Kowani Gandeng Bawaslu Sosialisasikan UU Pemilu

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. menggelar kegiatan sosialisasi UU nomor 7 tahun 2017, terkait Pemilihan Umum dan Pembekalan Caleg Perempuan, di Ruang Malahayati, Kantor Kowani Jl. Imam Bonjol No. 58 Jakarta.

 

Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Umum Kowani yang diwakili oleh Hj. Oni Jafar Hafsah, SE yang sekaligus sebagai Ketua Pemerhati Bidang Politik.

 

Dalam sambutannya, Ibu Oni Jafar Hafsah, mengatakan partai politik seharusnya mampu all out dalam memberikan peluang bagi perempuan untuk berperan di bidang politik.

 

“Bukan hanya karena ketentuan 30% Keberadaan perempuan, tetapi kita sadari pentingnya keterwakilan perempuan di Parlemen dengan melakukan langkah-langkah strategis dan sistematis untuk memperjuangkan perempuan sampai terpilih menjadi anggota legislative (Affirmative Action),” ujarnya.

 

Menyadari hal itu, Kowani sudah menyiapkan sejumlah gagasan bagi perempuan di Pemilu Legislatif 2019 mendatang, yang akan dikemas dalam kegiatan sosialiasisi UU Pemilu dan Pembekalan bagi Caleg Perempuan yang dilaksanakan hari ini, Rabu (28/2). Diantaranya, pembekalan mengenai pengetahuan tentang sistem pemilu, UU kepemiluan dan Kepartaian.

 

“Sehingga bidang politik Kowani menitik beratkan programnya pada upaya keterwakilan perempuan di sektor publik menjadi mainstream gerakan dan program kerja bidang,” paparnya.

 

Sebelumnya Ketua Panitia Ibu Pia Megananda mengatakan, acara sosialisasi yang digawangi bidang Politik Kowani itu bertujuan untuk memberikan pemahaman para caleg perempuan terkait UU Pemilihan Umum.

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait UU nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” ujar Pia.

 

Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini para lembaga penyelenggara dan pengawas pelaksanaan Pemilu, baik KPU, Bawaslu dan Partai Politik serta Pemerintah, diharapkan saling menjaga komitmen untuk meningkatkan keterwakilan perempuan pada lembaga legislatif.

 

“Semoga melalui forum ini, bisa merumuskan upaya terobosan maupun strategi dalam rangka meningkatkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif,” tambahnya.

 

Kegiatan yang dihadiri 100 orang peserta ini menghadirkan sejumlah narasumber andal. Diantaranya adalah anggota KPU RI Dra. Evi Novida Ginting, M.SP, anggota Bawaslu RI Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH. MH, anggota Komisi II DPR Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Dosen FISIP UI Chusnul Mar’iyah, Ph,.D, dan Direktur Eksekutif PERLUDEM Titi Anggraeni.

 

 

 

 

Kowani dan Wanita Kosgoro “Selamatkan Anak Bangsa dari Bahaya Narkotika”

Setiap negara tidak akan pernah terlepas dari adanya ancaman masalah. Berbagai masalah yang timbul dalam sebuah negara biasanya akan berimbas kepada rakyat dinegara tersebut. Negara Indonesia sebagai negara dikawasan asia tenggara pun tidak lepas dari hal tersebut. Masalah diindonesia yang kini marak dan sangat perlu untuk segera diatasi adalah masalah penyebaran narkoba.

Seperti kita ketahui, narkoba merupakan zat yang mengandung senyawa yang bisa menimbulkan efek adiktif, artinya dalam pemakaiannya akan timbul kecenderungan untuk menggunakannya kembali yang biasa diistilahkan dengan kecanduan. Berdasar kasus yang terjadi di masyarakat, khususnya yang terjadi pada diri penggunanya, seseorang yang sudah menggunakan narkoba akan sulit melepaskan diri dari nya. Basis penyebaran narkoba ada pada masyarakat secara ilegal. Berbagai lini dan celah dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Secara umum pada remaja biasanya masuk melalui pergaulan lingkungan.

Menyikapi adanya hal tesebut, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Wanita Kosgoro menyelenggarakan Penyuluhan Masalah Penyalahgunaan Narkoba, Selasa (27/2/2018).

Ketua Kowani Ignatia Endang K. Siregar yang akrab dipanggil Ibu Nuning mewakili Ketua Umum Kowani membuka acara yang bertema “Selamatkan Anak Bangsa dari Bahaya Narkotika” yang diselenggarakan di Ruang Malahayati Kantor Kowani tersebut.

