Peringatan HUT Ke-70 Perwita Wana Kencana

JAKARTA, kowani.or.id. – Selasa, 27 September 2016, Sekretaris Jenderal Kowani, Ibu Titien Pamudji, S.IP hadir pada perayaan HUT ke-70 Perwita Wana Kencana mewakili Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo M.Pd.

Acara yang bertempat  di ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabakti itu bertemakan “Perwita Wana Kencana Berupaya Menjadi Organisasi yang Tangguh dan Maju”.

Perwita Wana Kencana semula Persatuan Wanita Kehutanan pada 27 September 1946, sebagai wujud pelaksanaan tanggung jawab yang berpijak pada landasan nilai pengabdian, kemanusiaan serta kesukarelaan. Keberadaannya dalam mempertahankan dan meningkatkan kiprahnya bagi pemberdayaan masyarakat tidak diragukan lagi demi mewujudkan pribadi Wanita Kehutanan yang maju, mandiri dan memiliki budi pekerti yang luhur, akan dapat diraih.

Organisasi yang sekarang dipimpin oleh Ny. Herry Adjat Sudradjat ini masuk menjadi anggota Kowani pada tahun 1993.

Created  By : Ery Simandjuntak
Edit By : Widya Ayu K.

Press Release Acara Pemberian Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2016

JAKARTA, kowani.or.id – Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Gerakan Nasional Paud berkualitas, pada tanggal 29 September 2016 telah dilaksanakan acara Pemberian anugerah PAUD tingkat Nasional Tahun 2016 di TMII yang bertemekan Gerakan Nasional PAUD Berkualitas Memberikan Awal Titik Bagi Masa Depan Anak. Acara tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada guru, ketua, ketua gusus, dan bunda PAUD, serta tokoh masyarakat peduli PAUD, Lembaga dan organisasi Mitra PAUD, anak usia dini dan masyarakat umum pemegang lomba.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo yang merupakan salah seorang penerima Anugerah tersebut menyatakan bahwa satu bagian terpenting dari kehidupan manusia yakni masalah pembinaan dan pendidikan keluarga, yang merupakan bagian utama bagi Wanita/Kowani yakni sebagai Ibu Bangsa ,pendidik pertama dan utama bagi keluarga . Ibu Bangsa merupakan hasil dari Kongres perempuan ke II pada tahun 1935 yang menyatakan bahwa kewajiban utama Perempuan Indonesia adalah sebagai Ibu Bangsa yang berarti berusaha menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan kebangsaannya.

Tentulah disini kita sepakat bahwa keluarga adalah lingkungan “Ring satu” bagi anak anak dan ibarat lahan yang (diharapkan) paling subur sebagai media tumbuh dan kembangnya anak anak usia dini.

Kowani bersama dgn kemendikbud dan KPPA dari tahun 2000 menjadi inisiator adanya program pendidikan anak usia dini  yang dulu namanya pendidikan anak dini usia

Bersama dengan pemerintah maka Kowani yang beranggotakan 88 organisasi wanita di tingkat pusat dengan 52 juta anggota di seluruh Indonesia mensosialisasikan program PAUD. Dalam mengembangkan program PAUD dan memberikan bimbingan dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dan selain itu melaksanakan pelatihan pada tenaga pendidik dan tenaga pengelola  melalui teknik mengajar serta pentingnya penguatan keluarga berupa pembinaan dan pendidikan dengan system keluarga yang kuat dan stabil yang dapat memberikan pengaruh positif pada kecakapan hidup anak dan keterhubungan antar elemen sIstem lainnya.

 

Galeri Kegiatan  :

IMG-20160929-WA0003
Ibu Djokowi Widodo memberikan award penghargaan kepada ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo M Pd.
Creted By : Ery Simandjuntak
Edit By : Widya Ayu K

Galeri Kegiatan Pembagian Frozen Pacific Mackarel

Ibu Susianah Kabid Soskeskel menerima bantuan ikan untuk didistribusikan..

