bangsa. Ibu bangsa lahir seusai Sumpah Pemuda. Bahkan dalam Sumpah Pemuda tidak ada bahasa emak tapi bahasa ibu,

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan menjadi tugas Ibu Bangsa untuk melahirkan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing.

“Ibu Bangsa memiliki tugas yang mulia untuk melahirkan generasi milenial yang kreatif, inovatif dan berdaya saing,” ujarnya saat membuka Kowani Fair di Jakarta, Kamis.

Kowani Fair 2019 dilaksanakan pada 4 hingga 7 April 2019, dengan mengangkat tema “Dengan Semangat Ibu Bangsa Kowani Mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4.0”.

Ia menambahkan bahwa cita-cita para pejuang perempuan tentang Ibu Bangsa yang dicetuskan sejak 1935 atau 10 taun sebelum Indonesia merdeka.

“Jadi bukan emak-emak, tapi Ibu Bangsa. Ibu bangsa lahir seusai Sumpah Pemuda. Bahkan dalam Sumpah Pemuda tidak ada bahasa emak tapi bahasa ibu,” tegas Giwo.

Ia menyebutkan bahwa tugas perempuan sebagai Ibu Bangsa bukanlah hal yang mudah, untuk itu perlu upaya bersama untuk menjalankan mandat tersebut.

Kowani Fair diikuti sekitar 120 peserta dari seluruh Tanah Air. Kowani Fair yang diadakan setiap tahunnya itu bertujuan untuk mempromosikan produk dalam negeri.

“Dalam kegiatan ini, kami juga berharap para pengusaha perempuan bisa mendapatkan pasar baru bagi penjualan produknya,” harap dia.
Pewarta: Indriani
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber link: https://www.antaranews.com/berita/820131/kowani-tugas-ibu-bangsa-lahirkan-generasi-kreatif

Dukung Pengusaha Wanita, Kowani Genjot Promosi Produk Kreatif Lewat Kowani Fair

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) kembali menggelar Kowani Fair, sebuah ajang pameran dan bazaar produk kreatif Indonesia yang diadakan di Smesco Tower, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019). Tahun ini Kowani Fair mengambil tema Semangat Ibu Bangsa Kowani Mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4.0.

“Sudah 18 tahun kami menggelar Kowani Fair yang tujuan utamanya adalah membantu para anggota, juga binaan Kowani, para pengusaha wanita untuk memasarkan produknya,” kata Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, usai membuka Kowani Fair 2019, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Sejak pertama digelar tahun 2000, Kowani Fair terus diminati pengusaha wanita Indonesia. Mereka tidak hanya berjualan produk. Lebih dari itu, mereka memanfaatkan Kowani Fair untuk menjajaki kerjasama dengan pengusaha lain, juga dengan pengunjung.

“Kowani Fair dan berbagai kegiatan Kowani kami gelar untuk mendedikasikan diri kepada para pendiri Kowani, para pejuang yang telah mencetuskan ide dan konsep Ibu Bangsa,” tambah Giwo.

Menurut Giwo, Kowani yang kini telah menjadi organisasi federasi terbesar di dunia dengan 91 organisasi perempuan sebagai anggota, tidak terlepas dari perjuangan para foundhing mother, pendiri Negara, para pahlawan perempuan Indonesia.

Sementara itu, Ony Jafar, Ketua Panitia Kowani Fair 2019 menyampaikan bahwa era digitalisasi 4.0 telah membawa konsekuensi hampir di semua lini kehidupan. Tidak terkecuali lini perdagangan dan bisnis.

“Jika dulu orang harus pergi ke toko, ke mal atau ke pasar untuk mendapatkan barang yang diinginkan, untuk belanja, maka sekarang sudah tidak perlu lagi,” katanya.

Teknologi informasi memberikan kecenderungan orang untuk berbelanja melalui online. Akibatnya sebagian besar pasar, toko dan pusat perbelanjaan lebih sepi dibanding era sebelumnya.

“Jadi tidak benar bahwa tutupnya mall, toko atau sepinya pusat perbelanjaan karena daya beli masyarakat yang turun. Sejatinya itu lebih banyak dipengaruhi oleh gaya belanja masyarakat yang serba online,” tambahnya.

Kondisi tersebu,  lanjut Ony, tentu harus diantisipasi oleh pengusaha perempuan Indonesia. Bahwa mereka dituntut untuk melek teknologi, memanfaatkan teknologi untuk mendongkrak usahanya.

Kowani Fair 2019 yang berlangsung 4-7 April membuka 120 stand bagi pengusaha wanita Indonesia yang sebagian besar diikuti oleh organisasi anggota Kowani. Berbagai produk mulai dari fesyen, perhiasan, perlengkapan shalat, sembako, buah-buahan, produk olahan hingga kuliner tersedia di Kowani Fair yang mengambil lokasi di Gedung Sme Tower (Smesco).

Selain itu terdapat pula produk-produk unggulan dari UKM binaan BUMN, Perbankan, Binaan Asosiasi, Himpunan dan gabungan pengusaha.