Poppy Hayono Isman sebagai narasumber  memberikan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba kepada 100 orang peserta dari pengurus dan organisasi anggota Kowani yang hadir. Peserta yang mayoritas ibu-ibu ini sangat antusias dalam menerima materi. Semoga pengetahuan yang kami berikan bermanfaat dan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba di Lingkungan kita.

Salam Stop Narkoba!!

 

 

Kowani Dukung Aksi Sosial BPOM

Kowani.or.id – Minggu (25/02), Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengikuti aksi sosial di area CFD Jakarta yang diselenggarakan Badan POM dengan mengangkat tema “Cinta Indonesia, Tolak dan Laporkan Obat dan Pangan Ilegal, Ingat Cek KLIK!”.

 

Aksi sosial ini merupakan wujud nyata dari tindak lanjut Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu. “Aksi Nasional dan Gerakan Masyarakat yang telah dicanangkan oleh BPOM RI pada tahun 2017 lalu, tidak mungkin terlaksana tanpa komitmen kuat dari seluruh elemen bangsa. Karena itu, kami kembali hadir ke tengah masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya komitmen kita bersama dalam pemberantasan obat dan pangan ilegal”, papar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan CFD.

 

Kegiatan CFD diawali dengan senam bersama dan jalan santai, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kepala BPOM RI. Sebagai sarana untuk memberikan layanan informasi dan melayani pengaduan masyarakat pengunjung area CFD, BPOM RI membuka Klinik Konsumen dan berbagai booth yang diisi oleh unit kerja dari BPOM RI.

 

Peserta yang hadir berjumlah kurang lebih 2.000 orang yang merupakan stakeholders dari berbagai institusi, yaitu Kementerian/Lembaga, organisasi profesi, asosiasi pengusaha, civitas akademika, pegawai BPOM RI beserta keluarga serta stakeholders lainnya yang memiliki visi mencerdaskan masyarakat untuk peduli Obat dan Pangan aman.

 

Sebagai rangkaian dari peringatan HUT BPOM RI Ke-17 yang puncak kegiatannya akan diadakan pada minggu terakhir Februari 2018, kegiatan KIE di area CFD ini dilaksanakan secara serentak oleh Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan KIE tersebut, BPOM RI membawa beberapa pesan edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang obat dan pangan, utamanya tentang bahaya dan risiko dalam penggunaan obat dan pangan yang tidak memenuhi syarat.

 

“Masyarakat diharapkan untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi obat dan pangan”, jelas Kepala BPOM RI terkait materi KIE yang disampaikan.

 

Lebih lanjut, Kepala BPOM RI pun membahas terkait isu-isu yang banyak beredar seputar obat dan pangan. Masyarakat diajak untuk dapat memanfaatkan layanan pengaduan dan informasi konsumen resmi dari BPOM RI untuk mereduksi peredaran isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Kami imbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu-isu hoax terkait obat dan pangan yang banyak beredar di media sosial. Masyarakat diharapkan dapat menjadi agen intelijen dari BPOM RI, dengan memberikan informasi terkait hal-hal yang diduga merupakan kejahatan pelanggaran obat dan makanan dan bersama-sama berkomitmen untuk menolak obat dan pangan ilegal”, tutup Kepala BPOM RI.

 

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito membuka kegiatan CFD

 

 

Saat wawancara dengan Media

Kowani hadiri Jambore Keamanan Pangan, Ayo Sadar Pangan Aman

Kowani.or.id — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Jambore Keamanan Pangan Komunitas Masyarakat, Kamis (22/8/2018).

Pada kegiatan tersebut Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menghadirkan 25 orang peserta yang terdiri dari pengurus dan organisasi anggota Kowani.

Kegiatan yang di laksanakan tanggal 21 sampai dengan 22 Februari di Jalan Percetakan Negara no.23 Jakarta Pusat tersebut merupakan  rangkaian HUT BPOM ke 17.

“Keamanan pangan merupakan hal yang sangat penting, karena masih menjadi masalah yang berlanjut dari dahulu hingga sekarang, walaupun saat ini trennya sudah menurun. Masalah tersebut antara lain terkait dengan cemaran biologis yang disebabkan bakteri-mikroba, penggunaan bahan tambahan pangan berlebihan, penyalahgunaan formalin, boraks, dan rhodamin B, serta masalah pencemaran lingkungan” ungkap Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara secara resmi.