JAKARTA, kowani.or.id – Pada tanggal 27 September, Kowani bersama dengan Dra. Mira Riyati Kurniasih, Msi yang merupakan Direktur Pengelolaan Suber Dana Bantuan Sosial – Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia terlibat dalam acara pembagian ribuan kg Pacific Mackarel kepada masyarakat kurang mampu, melalui ormas, panti jompo, pesantren, panti asuhan dsb. Berikut beberapa galeri kegiatan yang telah diabadikan :

 IMG-20160927-WA0005
Ibu Ketua Bidang Soskeskel Kowani, Susianah sedang mendata perwakilan Ormas dan
Beberapa Organisasi Anggota..Panti Asuhan dan Panti Jompo…

Yuk Kenali KOWANI EXPO 2016 (1)

Dengan gembira dan penuh semangat, Kongres Wanita Indonesia akan menyelenggarakan KOWANI Expo 2016… Adapun tempat pelaksanaannya di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 1 Desember 2016 sampai 4 Desember 2016… KOWANI Expo 2016 ini tentunya akan mengambil tema yang berbeda dengan tahun lalu serta terdiri dari berbagai stand dan seminar bermanfaat… Mari kita dukung dan ikut bergabung di KOWANI Expo 2016!!!

Peluncuran Website Bhayangkari

JAKARTA, kowani.or.id – Senin, 26 September 2016, Pengurus Bhayangkari yang dipimpin oleh Ketua Bidang Humas Bhayangkari, Ibu Boy Rafli, audiensi ke Kantor Kowani di Jalan Imam Bonjol No.58 Jakarta Pusat.

Kedatangan mereka disambut baik oleh Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. selaku Ketua Umum Kowani. Bhayangkari merupakan salah satu anggota organisasi Kowani yang berdiri pada tahun 1949 dan masuk Kowani tahun 1952.

Menurut Ibu Boy Rafli, Bhayangkari akan menerbitkannya Website Bhayangkari pada tanggal 19 Oktober 2016. Peluncuran Website ini dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-64 Tahun 2016.

Berikut adalah komentar dan pesan Ibu Giwo yang akan ditayangkan di halaman Opini Website Bhayangkari:

“Ass Wr.Wb. Salam damai sejahtera bagi kita semua. Om Swastiastu. Saya Giwo Rubianto Wiyogo selaku Ketua Umum Kowani. Federasi Organisasi Wanita yang mewadahi 88 Organisasi Wanita di Tingkat Pusat yang salah satunya adalah Bhayangkari dan Kowani dengan total anggota mencapai 52 juta 100 ribu anggota di seluruh Indonesia. Saya sangat bangga dan menyambut gembira atas diluncurkannya website Bhayangkari karena anggota Bhayangkari yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara dengan berbagai dinamika kehidupan. Mutlak harus tetap terbina dan terjangkau. Oleh pembinaan dan informasi yang cepat tepat dan akurat dari Pusat. Selain itu website dapat menjadikan waktu, ruang gerak dan jarak menjadi begitu dekat dan nyata. Bersatulah wanita Indonesia dalam connecting woman dan mari terus kita membangun negeri. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita. Aamiin YRA, Dirgahayu Bhayangkari ke 64. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Om Santi Santi Santi Om”.

 

Galeri Kegiatan:

IMG-20160926-WA0001

Foto bersama Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo M.Pd, dengan Ketua Bidang Humas Bhayangkari, Ibu Boy Rafli.

IMG-20160926-WA0002

IMG-20160926-WA0003

Created by : Ery Simandjuntak
Edit by : Widya Ayu K.

Mengetahui Penulisan Berita dan Teknik Peliputan yang Baik dan Efektif

Pak Kholis sedang Menjelaskan Meterinya

JAKARTA, kowani.or.id – Tanpa disadari, menulis jurnalis merupakan salah satu aktivitas yang sangat menyenangkan dan diperlukan. Karena pada dasarnya, membuat suatu tulisan agar dapat menjadi sebuah berita tentu bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Menulis itu harus kreatif. Ibaratnya dapat mengendus suatu isu yang menarik untuk dibahas merupakan suatu keperluan bagi jurnalis diimbangi dengan latihan-latihan yang kemudian secara otomatis dapat berubah menjadi suatu kebiasaan. Disatu sisi, berekspresi merupakan salah satu hak asasi manusia sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi guna memenuhi kebutuhan yang hakiki serta meningkatkan kualitas kehidupan manusia demi kepentingan sesama, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma masyarakat yang berlaku. Unsur 5 W dan 1 H yaitu: What, Who, Where, When, Why dan How merupakan suatu teknik yang diperlukan dalam suatu penulisan berita yang baik dan efektif. Oleh karena itu, pada tanggal 22 -23 September 2016, dengan pembimbingan oleh seseorang yang telah memiliki banyak pengalaman di dunia ini, yaitu Bapak Abdul Kholis telah diadakan pelatihan penulisan dan jurnalisme bertempatkan di Kantor Kowani. Acara tersebut tentunya tidak hanya menjelaskan tentang bagaimana teori-teori dan teknik-teknik yang berkaitan dengan penulisan dan peliputan, akan tetapi juga terdapat pelatihan praktek secara langsung sehingga peserta dapat merasakan langsung manfaat serta ilmunya.