Selama 4 hari berlangsung, Kowani Fair 2019 ditargetkan dikunjungi 5.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp10 miliar.

Kowani Fair 2019 dimeriahkan pula dengan peragaam busana, talkshow dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kowani juga mendatangani kerjasama dengan Indonesia Healthcare Forum (Indo HCF) atau Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) dan PT Aldomoru selaku pemilik live streaming tv dengan nama produk AMTV dalam pembuatan dan pendistribusian Kowani TV.

 

Sumber link: https://www.wartaekonomi.co.id/read222391/dukung-pengusaha-wanita-kowani-genjot-promosi-produk-kreatif-lewat-kowani-fair.html

baca juga : http://menara62.com/2019/04/04/kowani-fair-2019-bantu-pengusaha-wanita-promosikan-produknya/

 

KOWANI Fair 2019: Mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4.0

Tema ini, menurut Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, sangat tepat di tengah upaya Kowani untuk menggelorakan kembali semangat wanita Indonesia dalam perannya sebagai Ibu Bangsa.

Giwo mengatakan, Kowani Fair 2019 diadakan sebagai upaya organisasi yang dipimpinnya membantu mempromosikan produk-produk kreatif yang dihasilkan para pengusaha wanita Indonesia.

“Selain itu, sebagai bentuk komitmen Kowani meningkatkan jejaring pengusaha wanita Indonesia. Diharapkan para pengusaha wanita Indonesia memiliki jejaring yang solid dan saling mendukung di pasar nasional untuk menuju pasar global,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (4/4).

Dikatakan, tujuan utama diadakannya yaitu membantu para anggota, juga binaan Kowani, para pengusaha wanita untuk memasarkan produknya.

Kowani Fair 2019 membuka 120 stand bagi pengusaha wanita Indonesia yang sebagian besar diikuti oleh organisasi anggota Kowani. Berbagai produk mulai dari fesyen, perhiasan, perlengkapan shalat, sembako, buah-buahan, produk olahan hingga kuliner tersedia di event ini.

“Ini adalah ajang pameran dan bazaar produk kreatif Indonesia yang terbukti mampu menciptakan jalur komunikasi antara produsen, penjual dan pembeli untuk melakukan kerjasama maupun transaksi jual beli,” katanya.

Tidak heran, sejak pertama digelar tahun 2000, Kowani Fair terus diminati pengusaha wanita Indonesia. Mereka tidak hanya berjualan produk. Mereka juga memanfaatkan Kowani Fair untuk menjajaki kerjasama dengan pengusaha lain, juga dengan pengunjung.

“Kowani Fair dan berbagai kegiatan Kowani kami gelar untuk mendedikasikan diri kepada para pendiri Kowani, para pejuang yang telah mencetuskan ide dan konsep Ibu Bangsa,” tambah Giwo.

Menurut Giwo, Kowani yang kini telah menjadi organisasi federasi terbesar di dunia dengan 91 organisasi perempuan sebagai anggota, tidak terlepas dari perjuangan para foundhing mother, pendiri Negara, para pahlawan perempuan Indonesia.

Terkait tema Kowani Fair 2019, Hj Ony Jafar, Ketua Panitia Kowani Fair 2019 mengatakan, era digitalisasi 4.0 telah membawa konsekuensi hampir di semua lini kehidupan. Tidak terkecuali lini perdagangan dan bisnis.

“Jika dulu orang harus pergi ke toko, ke mal atau ke pasar untuk mendapatkan barang yang diinginkan, untuk belanja, maka sekarang sudah tidak perlu lagi,” katanya.

Teknologi informasi memberikan kecenderungan orang untuk berbelanja melalui online. Akibatnya sebagian besar pasar, toko dan pusat perbelanjaan lebih sepi dibanding era sebelumnya.

“Jadi tidak benar tutupnya mall, toko atau sepinya pusat perbelanjaan karena daya beli masyarakat yang turun. Sejatinya itu lebih banyak dipengaruhi oleh gaya belanja masyarakat yang serba online,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu harus diantisipasi oleh pengusaha perempuan Indonesia. Bahwa mereka dituntut untuk melek teknologi, memanfaatkan teknologi untuk mendongkrak usahanya.

Selain itu, terdapat pula produk-produk unggulan dari UKM binaan BUMN, Perbankan, Binaan Asosiasi, Himpunan dan gabungan pengusaha.

Selama 4 hari berlangsung, Kowani Fair 2019 yang dimeriahkan pula dengan peragaam busana, talkshow dan berbagai kegiatan menarik lainnya, ini ditargetkan dikunjungi 5.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp10 miliar.

Dalam kesempatan tersebut Kowani juga mendatangani kerjasama dengan Indonesia Healthcare Forum (Indo HCF) atau Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) dan PT Aldomoru selaku pemilik live streaming tv dengan nama produk AMTV dalam pembuatan dan pendistribusian Kowani TV. (tety)

sumber link: http://possore.com/2019/04/04/kowani-fair-2019-mempersiapkan-generasi-masyarakat-industri-4-0/

Kongres Wanita Indonesia