Jambore dimulai dengan pemberian materi tentang Keamanan Pangan oleh Petugas dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha, Drh. A.A. Nyoman Merta Negara. Ia menjelaskan tentang urgensi dari keamanan pangan dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah keamanan pangan.

Dalam paparannya Drh. Nyoman menekankan untuk selalu melakukan cek KLIK ketika akan membeli produk obat dan pangan. Diharapkan agar masyarakat lebih cerdas dalam membeli obat dan pangan dengan memperhatikan atau melakukan cek kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada label, pastikan memiliki izin edar dan cek masa kedaluwarsanya (cek KLIK).

“5 (lima) kunci keamanan pangan yaitu Jagalah Kebersihan, Pisahkan Pangan mentah dan pangan matang, Masaklah dengan benar, Jagalah Pangan pada suhu aman dan Gunakan air dan bahan baku yang aman”, terangnya.

Peserta Jambore kemudian disuguhi demonstrasi penggunaan Rapid Kit Test yang dibimbing oleh Evi dari Balai Besar POM DKI Jakarta. Peserta mempraktekkan cara pengujian pangan yang mengandung formalin, boraks dan rhodamin B menggunakan kit test yang disediakan. Peserta tampak sangat antusias saat mencoba melakukannya.

Jambore dimeriahkan dengan berbagai kuis dan perlombaan. Di akhir acara para peserta membuat yel-yel dan menampilkannya secara per kelompok. Dari kegiatan ini diharapkan peserta dapat lebih mengerti, paham dan sadar tentang keamanan pangan, dapat menjaga dirinya sendiri dari pangan yang berisiko dan memilih pangan yang aman bagi dirinya, serta dapat menyebarkan informasi dan semangat ini kepada yang lain.

Kowani Nilai Jumlah Peserta PPRA Perempuan Minim

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. menilai jumlah peserta perempuan dalam Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), masih minim perempuan. Padahal, ilmu yang didapatkan dalam PPRA, begitu penting untuk perempuan yang juga sudah diposisikan setara dengan kaum pria di Indonesia,untuk menduduki jabatan strategis.

Demikian disampaikan Giwo Rubianto,Rabu (21/2) setelah sebelumnya ikut hadir, dalam pembukaan   PPRA LVII Tahun 2018 Lemhannas RI, dimana seorang peserta dari Kowani atas nama, Ny. Ari Lutfi Lubihanto.

Giwo Rubianto menambahkan, kesertaan perempuan dalam PPRA sesungguhnya penting,mengingat dalam pendidikanya, peserta disiapkan menjadi  kader dan memantapkan pimpinan tingkat nasional melalui segala usaha kegiatan,  pekerjaan meliputi program pendidikan, penyiapan materi pendidikan dan pendukung lainnya yang diperlukan calon pemimpin.

“Nah, Kowani menilai keberadaan perempuan minim. Karenanya, Kowani berharap dalam pelatihan selanjutnya, kaum perempuan disertakan. Meskipun dengan seleksi yang ketat dan beragam syarat lainnya, saya yakin banyak perempuan berpotensi untuk disertakan dalam PPRA,”katanya kemarin.

Sebelumnya, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. menghadiri Pembukaan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

Gubernur Lemhannas, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo dalam sambutannya Gubernur Lemhannas menjelaskan bahwa Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII Tahun 2018 ini dalam rangka penyiapan Kader Pimpinan Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan selama 7 bulan dengan 2 sistem, yaitu sistem off campus dengan metode e-learning dan teleconference, dilaksanakan selama 1 bulan yang dapat dilakukan dari kantor/tempat kerja masing-masing peserta dan sistem on campus dengan metode ceramah dan diskusi, dilaksanakan selama 6 bulan yang dilakukan di Lemhannas RI. Adapun kegiatan utamanya antara lain Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN), Studi Strategis Luar Negeri (SSLN), Program Pilihan (Prog Pil), Olah Sistem Manajemen Nasional (OS), Menulis Kertas Karya Perorangan (Taskap) dan Seminar. Selama mengikuti program pendidikan biaya dibebankan pada DIPA Lemhannas RI/APBN Tahun Anggaran 2018, disamping itu disediakan buku-buku pelajaran/modul pendidikan dan perpustakaan serta fasilitas penginapan/mess bagi setiap peserta.

 

 

Kowani Hadiri Pembukaan PPRA LVII Tahun 2018 Lemhannas RI.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. menghadiri Pembukaan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Selasa (20/2/2018).