 

Galeri kegiatan :
IMG-20160922-WA0005
Modul Materi Penulisan Berita dan Teknik Peliputan yang Baik dan Efektif
IMG-20160922-WA0003
Para Peserta Pelatihan

 

 

Created By : Ery Simandjuntak
Edit By : Widya Ayu K.

Diskusi Interaktif Wanita “Kesehatan Untuk Semua Melalui Kesehatan Masyarakat Veteriner”

KOWANI – Selasa, 30 Agustus 2016, Kowani menjadi tuan rumah dari diskusi yang dilaksanakan oleh Persatuan Isteri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI) yang  merupakan salah satu dari ke 88 organisasi anggota Kowani.

Kowani sangat bangga pada PIDHI sebagai organisasi yang didirikan pada tahun 1951 dan bergabung di Kowani pada tahun 1994, yang mempunyai visi dan misi yang selaras dengan Kowani, dan telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan perlindungan hak anak dan wanita serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya wanita.

Menurut Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, tema “KESEHATAN UNTUK SEMUA MELALUI PARTISIPASI KESEHATAN HEWAN” sangatlah tepat untuk diangkat pada waktu sekarang ini dan tentunya Kowani turut  mendukung acara ini karena Kowani melalui salah satu bidang yaitu bidang Sosial kesehatan kesejahteraan keluarga selalu berupaya untuk mewujudkan kesehatan masyarakat dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang sejalan dengan program-program pemerintah.

Di antara upaya yang dilakukan KOWANI dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat adalah melakukan edukasi di masyarakat.

Edukasi keamanan pangan merupakan salah satu kegiatan yang dipelopori KOWANI periode 2014-2019 sebagai kegiatan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap barang konsumsi yang tersebar di pasaran. yang direalisasikan melalui MoU dengan Kementerian kesehatan dan juga dengan Badan POM serta Kementrian Sosial serta Stake holders terkait lainnya yaitu klikdokter.com dan akan menyusul dengan Bayer.

“Dengan Membangun kesehatan hewan dan lingkungan berarti kita telah membangun juga kesehatan manusia, hal ini sangat perlu dipahami oleh kita semua  yang hadir pada acara hari ini”, kata Giwo.

Semua perempuan yang hadir sekarang pada acara ini merupakan Ibu Bangsa yang berarti bahwa kewajiban perempuan Indonesia adalah berusaha untuk meumbuhkan generasi baru yang lebih sehat,cerdas kuat,berdaya saing yang sadar akan kebangsaannya, maka Perempuan harus menjadi benteng pertama pertahanan keluarga  terhadap berbagai hal termasuk salah satunya kesehatan keluarganya.

Kaum Ibu yang secara gender sangat dekat dengan aktifitas penyediaan pangan keluarga harus memiliki kesadaran terhadap keamanan pangan. Di antara kesadaran keamanan pangan salah satu upaya yang wajib dilakukan adalah memilih daging, ikan dan hewan nabati lainnya yang aman, sehat dan halal.

Anak-anak dimulai pada usia dini sampai dengan remaja sangat membutuhkan makanan yang bergizi yang sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu kebutuhan asupan nutrisi jenis tertentu bermanfaat untuk mencegah berbagai serangan penyakit, mengingat anak-anak masih sangat rentan terhadap invasi beragam virus dan kuman yang berasal dari hewan, seperti adanya kasus flu burung, antrax dan lain-lain.

Oleh karena nya diharapkan bahwa pertama  Paradigma kesehatan harus komprehensif dan holistik. Kemitraan dgn dokter hewan merupakan langkah strategis utk mewujudkan pemenuhan kesehatan hewan yang komprehensif. Kita tdk hanya fokus pada kuratif, namun perlu prefensi dan rehabilitasi. kedua Masalah kesehatan hewan dewasa ini cukup kompleks, termasuk penyakit menular melalui hewan. Maka, kemitraan kowani dgn PIDHI  diantaranya menyangkut bagaimana menangulangi masalah penyakit menular melalui hewan. Ketiga  Perlu memastikan keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan kualitas kesehatan hewan.

