SEMINAR MEMBANGUN KARAKTER PEREMPUAN DI DALAM ORGANISASI

Bandung, kowani.or.id —- Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. menjadi narasumber pada acara Seminar Membangun Karakter Perempuan Di Dalam Organisasi dengan materi “Membangun Kualitas Kepemimpinan”, Jumat (28/4/2017).

Hadir pada acara tersebut Sekretaris Jenderal Kowani Ibu Titien Pamudji, S.IP beserta pengurus Bidang Humas Ibu Kania Riffianti Amalsyah, S.Sos., MM. dan Suzanna Mulyani.

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Barat ini dilaksanakan di Hotel Park, Jl. P.P.H. Mustofa No.47/57 Bandung.

Narasumber lainnya adalah Dr. Hj. Endang Pudjiastuti, M.Pd ( PSTKOLOG UNISBA) dengan materi “Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan Yang Berkarakter” dan Dr. Nefi Aris Ambar Asmara, MA (STIAN) dengan materi “Membangun Sinergitas Management Organisasi”.

Peserta

Kowani Audiensi ke Kementerian Kominfo

Jakarta, kowani.or.id — Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang dipimpin oleh Hj. Oni Jafar Hafsah, SE melaksanakan audiensi ke kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (10/4/2017). Audiensi kali ini terkait acara Kowani Fair yang akan dilaksanakan pada tanggal 1s.d.4 Juni 2017, bertempat di Exibition Hall SME-Tower Smesco, Jl.Gatot Subroto Kav 94 Jakarta Selatan.

Pada pertemuan dengan Direktur Pemberdayaan Informatika Dirjend Aplikasi Informatika Kemenkominfo ibu Septriana Tangkary SE.MM. tersebut Ibu Oni menyampaikan bahwa Kowani Fair dilaksanakan setiap tahun dimana pada kegiatan ini akan ada seminar, bazaar, lomba-lomba, hiburan stand up comedy, masak dengan chef dan pasar pangan murah Ramadhan.

Kowani Fair tahun ini  mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Perempuan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Teknologi Informasi”.

Hasil dari pertemuan ini disepati Kowani dengan Kominfo akan membuat MoU yaitu antara Dirjen Kominfo dengan Ketua Kowani, dengan disaksikan Menteri Kominfo dan Ketua Umum Kowani. Selain itu dalam rangka program Komimfo akan ada bantuan domain ID dan website serta akan diadakan pelatihan untuk 1000 UKM baik pemula maupun yang sudah maju bagi organisasi anggota Kowani.

 

Sherpa G20 Indonesia melakukan Pertemuan dengan Perwakilan RI pada G20 Outreach Groups

Outreach Groups bersama dengan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan

Guna memperoleh update dan menyelaraskan posisi terkait prioritas RI, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional selaku Sherpa G20 Indonesia melakukan pertemuan dengan perwakilan RI pada G20 Outreach Groups pada Jumat, 7 April 2017 lalu, di Kemenko Perekonomian. Sherpa menyampaikan beberapa arahan antara lain : a) para perwakilan di outreach group diharapkan dapat menyampaikan posisi dan updateuntuk kemudian menjadi bahan bagi masukan intervensi Presiden pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2017; 2) para perwakilan diharapkan dapat bertemu dengan Argentina sebagai Presidensi G20 2018 dan memperoleh informasi mengenai prioritas yang akan diangkat.

Peserta yang hadir pada pertemuan tersebut yakni perwakilan dari KADIN dan PT. SMI (selaku B20 Indonesia), perwakilan dari Center for Strategic International Studies dan Universitas Parahyangan (selaku T20 Indonesia), perwakilan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (selaku S20 Indonesia), perwakilan dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (selaku L20 Indonesia), perwakilan dari Kongres Wanita Indonesia dan Perempuan Kepala Keluarga – PEKKA (selaku W20 Indonesia), perwakilan dari Publish What You Pay (selaku C20 Indonesia), dan perwakilan dari Indonesian Youth Diplomacy (selaku Y20 Indonesia).

Pertemuan G20 Digital Economy Task Force ke-2

Indonesia: Digitalisasi penting untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan sosial
TFDE2

Dalam pertemuan G20 Digital Economy Task Force ke-2 yang berlangsung di Berlin, Jerman, Delegasi RI (Delri) menyampaikan adanya permasalahan global yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia, tidak terkecuali negara anggota G20, yakni ketimpangan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh tidak meratanya wealth distribution di tengah masyarakat.

Sejalan dengan salah satu prioritas G20 di bawah Presidensi Jerman, Indonesia menekankan pentingnya peranan teknologi digital dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dalam hal ini Delri menyampaikan bahwa G20 perlu untuk mendorong dan mendukung dilahirkannya bisnis model inovatif yang menitik-beratkan pada perluasan akses masyarakat terhadap fasilitas keuangan (financial inclusion) melalui penerapan teknologi digital, shared economy, dan workforce digitalisation. Pada gilirannya, model bisnis yang demikian akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang mereka dalam mengambil manfaat dari perkembangan teknologi digital.

Untuk itu, Delri juga mengingatkan kembali bahwa G20 Digital Economy Task Force dibentuk untuk secara kolektif mengidentifikasi opportunities and challenges dari perkembangan ekonomi digital di tengah masyarakat. Dalam kerangka ini, Indonesia meyakini bahwa G20 merupakan forum strategis dan tepat untuk mendorong negara-negara anggota maupun non-anggota G20 dalam melahirkan kebijakan yang bertujuan untuk memastikan bahwa para pelaku ekonomi digital memperoleh insentif untuk berinovasi, berkompetisi, dan berinvestasi untuk mengembangkan model bisnis inovatif, serta menjaga agar model bisnis tersebut diimplementasikan.

Posisi Indonesia tersebut sejauh ini telah dimasukkan ke dalam draft Deklarasi Menteri Digital yang akan diadopsi dan disahkan pada Pertemuan Menteri Digital G20 pada tanggal 6-7 April 2017 mendatang.

Pada pertemuan ini, Delri dipimpin oleh Staf Khusus Menkominfo Bidang Project Management Office (PMO) dan didampingi oleh perwakilan Kemenkominfo, Kemenko Perekonomian, dan Indonesian E-Commerce Association (IdEA).  (IW/2017

Munas KWSI Ke VI

Ketua Umum Kowani memberikan sambutan

Jakarta, kowani.or.id — Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Krida Wanita Swadiri Indonesia (KWSI) ke VI, Minggu (2/4/2017).

Acara yang mengangkat tema “Revitaslisasi dan Dinamisasi Krida Wanita Swadiri Indonesia” ini dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI., Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA.

Munas KWSI Ke VI diselenggarakan di Hotel Kaisar Jakarta dan secara aklamasi menetapkan Netty Marliza Komarudin sebagai Ketua Umum KWSI untuk periode 2017-2022.

Netty bertekad akan membesarkan dan menjaga eksistensi organisasi sayap Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) ini sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui karya nyata.

“Terima Kasih atas kepercayaan dan mandat dari kader KWSI kepada saya. Saya akan mebesarkan dan menjaga eksistensi KWSI diseluruh Indonesia,” kata Netty usai dilantik menjadi Ketua Umum KWSI.

Netty menuturkan, pihaknya akan melebarkan sayapnya dengan menjalin kerjasama dengan  mitra kerja yakni dari beberapa kementerian terkait untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, anak-anak dan keluarga pra sejahtera.

Galeri:
IMG-20170403-WA0011
Menteri PPPA membuka Munas KWSI ke VI