Acara dibuka dengan sambutan Gubernur Lemhannas, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo tersebut diselenggarakan di Gedung Dwiwarna Purwa Lt.I Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta.

Dalam sambutannya Gubernur Lemhannas menjelaskan bahwa Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII Tahun 2018 ini dalam rangka penyiapan Kader Pimpinan Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan selama 7 bulan dengan 2 sistem, yaitu sistem off campus dengan metode e-learning dan teleconference, dilaksanakan selama 1 bulan yang dapat dilakukan dari kantor/tempat kerja masing-masing peserta dan sistem on campus dengan metode ceramah dan diskusi, dilaksanakan selama 6 bulan yang dilakukan di Lemhannas RI.

Adapun kegiatan utamanya antara lain Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN), Studi Strategis Luar Negeri (SSLN), Program Pilihan (Prog Pil), Olah Sistem Manajemen Nasional (OS), Menulis Kertas Karya Perorangan (Taskap) dan Seminar.

Selama mengikuti program pendidikan biaya dibebankan pada DIPA Lemhannas RI/APBN Tahun Anggaran 2018, disamping itu disediakan buku-buku pelajaran/modul pendidikan dan perpustakaan serta fasilitas penginapan/mess bagi setiap peserta.

Galeri:

Kowani menyelenggarakan Sosialisasi “Pendidikan Dan Pelatihan Guru Paud Dan Pelatihan Wirausaha”

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud menyelenggarakan Sosialisasi “Pendidikan Dan Pelatihan Guru Paud Dan Pelatihan Wirausaha”, Selasa (20/2/2018).

Dengan menghadirkan narasumber Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan DITJEN PAUD dan DIKMAS Dr. Yusuf Muhyiddin, M.Pd.  yang memberi paparan tentang sosialisasi kursus & Kelembagaan acara dilaksanakan di Aula Malahayati Kantor Kowani, Jl. Imam Bonjol No.58 Jakarta.

Kepada 100 orang peserta dari organisasi anggota yang hadir pada acara tersebut disampaikan pula bahwa Bidang Pendidikan, Iptek, Seni dan Budaya Kowani akan menjebatani dan mendata Guru PAUD binaannya yang akan mengikuti kuliah 2 semester, kursus kewirausahaan, Pelatihan Dasar Guru PAUD 48 Jam dan Pelatihan Implementasi Kurikulum PAUD 48 Jam kerjasama antara Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat PAUD dan Dikmas dengan Universitas Terbuka.

Pada bulan Agustus nanti Kowani akan menyelenggarakan Lomba Paduan Suara yang diikuti oleh organisasi anggota dimana Juara I akan dipentaskan pada saat acara pembukaan ICW di Yogyakarta pada bulan September 2018.

Laporan Ketua Panitia

 

Peserta Sosialisasi Foto bersama Narasumber

 

Bidang PEndidikan, Iptek, Seni dan Budaya bersama Narasumber

Banjir Jakarta, Kowani Beri Bantuan Pengungsi

Kowani.or.id, Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) melaksanakan bakti sosial  di lokasi Pengungsian Korban Banjir akibat Luapan Kali Ciliwung di Kampung Arus Cawang Jakarta Timur, 7 Februari 2018.

 

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. ini memberikan bantuan berupa makanan dan sarung kepada para pengungsi yang didominasi anak-anak dan wanita itu.  Ia berharap bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan beban para pengungsi.

 

Ketua Umum Kowani mengatakan, bantuan yang berikan adalah bentuk kepedulian wanita (Kowani) terhadap ibu-ibu, anak-anak, balita, lansia dan warga masyarakat yang menjadi korban banjir.

 

“Di sini banyak ibu hamil dan anak balita. Kami meminta kepada dinas terkait untuk memprioritaskan bantuan ke sini,” ujar Ibu Giwo.

 

Lebih lanjut, Giwo menjelaskan, para anak-anak dan perempuan korban banjir Jakarta itu juga harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala. Terlebih untuk ibu hamil yang rawan terkena virus. “Kebutuhan pendidikan anak-anak juga harus diperhatikan, juga pendampingan dari psikolog. Tolonglah pemerintah perhatikan hal ini,” ujar Giwo.

 

Pada kesempatan tersebut Ketua umum Kowani didampingi Sekjen Kowani Titien Pamudji, S.IP, Ketua Kowani Nuning Siregar, Ketua Bidang Humas Ery Simandjuntak, S.Sos dan Ketua Bidang Soskeskel Susianah Affandy beserta anggota Bidang Soskeskel Kowani.