image
Sambutan Ketua Umum KOWANI, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M. Pd

image
Sambutan Ketua Umum PIDHI, Ibu Ita Fahrian

image
Pembacaan Doa oleh Ibu Ning Aminullah

IMAGE
Pemberian Kenang – Kenangan dari KOWANI kepada PIDHI

image
Pemberian Kenang – Kenangan dari PIDHI kepada KOWANI

image
Foto Bersama Ketua Umum KOWANI, beberapa Dewan Pimpinan KOWANI dan Pengurus PIDHI

image
Foto Bersama Ketua Umum KOWANI, beberapa Dewan Pimpinan KOWANI dan Pengurus PIDHI

DSCN6132
Foto Narasumber Diskusi Interaktif Wanita

image
Foto Peserta Diskusi Interaktif

DSCN6115
Foto Peserta Diskusi Interaktif

Ketua Bidang Humas KOWANI,
Ery Simandjutak

Ke Depan, Anak-anak Harus Mendapat Pendidikan Kurban

RMOL. Seperti halnya ibadah haji, kurban juga mengingatkan kembali pada kisah keteguhan Nabi Ibrahim AS ketika diperintahkan Allah SWT, untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS. Sebagai seorang nabi, Ibrahim tidak mungkin mengingkari perintah Allah tersebut. Namun, Ibrahim, juga seorang ayah yang juga tidak tega menyembelih anaknya sendiri.

Ibrahim dihadapkan pada dua pilihan yang dilematis, menaati perintah Allah atau kepentingan pribadi. Akhirnya Ibrahim dialog dengan Ismail dan atas persetujuan anaknya dia melanjutkan niatnya berkurban. Namun secara tiba-tiba malaikat turun untuk menggantikan Ismail dengan domba.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto menyatakan ibadah kurban akan sangat dangkal maknanya jika hanya dimaknai sebatas mengenang kepatuhan Ibrahim dan kepasrahan Ismail. Tetapi lebih dari itu, kurban memiliki makna sebagai pendidikan karakter umat.

“Betapa tidak, ibadah kurban tidak hanya mengandung makna ketundukan dan kepasrahan seorang hamba kepada Allah, tetapi juga tersirat nilai kesalehan sosial yang sangat mulia,” sebut Giwo dalam keterangannya, Rabu (14/9).

Idealnya menurut dia, sebaran kurban perlu menjagkau ke area rentan ekonomi, sosial dan kejahatan terhadap perempuan dan anak serta daerah perbatasan.

“Kurban perlu diajarkan kepada anak sejak dini untuk membangkitkan kesalehan sosial,” ungkap Giwo.

Lebih lanjut dijelaskan kurban bukan semata peka sosial, namun sebagai bentuk kedekatan dengan yang maha kuasa. Inilah merupakan bentuk kualitas spiritual.

Giwo menambahkan, anak seharusnya dapat dilibatkan dalam pembagian kurban sepanjang sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Karenanya menurut dia, anak penting diberikan makna positif dari kurban sesuai tahapan psikologis dan tingkat pendidikan.

“Ajarkan anak berkurban sejak dini, agar kelak menjadi pribadi yang terbiasa berbagi kepada orang yang membutuhkan,” tutup Giwo. [ysa]

Sumber: http://m.rmol.co/read/2016/09/15/260680/Ke-Depan,-Anak-anak-Harus-Mendapat-Pendidikan-Kurban-(Bu

Idealnya Jangkau Area Rentan Ekonomi

JAKARTA (SK) – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengusulkan, sebaran daging kurban di DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya menjanggkau ke area rentan ekonomi, sosial dan kejahatan terhadap perempuan dan anak serta di daerah perbatasan.

“Makna kurban perlu diajarkan kepada anak sejak dini untuk membangkitkan kesalehan sosial,” kata Giwo di Jakarta, Rabu (14/9).

Menurut Giwo, anak-anak dapat dilibatkan dalam pembagian daging kurban, sepanjang sesuai dengan tahapan perkembangannya. Dengan demikian, anak memiliki kepekaan sosial sebagai bagian dari pembentukan kualitas spiritual.

“Ajarkan anak berkurban sejak dini, agar kelak menjadi pribadi yang terbiasa berbagi kepada orang lain,” kata Giwo menegaskan.

Ia menambahkan, seperti halnya ibadah haji, ibadah kurban juga mengingatkan kembali pada kisah keteguhan nabi Ibrahim AS, ketika diperintahkan Allah SWT, untuk menyembelih anaknya Ismail AS. Sebagai seorang nabi, Ibrahim AS tidak mungkin mengingkari perintah Allah SWT itu.

Namun, Nabi Ibrahim AS, juga seorang ayah yang juga tidak tega menyembelih anaknya sendiri. Nabi Ibrahim AS, dihadapkan pada dua pilihan yang dilematis (kepentingan Allah SWT dan kepentingan beliau pribadi).

Akhirnya Ibrahim dialog dengan Ismail dan atas persetujuan anaknya dia melanjutkan niatnya berkurban. Namun secara tiba-tiba malaikat turun untuk menggantikan Ismail dengan domba.

Ibadah kurban, menurut Giwo, akan sangat dangkal maknanya jika hanya dimaknai sebatas mengenang kepatuhan Ibrahim dan kepasrahan Ismail. Tetapi lebih dari itu, memiliki makna sebagai pendidikan karakter ummat.

“Betapa tidak, ibadah kurban tidak hanya mengandung makna ketundukan dan kepasrahan seorang hamba kepada Allah, tetapi juga tersirat nilai kesalehan sosial yang sangat mulia,” ujarnya. (yon)

Sumber:
http://m.suarakarya.id/2016/09/15/idealnya-jangkau-area-rentan-ekonomi
Kamis, 15 September 2016 02:00 | Jurnalis : RED

Perayaan Hari Ulang Tahun Gabungan Oraganisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangka ke-44

Pemberian Santunan kepada yang tidak mampu bersama dengan Ketua Umum Kowani, Ibu Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo M.Pd., dan Bupati diwakilkan Asisten III Setda Bangka, Bapak H. Achmad Mukasim S.H.

JAKARTA, Kowani – Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. beserta dengan beberapa Dewan Pengurus Kowani datang dalam perayaan Hari Ulang Tahun GOW Kabupaten Bangka pada tanggal 19 September 2016. Sesampainya di Kota Pangkal Pinang Bangka, rombongan Kowani dijemput oleh salah satu pengurus GOW, Ibu Rosa. Dalam perjalanannya, rombongan diajak berkeliling menuju Resto Ace dengan makanan khasnya yang terkenal yaitu otak – otak. Kemudian rombongan dibawa ke salah satu tempat kerajinan tangan, yaitu pembuatan songket cual milik Ibu Muslinah.

Perayaan Hari Ulang Tahun GOW Kabupaten Bangka yang ke-44 ini, mengambil tema “Kita Wujudkan Wanita Mandiri Cerdas Pembelajar dan Berkata”. Tentunya acara initerdiri dari beberapa sesi acara yang menarik. Pada awalnya, pembukaan acara ini dibuka oleh MC, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi dan Saritulawah serta penyanyian lagu Indonesia Raya dan Mars GOW oleh Anggota GOW dan undangan. Lalu perayaan ini, dibuka oleh Laporan Ketua Panitia, Ibu Hj. Siti Januarsih S.Ag., serta sambutan Ketua GOW Kabupaten Bangka, Ibu Hj. Diny Harlinna Fery Insani. Pengurus GOW pun turut unjuk gigi melalui Opera Ibu-Ibu GOW Kabupaten Bangka. Setelah itu, sambutan oleh Bapak Bupati yang diwakilkan oleh Asisten III Setda Bangka, Bapak H. Achmad Maksim S.H., sekaligus turut serta dalam pembukaan perayaan Ulang Tahun GOW ke-44.

Dalam rangkaiannya, para pengurus beserta dengan Ketua Umum Kowani dan undangan lainnya memberikan santunan kepada yang tidak mampu serta dilanjutkan dengan pemotongan kue Tumpeng dan pembacaan doa. Masuk ke dalam inti acara perayaan Hari Ulang Tahun GOW Kabupaten Bangka yang ke-44, terdapat seminar yang bertajuk “Peran UKM dalam Pemberdayaan Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan”. Acara seminar inipun dibagi menjadi dua sesi ditambah dengan sesi tanya jawab dan diskuksi.

 

Berikut Galeri – Galeri Kegiatan :

IMG-20160920-WA0006
Ibu Giwo sedang mencoba kain songket hasil tenunan Ibu Maslinah

IMG-20160920-WA0000
Acara pembuka Sekapur Sirih tanda acara dibuka

IMG-20160920-WA0004
Pemotongan tumpeng ulang tahun GOW Kabupaten Bangka ke-44
 IMG-20160920-WA0005
Ketua Umum Kowani memberikan materi di gedung Seputih Sedulang Bangka

IMG-20160920-WA0011
Pemberian materi tentang usaha UKM

IMG-20160920-WA0010
Foto Bersama